Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Letusan Gunung Tengger, Asal-Usul Terbentuknya Gunung Bromo

Prima Suci Maharani • Selasa, 15 Juli 2025 | 14:00 WIB
Gunung Bromo (Dikutip dari www.perumperindo.co.id)
Gunung Bromo (Dikutip dari www.perumperindo.co.id)

BLITAR – Gunung Bromo, merupakan salah satu warisan kekayaan alam Indonesia yang sudah menginjak tingkat internasional. Gunung Bromo dinobatkan sebagai salah satu taman nasional terindah di dunia oleh platform Bonds.

Di balik keindahannya, gunung Bromo menyimpan sejarah geologi yang memukau-sejarah ini diawali dari kehancuran gunung raksasa yang dulunya digadang sebagai Gunung Tengger Purba.

Pada masa dahulu, wilayah ini didominasi oleh Gunung Tengger, gunung api raksasa aktif dengan ketinggian mencapai 4.000 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Salah satu gunung tertinggi di Jawa pada saat itu, setelah melewati serangkaian letusan dahsyat menghancurkan gunung ini berkali-kali hingga menyisakan kaldera besar yang kini menjadi cikal bakal kompleks Bromo.

Hasil penelitian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan proses terbentuknya gunung Bromo menjadi 5 periode:

  1. Periode pertama (300.000-250.000) tahun lalu, terjadi aktivitas vulkanik berpusat di Kaldera Ngadisari. Letusan eksplosif menyebabkan keruntuhan sebagian tubuh gunung.
  2. Periode kedua (150.000) tahun lalu, letusan besar meruntuhkan sisi timur dan membentuk Lembah Sapu Kerep dan Kipas Sukapura.
  3. Periode Ketiga (100.000) tahun lalu, Erupsi besar menghancurkan Gunung Penanjakan, membentuk Kaldera Argo Wulan.
  4. Periode keempat (40.000) tahun lalu, letusan terbesar menciptakan Kaldera Lautan Pasir (diameter 10 km). Material vulkanik terlontar hingga jauh, mengosongkan perut gunung dan membuat tubuhnya runtuh.
  5. Periode Kelima (Pembentukan Gunung-Gunung Kecil) Aktivitas vulkanik membentuk Gunung Widodaren, Batok, dan Bromo di atas kaldera.

Meski tidak ada bukti pasti, para ahli memperkirakan kekuatan letusan Gunung Tengger Purba setara dengan Gunung Tambora (1815), yang memiliki skala VEI 7—salah satu letusan terkuat dalam sejarah.

Letusan Tambora memangkas tinggi gunung dari 4.300 MDPL menjadi 2.851 MDPL, mirip dengan nasib Tengger yang kehilangan separuh tingginya.

Akibat letusan purba itu, justru menciptakan keindahan spektakuler yang diminati oleh turis mancanegara. Bromo menjadi bukti bahwa kehancuran dapat melahirkan keindahan abadi.

Editor : Anggi Septian A.P.
#surga dunia #gunung bromo #bromo tengger #gunung #wisata alam #lautan pasir #tengger #keindahan abadi #asal usul #taman nasional #letusan #sunrise #destinasi wisata #kekayaan indonesia