BLITAR – Di era sekarang, manusia tak pernah lepas dengan kemajuan teknologi. Begitu pula dunia bisnis terus berputar dengan memanfaatkan AI untuk keberlanjutan sebuah usaha.
Tak hanya untuk perusahaan besar, teknologi ini ternyata juga bisa dimanfaatkan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnis mereka.
Aisyah, seorang ahli kreatif bisnis dan AI enthusiast dari Telkom, menjelaskan bahwa banyak UMKM belum menyadari potensi besar yang ditawarkan AI.
"Banyak yang mengira AI hanya untuk perusahaan besar dengan modal besar. Padahal, ada banyak tools AI gratis yang bisa diakses oleh UMKM," ujarnya dalam podcast Suara Berkelas.
Salah satu tantangan terbesar UMKM adalah strategi memenuhi kebutuhan pasar. Dengan AI seperti ChatGPT, pelaku usaha bisa melakukan riset pasar secara instan dan efisien.
"Kita bisa tanya ke ChatGPT tentang produk yang sedang ngetrend, atau minta saran untuk target pasar tertentu. Ini sangat membantu UMKM yang modalnya terbatas untuk riset," jelas Aisyah.
Meski menawarkan banyak manfaat, Aisyah mengingatkan pentingnya memahami dasar literasi digital.
"Banyak UMKM yang langsung percaya begitu saja pada hasil AI tanpa diteliti. Ini berbahaya karena bisa menyebabkan misinformasi."
Ia menyarankan UMKM untuk tetap mengembangkan pengetahuan dasar bisnis sembari memanfaatkan AI.
Kementerian Koperasi dan UKM mulai gencar mengadakan pelatihan pemanfaatan AI untuk UMKM. "Kami ingin lebih banyak UMKM mulai beradaptasi dengan teknologi ini," kata Aisyah.
Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, AI diprediksi akan menjadi standar baru dalam pengembangan UMKM di Indonesia.
"Yang penting adalah memulai. Manfaatkan tools gratis yang ada, lalu kembangkan sesuai kebutuhan bisnis," tutup Aisyah.
Editor : Anggi Septian A.P.