BLITAR – Gunung Bromo bukan sekadar destinasi wisata biasa. Tempat ini adalah surga dunia yang menawarkan beragam pengalaman unik, mulai dari pemandangan matahari terbit yang memukau hingga petualangan mendebarkan di kawah aktif.
Bromo menawarkan pemandangan memukau sunrise di Penanjakan. Sebelum sang fajar menyingsing, ratusan wisatawan akan berkumpul dan bersiap menyaksikan matahari terbit di antara kabut dan siluet gunung purba.
Orang-orang menyebutkan Golden Hour, sebuah momen langit berubah dari gelap menjadi jingga keemasan, memantulkan cahaya ke hamparan lautan pasir.
Setelah menyaksikan sunrise, wisatawan akan disuguhkan dengan lautan pasir seluas 10 . Untuk menjelajahi lautan pasir ini, disarankan menyewa jeep atau menunggangi kuda yang telah disediakan oleh pengelola kawasan Bromo.
Wisatawan dapat pula mendaki di bibir kawah Gunung Bromo dengan menaiki 250 anak tangga.
Anda akan disambut oleh asap belerang dan gemuruh riuh dari dalam perut gunung. Dari atas, pemandangan kaldera dan gunung-gunung di sekitarnya terlihat seperti lukisan alam raksasa.
Untuk mendaki kawah Gunung Bromo diwajibkan menggunakan masker khusus untuk menghindari gas berbahaya dari asap belerang.
Bromo bukan hanya tentang alam, tetapi juga budaya Suku Tengger yang kaya.
Kunjungi desa-desa sekitar seperti Ngadisari atau Cemoro Lawang untuk melihat kehidupan sehari-hari masyarakat yang masih memegang tradisi Hindu Tengger.
Jika beruntung, Anda bisa menyaksikan upacara Yadnya Kasada, ritual tahunan dengan lempar sesaji ke kawah Bromo.
Tak heran jika Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pernah berkata "Jangan mati sebelum ke Bromo!" (*)
Baca Juga: Mata Merah Menyala: Sosok Nenek Misterius di Jalur Sunyi Blitar-Malang
Editor : Anggi Septian A.P.