Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Satu Suro, Jerawat Punggung, dan Bau Badak: Sindiran Fajar Aditya untuk Gym Bro yang Salah Pilih Kaos

Anggi Septiani • Rabu, 16 Juli 2025 | 01:30 WIB

Satu Suro, Jerawat Punggung, dan Bau Badak: Sindiran Fajar Aditya untuk Gym Bro yang Salah Pilih Kaos
Satu Suro, Jerawat Punggung, dan Bau Badak: Sindiran Fajar Aditya untuk Gym Bro yang Salah Pilih Kaos

Blitar – Momentum Satu Suro, yang biasa diisi dengan laku prihatin dan refleksi diri, bisa jadi saat yang tepat untuk mengoreksi kebiasaan sehari-hari—termasuk soal kebersihan tubuh pasca olahraga.

Lewat video di channel YouTube-nya RJL 5, Fajar Aditya alias Dokter Doti menyindir dengan gaya khas: ngakak tapi menohok.

Dalam salah satu segmen, Fajar membongkar mitos yang sering dipercaya anak gym: jerawat di punggung muncul karena hormon.

Baca Juga: 42 Ribu e-KTP Warga Kabupaten Blitar Kok Bisa Invalid, Dispendukcapil Ungkap Penyebabnya

 Padahal, katanya, “bau badak tenan pas nge-gym itu bukan genetik, tapi karena kaosmu salah pilih!” Gaya sindiran ini muncul bertepatan dengan Satu Suro, saat banyak orang merenung soal spiritualitas tapi justru lupa soal keringat dan kaos olahraga yang tak pernah dicuci bersih.

Bagi Fajar, jerawat punggung bukanlah misteri gaib yang harus diruwat saat Satu Suro, tapi lebih karena gaya hidup ceroboh. “Kaosmu itu sirkulasinya buruk, keringat nggak bisa menguap, ya jelas bakteri pesta pora,” ujarnya dengan gaya santai.

Jerawat Punggung Itu Salahmu, Bukan Takdirmu

Dalam penjelasannya, Fajar menyebut bahwa jerawat punggung setelah olahraga sering terjadi karena keringat terjebak di kulit yang tertutup kain sintetis atau bahan kaos yang tidak menyerap udara. Hal ini membuat area punggung lembap, hangat, dan jadi sarang bakteri.

“Olahragamu keren, alatnya canggih, tapi kaosmu kayak kantong kresek ya sama aja bohong,” canda Fajar.

Menurutnya, pemilihan pakaian olahraga yang buruk justru bisa memicu peradangan dan jerawat, bahkan jadi sumber aroma tak sedap yang mencemari ruangan gym bersama.

Baca Juga: Letusan Gunung Tengger, Asal-Usul Terbentuknya Gunung Bromo

Sindiran bau badak tenan yang dilempar Fajar merujuk pada pengalaman umum di gym—di mana banyak pengguna abai pada sirkulasi udara tubuh dan kebersihan alat. “Kalau kamu punggungnya jerawatan dan kamu merasa itu biasa, berarti kamu juga bau penguk itu biasa,” tambahnya, masih dengan nada humoris.

Personal Hygiene: Gaya Hidup atau Gaya-Gayaan?

Melalui channel RJL 5, Fajar konsisten mengangkat isu kesehatan ringan yang sering dianggap sepele. Dalam kasus jerawat punggung ini, ia mendorong masyarakat—khususnya anak muda—untuk tidak sekadar terlihat sehat dari luar, tapi juga menjaga kebersihan secara menyeluruh.

Menurut Fajar, kebiasaan seperti langsung rebahan setelah olahraga tanpa ganti baju, atau tidak mandi dengan sabun antibakteri, menjadi penyebab umum masalah kulit pasca aktivitas fisik.

“Kalau kamu olahraga biar cakep tapi nggak mandi, ya tetap kalah sama kucing yang suka bersih-bersih,” ujarnya menyindir.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Nongkrong ala Vintage Santai dan Murah di Kota Blitar

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa personal hygiene adalah bagian dari tanggung jawab sosial. Bau badan, keringat berlebih, hingga jerawat yang dibiarkan, bukan cuma gangguan pribadi tapi bisa mengganggu kenyamanan orang lain di ruang bersama seperti gym, angkutan umum, dan ruang kerja.

Satu Suro: Saatnya Refleksi, Termasuk Soal Keringat

Dalam budaya Jawa, Satu Suro dikenal sebagai waktu yang sakral untuk introspeksi, menata niat, serta meninggalkan kebiasaan buruk.

Dalam konteks modern, pesan itu bisa diterjemahkan ke dalam refleksi gaya hidup: bagaimana kita menjaga tubuh agar tidak hanya kuat, tapi juga sehat dan bersih.

Fajar mengajak penonton channel RJL 5 untuk mengubah cara pandang soal jerawat punggung dan kebersihan tubuh pasca olahraga, terutama di era media sosial yang dipenuhi konten gym, body goals, dan healthy lifestyle.

Baca Juga: Sekolah Rakyat: Strategi Negara Mengangkat Kaum Miskin lewat Pendidikan Berasrama

Menurutnya, "Percuma kamu deadlift 120 kilo kalau kaosmu aromanya bisa bangunin orang pingsan."

Pernyataan itu tentu saja dibungkus dalam gaya komedi, tapi mengandung pesan kuat tentang pentingnya menyelaraskan antara tubuh bugar dan kebersihan fisik, apalagi di era pasca-pandemi saat isu higienitas jadi makin penting.

Tips Dokter Doti: Supaya Punggung Mulus dan Nggak Bau

Sebagai penutup, Fajar Aditya membagikan sejumlah tips praktis untuk mencegah jerawat punggung dan bau badan setelah olahraga:

“Kalau kamu tahu punggungmu kayak tambang jerawat, itu tandanya bukan kamu perlu skincare, tapi kamu butuh ganti kaos,” pungkas Fajar.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Rjl 5 Fajar Aditya #Doti #dokter #gym #youtube #satu suro #menyindir #kebiasaan