BLITAR - Di tengah gempuran kuliner modern, sebuah gerobak sederhana di sudut Kota Blitar menjadi bukti bahwa rasa otentik tak akan pernah kehilangan pencintanya.
Inilah Somay Pak Agus, sebuah nama yang telah dikenal selama 20 tahun, menyajikan kehangatan dan cita rasa yang konsisten menggoyang lidah warga Blitar.
Bertahan sejak 2005, somay ini bukanlah sekadar jajanan pengganjal perut. Ini adalah tentang racikan bumbu kacang yang khas, diolah dari resep rahasia pemiliknya sendiri.
Sausnya yang kental dengan sentuhan aroma rempah yang kuat menjadi magnet utama, membedakannya dari somay lain.
Seporsi seharga Rp 6.000 ini berisi somay kenyal, tahu lembut, dan sebutir telur, disiram saus melimpah yang tak pelit di lidah. Petualangan rasa ini bisa Anda temukan di sebuah kedai sederhana di Jalan Kalimantan, Kecamatan Sananwetan, dekat GOR Soekarno-Hatta.
Kisah perjuangannya dimulai pada 2005, tepatnya saat dia berjualan di depan GOR. Namun, seiring berjalannya waktu, ia memutuskan menyewa tempat yang lebih strategis di gang selatan GOR.
Di masa jayanya, kedai ini bisa menjual hingga 300 porsi dalam sehari, terutama saat jam pulang sekolah dan kuliah tiba. Kuncinya adalah adaptasi dan kegigihan.
Agus mengaku, di awal usahanya, rasa siomaynya sempat sulit diterima lidah warga lokal.
"Dulu awal-awal susah menyesuaikan sama lidah warga sekitar. Kemudian saya coba-coba terus, utak-atik resep, akhirnya bisa masuk sama selera warga sini," tuturnya sambil cekatan menyiapkan pesanan pelanggan.
Perjalanan harga pun menjadi saksi bisu. Dari yang awalnya hanya Rp 2.500 per porsi, kini menjadi Rp 6.000, sebuah penyesuaian yang sepadan dengan kualitas rasa yang terus dijaga.
Melihat ke depan, Agus tidak berhenti bermimpi. Dengan usaha yang ia bangun sepenuh hati bersama sang istri, ia berharap suatu saat nanti bisa membuka cabang di beberapa titik di Blitar, agar semakin banyak orang bisa menikmati somay racikannya sendiri. (mg3/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah