BLITAR - Sepeda motor lawas dengan berbagai warna, onderdil, dan spare part-nya masih tetap memiliki tempat khusus bagi sebagian kalangan.
Hal itu semakin ramai dan menjadi gaya hidup terkini. Peluang ini tak ingin dilewatkan, salah satunya oleh Hadi Wiratno, warga Kelurahan/Kecamatan Kanigoro, dengan berjual beli berbagai spare part dan body kit motor lawas.
Kesenangan dan hobi dengan motor-motor jenis lawas dari berbagai merek menginspirasi Hadi, sapaan akrabnya. Semakin ramainya penggemar motor lawas ini dilihatnya sebagai peluang cuan yang menarik.
“Keberadaan spare part motor lawas ini kan banyak dibuang dan dijual di tempat rongsokan. Jadi ini buat saya adalah peluang yang bagus,” jelas pria ramah ini.
Sejak 2019 lalu, tutur Hadi, dia mulai mengumpulkan dan membeli berbagai spare part, onderdil, dan body kit berbagai jenis motor.
Kemudian direkondisi dan dijual kembali kepada para pelanggan, yang rata-rata adalah para penggemar motor-motor lawas, khususnya dari pabrikan Jepang.
“Dari hobi kemudian menjadi pekerjaan. Iseng-iseng berhadiah buat saya. Dan ternyata memang cukup menghasilkan,” aku pemilik galeri di rumahnya di Kelurahan/Kecamatan Kanigoro ini.
Untuk saat ini, ujar dia, paling banyak dicari untuk dibeli adalah spare part motor FIZ R, U5, s90z dari Yamaha, kemudian berbagai spare part motor Honda jenis Grand dan Supra, serta C70. Tentunya juga berbagai peralatan dan onderdil motor Vespa dari berbagai jenis.
“Semua merek motor rata-rata pernah mengeluarkan spare part edisi rare, dan itu biasanya paling laku dan banyak dicari, terutama bagian body kit dan spakbor,” ungkap pria kelahiran 39 tahun lalu ini.
Untuk penjualan, Hadi memilih proses offline dan juga online.
Para pelanggan yang sudah mengenalnya biasanya langsung datang untuk mencari berbagai kebutuhan untuk motornya dengan langsung dating ke galeri miliknya.
Baca Juga: Generasi Boomer Enggan Mengakui Kesalahan, Secara Emosional Belum Dewasa
Beberapa barang yang terbilang langka akan disimpan dan dipasarkan secara online.
“Kalau barang biasa selalu ada di galeri, di rumah, tapi beberapa jenis barang yang saya anggap cukup langka akan saya pasarkan lewat media sosial (medsos). Ini biasanya harganya lebih baik dan tinggi. Biasanya saya kirim ke Jakarta atau Bandung,” ungkapnya.(ady/c1)
Editor : M. Subchan Abdullah