Generasi Boomer Enggan Mengakui Kesalahan, Secara Emosional Belum Dewasa

Prima Suci Maharani • Dipublikasikan Minggu, 20 Juli 2025 | 17:00 WIB
Ahli Psikolog Keluarga, Ayoe Sutomo (Dikutip dari akun Instagram @ayoestutomo)
Ahli Psikolog Keluarga, Ayoe Sutomo (Dikutip dari akun Instagram @ayoestutomo)

BLITAR –  Kebiasaan masyarakat yang kerap mengaitkan kedewasaan dengan bertambahnya usia atau status pernikahan, ahli psikolog keluarga, Ayoe Sutomo memberikan perspektif mendalam.

Di sebuah acara "A Letter to 20s from us in our 40s", ia membongkar mitos umum tentang kedewasaan yang selama ini dipercayai banyak orang.

"Kami sering terjebak pada anggapan bahwa semakin tua seseorang, semakin dewasa pula pemikirannya. Kenyataannya? Tidak selalu demikian," ujar Ayoe.

Fenomena yang disebut Ayoe sebagai "ketidakdewasaan emosional" ini ternyata banyak terjadi di sekitar kita.

Ia menceritakan pengalamannya bertemu dengan klien-klien berusia paruh baya yang justru menunjukkan perilaku emosional layaknya remaja.

"Ada orang tua yang marah-marah tidak terkendali atau pasangan yang selalu menyalahkan orang lain," jelasnya.

3 indikator utama sebagai acuan kedewasaan adalah:

  1. Kemampuan untuk tidak langsung bereaksi.
  2. Keberanian mengakui kesalahan.
  3. Kemampuan memberikan ruang bagi orang lain.

Mengapa banyak orang yang secara usia sudah dewasa tetapi emosinya tetap "kekanakan"? Ayoe menjelaskan bahwa akar masalahnya seringkali terletak pada pola asuh masa kecil.

"Banyak orang tua yang tidak mengajarkan anaknya mengelola emosi. Akibatnya, ketika dewasa mereka kesulitan menghadapi konflik," ujarnya.

"Sejatinya kedewasaan adalah ketika kita bisa membedakan mana yang bisa diubah dan mana yang harus diterima.

Baca Juga: Anggota DPRD Kabupaten Blitar Diadukan Istri karena Telantarkan Keluarga, Begini Penjelasannya

Ini tidak datang dengan sendirinya, tapi melalui proses belajar terus-menerus," tegas Ayoe.(*)

Editor : M. Subchan Abdullah
Sumber : YOUTUBE IN OUR TWENTIES
generasi muda anak muda generasi z Tekanan sosial digital ketidakdewasaan emosional Emosional kesehatan mental Tekanan sosial generasi milenial generasi boomer Ayoe Sutomo psikolog