Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kisah Sang Kuncen Makam Gantung: Ular Putih, Macan Gaib, dan Mobil Pejabat yang Mati Mendadak

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Rabu, 16 Juli 2025 | 14:00 WIB
Makam gantung Eyang Joyo Dikdo di Kota Blitar tak hanya dikenal karena jasad sang tokoh tak menyentuh tanah, tapi juga karena cerita-cerita aneh yang menyelimutinya.
Makam gantung Eyang Joyo Dikdo di Kota Blitar tak hanya dikenal karena jasad sang tokoh tak menyentuh tanah, tapi juga karena cerita-cerita aneh yang menyelimutinya.

BLITAR – Makam gantung Eyang Joyo Dikdo di Kota Blitar tak hanya dikenal karena jasad sang tokoh tak menyentuh tanah, tapi juga karena cerita-cerita aneh yang menyelimutinya.

Dari penampakan ular putih hingga macan gaib, semua itu diceritakan langsung oleh Bah Ram, sang kuncen makam gantung yang telah menjaga tempat tersebut sejak tahun 2010.

Kesaksian Bah Ram bukan cerita karangan. Dalam belasan tahun mengurus dan menjaga kompleks makam keramat ini, ia mengaku sudah berkali-kali mengalami kejadian yang sulit dijelaskan logika.

Ia juga menyaksikan tamu-tamu yang datang dengan niat buruk gagal masuk ke area makam—bahkan ada mobil pejabat yang mati mendadak di depan gerbang hingga akhirnya menyala kembali usai "sowan" secara spiritual.

Kisah-kisah itu terus hidup dan menjadi bagian dari mitos Blitar yang diwariskan turun-temurun.

Tak hanya sebagai legenda lokal, tapi juga sebagai refleksi hubungan spiritual antara manusia dan leluhur yang dipercaya masih menjaga tanah Blitar hingga kini.

Disambut Suara Ember Jatuh, Ternyata Ular Putih

Salah satu peristiwa yang paling membekas dalam ingatan Bah Ram adalah sore hari saat dirinya baru pulang dari mandi.

Ia duduk di depan rumah, bersantai seperti biasa, ketika tiba-tiba terdengar suara keras seperti ember gerabah jatuh.

Namun saat dicari sumber suaranya, ia justru melihat ular berwarna putih-cokelat susu melingkar tepat di halaman depan.

“Awalnya tak kira ember jatuh, tapi pas dilihat itu ular. Warnanya putih, tapi ada corak cokelat seperti kopi susu. Cuma muncul sekali itu,” ujar Bah Ram dengan nada pelan.

Ia menyebut bahwa itu bukan ular biasa, melainkan salah satu pertanda yang dipercaya sebagai pengawal gaib dari Eyang Joyo Dikdo.

Macan Hitam di Jalur Peziarah

Tak hanya ular. Bah Ram juga bercerita bahwa banyak peziarah yang mengaku melihat macan di area makam, khususnya saat mereka memasuki lokasi dengan kondisi batin tidak tenang.

“Ada juga yang katanya melihat macan duduk di bawah pohon. Wajahnya enggak galak, tapi tajam. Habis itu dia langsung balik badan enggak jadi masuk,” ceritanya.

Macan dalam kepercayaan Jawa bukan sekadar hewan, melainkan simbol penjaga spiritual.

Dalam konteks makam gantung, penampakan tersebut dipercaya sebagai bentuk penolakan dari roh penjaga kepada orang yang datang dengan niat tidak tulus.

Mobil Pejabat Mati Total di Gerbang

Cerita lain yang membuat merinding adalah saat acara JKPI (Jaringan Kota Pusaka Indonesia) digelar di Blitar, di mana salah satu mobil pejabat kecamatan tiba-tiba mogok di depan gerbang makam. Mesin mati total, meski sebelumnya tidak menunjukkan masalah apa pun.

“Ada yang cerita, waktu itu si sopir lihat ada sosok seperti Eyang sedang duduk dengan seseorang, pakai baju keraton.

Mobilnya mati mendadak. Setelah dipanggilkan Mbah Aman, mobilnya bisa nyala lagi. Katanya, belum minta izin masuk ke Eyang,” ungkap Bah Ram.

Menjaga Tradisi, Menjaga Diri

Bah Ram mengaku tidak pernah mengundang hal-hal aneh untuk datang. Ia hanya menjalankan tugas sebagai penjaga dengan penuh hormat dan menjaga tata krama.

Baginya, menjaga makam gantung bukan sekadar tugas fisik, tetapi juga menjaga “keseimbangan” antara yang kasat mata dan yang tidak.

Ia percaya, orang-orang yang datang ke makam dengan hati tulus akan mendapat keselamatan dan bahkan keberkahan.

Sebaliknya, mereka yang berniat buruk akan dicegah oleh kekuatan yang tak terlihat. “Kalau sembrono, biasanya malah ‘ditolak’ sama tempat ini,” ujarnya.

Antara Leluhur dan Warisan Gaib

Tak hanya dirinya, beberapa keluarga Eyang Joyo Dikdo juga mengalami kejadian aneh. Salah satunya adalah keris pusaka yang muncul tiba-tiba di rumah keturunan, atau permata biru laut yang diketahui “diberikan” tanpa proses fisik.

Namun uniknya, tak ada satu pun keturunan yang bisa menguasai pusaka-pusaka tersebut. "Itu pusaka hanya mendekat, bukan diwariskan seperti biasa.

Ada yang pernah dikasih, tapi hanya sesaat. Kalau tidak siap batin, malah bisa celaka,” jelas Bah Ram.

Penutup: Mitos yang Menjaga Makna

Bagi sebagian orang, kisah-kisah dari kuncen makam gantung seperti Bah Ram mungkin terdengar seperti dongeng.

Tapi bagi masyarakat sekitar, itulah kenyataan yang hidup di antara tembok makam tua, batu nisan, dan udara sejuk kawasan tersebut.

Mitos Blitar bukan sekadar cerita, melainkan identitas spiritual yang mengakar dalam keseharian mereka.

Di tengah modernisasi dan teknologi, kisah-kisah ini tetap hidup dan menjadi daya tarik tersendiri.

Bukan untuk ditakuti, tapi untuk dipahami sebagai bagian dari kearifan lokal yang menjembatani masa lalu dan masa kini.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Mitos #Gerbang #gantung #Kearifan #macan #Alami #Depan #mistis #ular #pejabat #makam #mati