BLITAR – Di perbatasan antara Kabupaten Pasuruan dengan Kabupaten Mojokerto, berdiri sebuah gunung tinggi nan indah bernama Gunung Penanggungan.
Gunung ini tak hanya menyuguhkan pemandangan alamnya saja, tetapi juga nilai spiritualitas sejarah dari peradaban kuno.
Dahulu, gunung ini dikenal sebagai Pawitra yang menyimpan jejak sejarah masa Hindu-Buddha. Terdapat 198 situs kuno tersebar di lerengnya, mulai dari candi, gua pertapaan, dan petirtaan suci.
Gunung ini menyisakan relief-relief tokoh mitologi kuno mulai dari Candi Wayang yang menjadi bagian dari kisah Panji.
Meski tak utuh lagi, relief ini tetap ada dari sisa bekas pengikisan akibat degradasi lingkungan.
Di perjalanan, pengunjung akan menemukan Situs Kama 4, sebuah Gua Pertapaan yang terletak di lereng Gunung Gajah Mungkur.
Situs ini memiliki desain arsitektur dengan mulut gua yang menyerupai pintu candi dan ruang sempit di dalamnya, tempat ini diyakini menjadi ruang tapa para resi dalam mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Bagi yang ingin membersihkan diri secara spiritual, Petirtaan Jolotundo adalah tempat yang tepat. Terletak di lereng bawah, petirtaan ini dibangun sebagai tempat penyucian diri sebelum menuju ke kawasan suci Pawitra.
Menariknya, seluruh situs ini tersebar mengikuti formasi mandala, konsep kosmologi dalam ajaran Hindu-Buddha.
Gunung Penanggungan berada di pusat mandala, dikelilingi oleh delapan puncak lainnya yang masing-masing menyimpan situs-situs sakral.
Wisata ke Gunung Penanggungan bukan sekadar wisata alam biasa, gunung ini menawarkan perjalanan mengenal leluhur bangsa yang masih dilestarikan hingga saat ini.
Generasi muda wajib menjaga cagar budaya alam agar tak hilang tertelan waktu.
Editor : Anggi Septian A.P.