Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Makam Bukan untuk Manusia: Kisah Mistis Nisan Monyet di Tengah Kebun Blitar

Dimas Galih Nur Hendra Saputra • Jumat, 18 Juli 2025 | 01:30 WIB

Makam Bukan untuk Manusia: Kisah Mistis Nisan Monyet di Tengah Kebun Blitar
Makam Bukan untuk Manusia: Kisah Mistis Nisan Monyet di Tengah Kebun Blitar

Blitar – Warga desa di kawasan pinggiran Blitar digemparkan oleh keberadaan sebuah makam misterius di tengah kebun yang tidak biasa.

Makam itu memiliki nisan layaknya makam manusia, lengkap dengan taburan bunga, namun konon berisi jasad seekor monyet. Kisah mistis ini diangkat oleh kanal Teman Dikala Malam dan membuat banyak orang bertanya-tanya: apakah benar hanya monyet yang dikubur di sana, atau ada kisah lain yang tersembunyi?

Lokasi makam tersebut berada di belakang rumah Hanung, seorang warga desa yang menjadi narasumber utama dalam cerita ini. Ia menyebutkan, sejak kecil dirinya sudah tahu keberadaan makam itu, tapi tak ada yang berani mendekat apalagi mengusiknya.

Baca Juga: Pemkot Blitar Tegaskan Komitmen Cegah Bullying di Sekolah, Ini Pesan Penting Wawali Mbak Elim

“Bentuknya kayak makam biasa, cuma agak kecil dan panjangnya nggak lazim buat binatang,” ujar Hanung dalam narasi yang dibacakan oleh Arya, kreator Teman Dikala Malam.

Keanehan makam ini sudah lama menjadi bahan bisik-bisik warga. Ukurannya yang terlalu simetris dan penggunaan batu nisan yang rapi membuat banyak orang mengira itu makam manusia.

Namun, menurut cerita turun-temurun, yang dikubur di sana bukan manusia—melainkan seekor monyet besar yang diyakini punya hubungan dengan dunia gaib.

Baca Juga: Masih Ada Jalan Rusak di Desa Candirejo Blitar, Pengendara Wajib Hati-hati

Asal-usul monyet tersebut simpang siur. Ada yang menyebut itu adalah hewan peliharaan kiai tua yang dulu pernah tinggal di desa itu, dan konon memiliki kemampuan luar biasa. Ada juga yang percaya, monyet itu adalah jelmaan dari penunggu kebun yang dulu pernah membantu warga saat musim paceklik.

“Warga sini percaya, itu bukan monyet biasa. Dia bisa bicara dalam mimpi,” ujar Hanung.

Cerita semakin menarik ketika Arya, si narator, menceritakan pengalamannya saat pertama kali diajak ke lokasi makam tersebut.

“Anehnya, makin dekat ke makam, suhu udara terasa turun. Padahal siang bolong. Rasanya seperti ada yang mengawasi,” kata Arya. Ia juga melihat banyak burung gagak beterbangan di atas makam, sesuatu yang jarang terlihat di desa itu.

Baca Juga: Komisi I DPRD Kota Blitar Sebut Sosialisasi SPMB SMA/SMK Belum Maksimal

Beberapa warga bahkan mengaku pernah melihat penampakan bayangan besar berjalan di sekitar kebun pada malam hari. Sosok itu tak jelas wujudnya, namun selalu mengarah ke titik makam. Seorang tetua desa pernah mengingatkan warga agar tidak iseng membuka makam itu karena bisa “membangunkan” roh penjaganya.

Arya juga mengungkapkan bahwa Hanung pernah bermimpi didatangi sosok lelaki berjubah putih yang menyuruhnya merawat makam itu. Sejak saat itu, Hanung secara rutin menaburkan bunga dan membersihkan area sekitarnya.

Anehnya, jika ia lupa melakukan ritual itu, suara-suara aneh seperti cakaran dan jeritan monyet akan terdengar dari arah kebun pada malam hari.

Baca Juga: Pemkot Blitar Mulai Bahas Peluang Kerja Sama Koperasi Kelurahan Merah Putih dengan Perbankan

Meski terdengar seperti cerita film horor, warga desa percaya bahwa makam itu adalah “pagar gaib” yang melindungi kebun dan desa dari marabahaya. Bahkan beberapa orang pernah mencoba memindahkan batu nisannya, tapi selalu gagal—alat-alat macet, tali putus, dan pekerjanya jatuh sakit secara misterius.

Cerita ini mengundang banyak perhatian setelah ditayangkan oleh kanal Teman Dikala Malam, yang dikenal dengan konten-konten bertema kisah mistis dari berbagai daerah di Indonesia.

Arya mengatakan bahwa ia tertarik mengangkat kisah ini karena ada nilai spiritual dan budaya lokal yang masih hidup di masyarakat desa.

“Ini bukan soal percaya atau tidak percaya, tapi bagaimana masyarakat merespons sesuatu yang tak bisa dijelaskan secara logika. Di sinilah kisah mistis bertumbuh,” kata Arya.

Baca Juga: Penasaran Salah Satu Koleksi Istimewa di Museum Penataran Blitar

Ia juga menyebut bahwa kisah makam monyet ini adalah satu dari sekian banyak cerita serupa yang belum pernah terdokumentasikan secara resmi.

Pihak desa sendiri memilih untuk membiarkan makam itu tetap seperti adanya. Tak ada niatan untuk membongkar atau memindahkan, meski sempat ada tawaran dari pihak luar yang ingin meneliti.

“Kami hormati kepercayaan warga. Kalau itu dipercaya sebagai penjaga kebun, ya biarkan dia di sana,” ujar seorang perangkat desa.

Makam itu kini menjadi semacam “penanda” bagi warga sekitar. Jika ada suara aneh di malam hari, atau hewan ternak bertingkah tak wajar, sebagian warga percaya roh penjaga makam sedang memberi peringatan.

Cerita ini menambah daftar panjang kisah mistis yang berkembang di Blitar dan sekitarnya—kisah yang hidup dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi. Dan siapa sangka, di balik semak-semak kebun yang tampak biasa, ada satu makam sunyi yang menyimpan misteri: apakah benar itu monyet biasa, atau sesuatu yang jauh lebih besar dari itu?

Editor : Anggi Septian A.P.
#Cerita Horor #di Tengah #blitar #kisah mistis #kebun #monyet