BLITAR – Bulan Satu Suro dikenal penuh nuansa mistis dan perenungan. Tapi apakah itu berarti WC harus dijadikan tempat semedi sambil ngudud dan push rank game? Dalam konten YouTube-nya yang kocak namun menohok, Fajar Aditya dari channel RJL 5 menyindir kebiasaan masyarakat yang menjadikan toilet bukan sekadar tempat buang hajat, tapi juga ruang kontemplasi layaknya malam Satu Suro.
Di video satir penuh fakta medis tersebut, Fajar menyindir keras mereka yang betah duduk di kloset sampai 30 menit hanya untuk scroll medsos, main Mobile Legends, bahkan merenung soal kehidupan layaknya malam satu suro. “Ngising ya ngising aja. Jangan sok dapet ilham hidup di tengah bau WC!” ujarnya, disambut tawa penonton.
Menurutnya, toilet bukanlah tempat untuk mikir saham, meresapi lagu patah hati, apalagi ngelamun nunggu wangsit kayak malam Satu Suro. Selain enggak higienis, duduk terlalu lama di kloset bisa picu masalah medis serius—mulai dari ambien, saraf kejepit, hingga membuat WC jadi sarang penyakit dan bau asap rokok.
Baca Juga: Rugikan Negara hingga Rp 3,8 Miliar, Bea Cukai dan Kejari Blitar Musnahkan Jutaan Batang Rokok hingga Miras Ilegal
Wangsit Datang di Kamar Mandi?
“Lah kamu pikir WC itu tempat ngalap berkah? Mau dapat ilham macam Mbah Marijan?” sindir Fajar dalam gaya khasnya.
Dengan nada setengah bercanda setengah nyindir, ia menyamakan kebiasaan duduk lama di toilet seperti sedang bertapa. Apalagi jika dilakukan pas malam Satu Suro—malam yang oleh sebagian orang dianggap sakral untuk merenung dan menyepi.
Fajar menyebut kebiasaan seperti itu makin umum terjadi, terutama di kalangan milenial dan Gen Z yang terbiasa multitasking. Tapi bukan berarti semua kegiatan harus dilakukan bersamaan. “Ngising itu ya kegiatan biologis. Kenapa harus diiringi dengan rokok, kopi, bahkan analisa saham?” tanyanya dengan nada heran.
Apalagi, lanjut Fajar, suasana kamar mandi yang lembap dan minim ventilasi justru membuat residu asap rokok menempel di dinding WC. “Itu asap bukan cuma ninggalin bau. Tapi juga jadi tempat berkembangnya jamur dan bakteri. WC-mu bukan gua keramat malam satu suro, Bro!” katanya.
Toilet Bukan Coworking Space
Tak hanya menyentil pengguna WC yang keasyikan main game, Fajar juga menyindir mereka yang mengubah toilet menjadi tempat kerja dadakan. Bahkan beberapa orang mengaku menyusun caption, menyunting video pendek, hingga nonton podcast ekonomi—semuanya dilakukan sambil duduk di atas kloset.
“Mas, kamu tuh duduknya udah kayak patung semedi. Kayak nunggu setan lewat pas malam satu suro. Tapi yang lewat ya cuma bau tai sama nyamuk WC,” canda Fajar, mengocok perut penontonnya.
Namun di balik gelak tawa, ada pesan serius yang ia sampaikan: bahwa terlalu lama duduk di WC bisa memberi tekanan berlebih pada rektum.
Baca Juga: Kuliah vs Langsung Kerja? Maudy Ayunda Bicara Soal Fleksibilitas, Kredibilitas & Quarter Life Crisis
Ini bisa menyebabkan pembengkakan pembuluh darah (wasir), saraf kejepit, hingga nyeri punggung bawah. “Makanya jangan jadikan WC sebagai ruang kerja, apalagi ruang spiritual dadakan,” jelasnya.
Edukasi Kesehatan yang Bungkusnya Satir
Channel RJL 5 memang dikenal bukan cuma lucu, tapi juga informatif. Fajar Aditya memadukan ilmu medis, budaya populer, dan kebiasaan masyarakat dalam narasi yang jenaka, sehingga pesannya mudah dicerna.
Apalagi konten “Ngising Ya Ngising Aja” ini tayang berdekatan dengan bulan Suro, saat banyak orang mulai kembali ke rutinitas spiritual dan evaluasi diri.
Namun, Fajar justru menyelipkan kritik: jangan terlalu dramatis. Bahkan evaluasi diri pun sebaiknya dilakukan di tempat yang layak, bukan di WC. “Mau instrospeksi? Ya boleh. Tapi jangan sambil eek, Mas. Nanti ambien-mu bukan cuma sakit, tapi juga malu,” sindirnya sambil tertawa.
Kesimpulan: Malam Satu Suro Jangan Disambut di Kloset
Satu Suro memang momen sakral di banyak kebudayaan Jawa. Tapi jangan sampai pemaknaan momen itu jadi alasan untuk duduk berlama-lama di WC sambil merenungi hidup.
Fajar Aditya dengan jenaka mengingatkan: “WC itu tempat eek, bukan tempat instrospeksi. Mau tobat ya di mushola, bukan kloset!”
Maka dari itu, mulai sekarang: ngising ya ngising aja. Enggak perlu nunggu wangsit atau main ranked sambil nahan pup. Ingat, tubuh juga perlu dijaga. Dan WC adalah tempat higienis yang seharusnya dipakai secukupnya.
Baca Juga: Tips Belajar Efektif ala Maudy Ayunda: Merhatiin di Kelas Lebih Penting dari Belajar Semalaman
Satu Suro itu waktu kontemplasi, bukan kontaminasi. WC bukan altar, jangan dibuat semedi.