Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mbah Din Jelaskan Tujuan YouTube Viral-nya, Mirip Gus Samsudin

Anggi Septiani • Jumat, 18 Juli 2025 | 21:30 WIB

Mbah Din Jelaskan Tujuan YouTube Viral-nya, Mirip Gus Samsudin
Mbah Din Jelaskan Tujuan YouTube Viral-nya, Mirip Gus Samsudin

BLITAR– Nama Mbah Din belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial usai konten-konten mistis yang ia unggah lewat kanal YouTube pribadinya viral. Banyak yang membandingkan pendekatan dakwah digitalnya dengan tokoh spiritual asal Blitar lainnya, Gus Samsudin. Keduanya sama-sama menampilkan dunia gaib dan spiritual dalam bingkai religius yang dekat dengan masyarakat awam.

Video-video Mbah Din yang menampilkan praktik penangkal santet, ruqyah, hingga bacaan selawat penetral energi negatif kerap ditonton ratusan ribu kali. Tak sedikit yang menyebut pendekatannya mirip Gus Samsudin, karena sama-sama mengemas konten mistik dalam format digital yang mudah diakses. Namun, Mbah Din menegaskan bahwa ia tidak sedang memamerkan kesaktian, melainkan menyampaikan dakwah lewat bahasa yang dimengerti masyarakat akar rumput.

“Bukan ingin dianggap sakti atau bisa lihat jin. Saya ini hanya santri roso. Kalau ada video yang seperti itu, itu cara saya mengajak orang kembali salat, kembali selawat,” ujar Mbah Din saat ditemui tim Blitar Kawentar, Kamis (18/7).

Baca Juga: Manfaatkan Teknologi AI untuk Majukan UMKM Indonesia

Di kanal YouTube-nya, memang sering muncul visualisasi benda-benda aneh yang disebut terkena santet—dari paku dalam tubuh, beling, hingga sosok bayangan hitam yang berhasil “ditarik” dari rumah pasien. Meski terdengar mistis, Mbah Din menjelaskan bahwa itu semua adalah bagian dari dakwah simbolik yang lebih mudah dicerna publik, terutama mereka yang awam dengan istilah-istilah syariat.

"Kalau saya cuma ngomongin fiqih atau tasawuf, orang malas dengar. Tapi kalau saya bilang ada jin di rumahnya, langsung dia dengar. Nah, setelah itu saya ajak dia salat dan jaga wudu," jelasnya.

Nama Gus Samsudin memang tidak bisa dilepaskan dari tren konten spiritual yang viral di Blitar dan sekitarnya. Mbah Din mengaku, ia tak mempermasalahkan jika kemudian dirinya dibanding-bandingkan. Bahkan, ia mengaku pernah mendoakan kesuksesan Gus Samsudin karena membawa warna baru dalam dakwah di era digital. "Bagi saya, selama itu mengajak ke jalan Allah, kenapa tidak?" ucapnya.

Baca Juga: Dua Tahun Sudah Beroperasi, Pemkot Blitar Akhirnya Segel Jaringan Fiber Optik Tak Berizin

Mbah Din juga menegaskan bahwa semua amalan yang ia ajarkan kepada para pengikut dan pasiennya bersanad dari para kiai kampung yang ia datangi sejak muda. Ia tak mengklaim memiliki ilmu laduni atau pewahyuan batin. “Saya hanya tukang ngamal selawat. Ijazah saya ya dari para guru saya yang tidak terkenal tapi istiqomah,” tuturnya.

Lebih lanjut, pria asli Lampung yang kini menetap di Blitar ini menjelaskan bahwa ia tidak membuka praktik pengobatan atau konsultasi mistis secara komersial. Ia lebih memilih membuka majelis selawat dan pengajian kecil di rumahnya. Hasil dari YouTube ia gunakan untuk kebutuhan santri dan warga sekitar. “Kami punya beberapa anak yatim yang kami bantu. Kalau ada yang nyumbang lewat YouTube, ya kami pakai buat beli beras dan keperluan pengajian,” katanya.

Meski begitu, tidak sedikit warganet yang menuding konten-kontennya penuh rekayasa. Tanggapan itu ia sambut dengan santai. “Silakan saja tidak percaya. Saya tidak paksa orang untuk yakin. Tapi kalau karena video itu ada satu orang yang salat malam, saya sudah cukup senang,” ujar Mbah Din.

Baca Juga: MIN di Kabupaten Blitar Serap 1.438 Siswa Baru di Tahun Ajaran Baru 2025/2026

Dalam beberapa video, terlihat pula ia mengingatkan jamaah untuk tidak bergantung pada benda-benda mistis. Ia justru menganjurkan agar masyarakat memperkuat doa dan keyakinan pada Allah. “Saya tidak jual jimat. Saya ajak orang kembali yakin pada selawat Nabi. Itu inti dari semua yang saya sampaikan,” tegasnya.

Konten-konten bertema santet dan energi gaib memang memiliki magnet tersendiri di YouTube. Dengan mengemasnya secara naratif dan sinematik, Mbah Din mengaku bisa menjangkau generasi muda yang biasanya alergi pada tema keagamaan. “Anak-anak muda sekarang lebih suka tontonan. Nah, kalau dakwah dibungkus dengan kisah, mereka jadi tertarik,” paparnya.

Di akhir wawancara, Mbah Din menyampaikan harapannya agar semakin banyak dai dan santri yang berani masuk ke dunia digital. Ia yakin dakwah tidak boleh terpaku pada mimbar dan kitab, tapi juga harus menjangkau layar-layar ponsel. “Saya bukan siapa-siapa. Tapi kalau ada yang ikut selawat gara-gara video saya, itu sudah lebih dari cukup,” ujarnya.

Baca Juga: Tamu Tak Diundang: Kisah Mistis Monyet Gaib Penjaga Makam di Kebun Blitar

Seperti halnya Gus Samsudin, Mbah Din menjadi contoh bagaimana dunia spiritual dan teknologi bisa saling melengkapi. Di tengah maraknya konten negatif, munculnya tokoh-tokoh seperti mereka bisa menjadi penyeimbang. Meski berbeda pendekatan, mereka sama-sama menunjukkan bahwa dakwah bisa merangkul, bukan sekadar menghakimi.

Editor : Anggi Septian A.P.
#ruqyah #santet #konten #Din #Mbah #Karena #youtube #mistis #seperti #viral #dan