Blitar – Satu Suro, yang diidentikkan dengan ritual pembersihan jiwa dan refleksi diri, bisa juga jadi waktu yang tepat untuk menyumbangkan sesuatu yang sangat berarti: darah.
Di tengah banyaknya mitos seputar donor darah—mulai dari bikin lemas, tekanan darah turun drastis, hingga menyebabkan ketagihan—channel RJL 5 bersama Fajar Aditya hadir membongkar fakta lewat video informatif dan penuh cerita kehidupan.
Lewat tayangan terbarunya, Fajar Aditya atau yang akrab disapa Dokter Doti menyoroti manfaat donor darah dari sisi medis dan sosial. Bertepatan dengan momen Satu Suro, Fajar menghadirkan sosok “Pak Denny”, seorang ASN yang rutin donor darah selama 12 tahun tanpa henti.
Baca Juga: Hari Ini dan Besok Matahari Melintas di Atas Kakbah, Ini Penjelasan MUI Kabupaten Blitar
“Donor darah itu bukan cuma soal kasih manfaat buat orang lain, tapi juga untuk tubuh kita sendiri. Banyak yang bilang bikin tekanan darah turun, padahal justru bisa bikin stabil,” ungkapnya.
Dalam konteks Satu Suro—yang sering dijadikan masyarakat Jawa sebagai momen meninggalkan kebiasaan buruk dan memperbanyak laku baik—donor darah bisa menjadi bagian dari tirakat modern. “Ini bentuk sedekah paling murni. Kamu nggak keluar duit, tapi bisa nyelametin nyawa,” kata Fajar.
Donor Darah Bikin Tekanan Darah Turun? Ternyata…
Mitos bahwa donor darah menurunkan tekanan darah secara ekstrem menjadi perhatian utama dalam video tersebut.
Menurut Fajar, justru bagi penderita hipertensi ringan, donor darah bisa membantu menstabilkan tekanan darah karena mengurangi kekentalan darah dan meningkatkan sirkulasi oksigen.
Namun ia menegaskan, “Ini bukan berarti donor darah jadi obat untuk hipertensi, ya. Tapi dalam jangka panjang, ada manfaat stabilisasi tekanan darah—asal dilakukan rutin dan kondisi tubuh memenuhi syarat.”
Baca Juga: Letusan Gunung Tengger, Asal-Usul Terbentuknya Gunung Bromo
Sosok Pak Denny, yang rutin donor setiap 3 bulan selama lebih dari satu dekade, menjadi bukti nyata. Dalam video, ia mengaku tak pernah mengalami keluhan berarti setelah donor, bahkan merasa lebih segar.
“Awalnya takut pingsan, takut tekanan darah turun, tapi setelah dua tiga kali, saya malah merasa tubuh lebih enteng,” ujarnya.
Donor Darah: Antara Ritual Kesehatan dan Spiritualitas
Menariknya, Fajar mengaitkan donor darah dengan konsep spiritual dalam budaya Jawa. Ia menyebut bahwa dalam filosofi tirakat Satu Suro, manusia diajak menurunkan ego dan memberi manfaat pada sesama.
“Donor darah itu laku prihatin modern. Kamu berani merelakan bagian dari tubuhmu, itu bukan hal kecil,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, selain menurunkan risiko stroke dan serangan jantung, donor darah rutin juga bisa memicu regenerasi sel darah merah. “Bayangkan, cuma 15 menit di kursi donor, tapi dampaknya bisa sepanjang hayat untuk penerimanya,” tambahnya.
Baca Juga: Kecerdasan Emosional sebagai Pondasi Menjalin Hubungan Langgeng
Fajar juga menyindir gaya hidup modern yang penuh konsumsi tapi minim kontribusi. “Kita sering terlalu sibuk menimbun, sampai lupa berbagi. Nah, donor darah itu cara sederhana untuk memulai, apalagi pas momen Satu Suro gini,” ujarnya.
Kenapa Banyak Orang Masih Takut Donor?
Menurut Fajar, ketakutan terhadap donor darah sering kali bersumber dari informasi yang tidak lengkap. Banyak orang khawatir lemas, tekanan darah drop, atau bahkan takut jarum. Padahal, proses donor sangat aman dan diawasi ketat oleh tenaga medis.
Ia membagikan tips sederhana agar tubuh tetap bugar saat dan setelah donor:
-
Minum cukup air putih sebelum dan sesudah donor
-
Konsumsi makanan bergizi sehari sebelumnya
-
Tidur cukup minimal 6 jam
-
Jangan donor saat kondisi tubuh tidak fit atau flu
“Yang penting bukan cuma niat, tapi juga kesiapan fisik. Kalau kamu donor dengan niat baik tapi badannya nyungsep, ya malah nggak jadi amal,” candanya.
Satu Suro: Waktunya Berani Berbagi
Dalam bagian akhir video, Fajar menutup dengan ajakan: “Kalau kamu merasa selama ini hidup cuma untuk diri sendiri, coba sekali-sekali donor. Kamu nggak pernah tahu, darahmu bisa jadi alasan seseorang masih hidup hari ini.”
Momentum Satu Suro menurut Fajar adalah saat yang tepat untuk melakukan hal-hal baik yang berdampak nyata. Tak hanya tirakat puasa, tapa bisu, atau mandi kembang, tapi juga aksi sosial seperti donor darah yang sangat dibutuhkan.
Pak Denny juga menyampaikan pesan serupa. “Saya nggak kaya, saya bukan influencer. Tapi saya merasa cukup berarti kalau bisa bantu orang lewat darah ini,” ucapnya dengan nada tulus.
Baca Juga: Dari Bayi Terbesar Jadi Spokesperson G20: Perjalanan Maudy Ayunda Melawan Rasa Takut
Tips Sehat Donor Darah ala Dokter Doti
Untuk kamu yang ingin mulai donor darah secara rutin, berikut panduan singkat dari Fajar Aditya:
-
Donor setiap 3 bulan, jika memenuhi syarat kesehatan
-
Periksa hemoglobin, tekanan darah, dan berat badan sebelum donor
-
Hindari merokok dan alkohol minimal 24 jam sebelum donor
-
Jangan donor saat sedang haid, sakit, atau kelelahan ekstrem
“Donor darah itu bukan gaya-gayaan. Ini amal jariyah yang nggak kelihatan, tapi bisa menyelamatkan banyak orang,” pungkas Fajar.
Editor : Anggi Septian A.P.