BLITAR - Di tengah menjamurnya kedai kopi modern dengan lampu temaram dan pendingin ruangan, sebuah sudut Kabupaten Blitar menawarkan sensasi nongkrong yang berbeda.
Lupakan sejenak kursi sofa empuk, mari kita nikmati syahdunya senja di Talang Serut, tempat di mana suara gemericik air dan tawa riang menjadi musik utamanya.
Talang Serut, sebuah area di tepi saluran irigasi besar yang airnya mengalir deras. Terletak di Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar area ini telah menjelma menjadi tempat warga lokal dari segala usia untuk bersantai, berbincang, dan tentu saja, berburu pemandangan matahari terbenam yang memukau.
Suasana asri dan pemandangan aliran air yang menenangkan menjadi daya tarik utama yang membuatnya tak kalah saing dari kafe-kafe kekinian di tengah kota.
Usut punya usut, denyut kehidupan di Talang Serut ini bermula dari situasi yang tak terduga. Pada 2020, saat pandemi Covid-19 membatasi pergerakan warga, beberapa penduduk sekitar berinisiatif membuka lapak sederhana.
Mereka tak bisa bepergian jauh, maka pekarangan di sekitar talang air sungai disulap menjadi ladang rezeki.
"Dulu di sini cuma beberapa warung biasa, Mas. Alasnya pakai karpet begitu saja, Tapi lambat laun semakin ramai, akhirnya tempatnya butuh beberapa penyesuaian dan renovasi seperti sekarang," tutur Bu Siti, 39, salah satu pedagang perintis di Talang Serut.
Dari mulut ke mulut dan berkat unggahan di media sosial, popularitas Talang Serut terus meroket.
Apa yang dimulai dari lapak sederhana, kini telah berkembang menjadi deretan kedai yang lebih tertata dan tetap mempertahankan pesona alaminya.
“Sekarang menjadi destinasi untuk bersantai dan nongkrong yang cukup ramai,” ujarnya.
Para pedagang mulai menggelar dagangannya sekitar pukul 14.00 WIB dan akan melayani pengunjung hingga pukul 21.00 WIB.
Baca Juga: Lebih Dekat dengan Duta Pariwisata Nusantara Jatim asal Nglegok Blitar
Namun, waktu emas untuk datang adalah sore hari, saat semburat jingga matahari perlahan turun dan memantulkan cahayanya di permukaan air yang deras.
Walaupun tempat ini tutup hingga dini hari, warga sekitar berinisiatif untuk menjaga keamanan dan kenyamanan. Dengan begitu, tidak ada pengunjung yang memanfaatkan tempat ini untuk tindakan tidak senonoh.
“Kalau dari warung, saya tutup jam 9 malam, Mas. Tapi beberapa warung lain tutupnya sekitaran jam 12-an, masih aman, tidak dibuat aneh-aneh oleh pengunjung yang datang karena dijaga warga sekitar,” ungkap Siti.
Jika mencari tempat bersantai yang jauh dari hiruk pikuk kota dan ingin merasakan suasana yang membumi serta harga yang ramah di kantong, Talang Serut jawabannya.
Ini ialah bukti bahwa kebahagiaan sederhana menikmati secangkir kopi sambil mendengarkan alam tidak akan pernah lekang oleh waktu.
Tempat ini menjadi rekomendasi sempurna bagi siapa pun yang ingin menikmati keindahan sore tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam.
Dari anak-anak hingga dewasa, semua berkumpul di sini. Salah satunya yakni Isyuni Saroh 43, ibu rumah tangga yang rumahnya tak jauh dari lokasi. Baginya, Talang Serut adalah pelarian singkat yang sempurna.
"Saya sering ke sini karena senang menikmati arus air, dan yang paling penting harga makanannya sangat terjangkau," tuturnya sambil tersenyum.
Tak hanya warga sekitar, ada pula Alfi, 24, pemuda asal Kecamatan Wlingi yang rela menempuh jarak cukup jauh untuk sekadar berbincang dengan temannya di sini.
"Saya lebih memilih ngobrol di sini daripada di kafe. Lebih nyaman dan tenang," ungkapnya.(*/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah