Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Es Pleret dan Waji Keletik Blitar Jadi Rebutan! Netizen: Lebih Enak dari Dessert Kekinian

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Jumat, 1 Agustus 2025 | 22:30 WIB
- Di tengah tren dessert kekinian yang berlomba-lomba tampil mewah dan Instagramable, ternyata Blitar punya jagoan kuliner lokal yang tak kalah menggoda. Dua nama yang kini mencuri perhatian warganet
- Di tengah tren dessert kekinian yang berlomba-lomba tampil mewah dan Instagramable, ternyata Blitar punya jagoan kuliner lokal yang tak kalah menggoda. Dua nama yang kini mencuri perhatian warganet

BLITAR - Di tengah tren dessert kekinian yang berlomba-lomba tampil mewah dan Instagramable, ternyata Blitar punya jagoan kuliner lokal yang tak kalah menggoda. Dua nama yang kini mencuri perhatian warganet adalah es pleret dan waji keletik, dua kuliner khas Blitar yang sukses bikin banyak orang jatuh cinta karena rasa dan tampilannya yang otentik.

Tak seperti boba kekinian yang penuh pewarna buatan, kuliner khas Blitar satu ini justru tampil sederhana, namun sarat rasa dan sejarah. Es pleret menawarkan sensasi segar dari santan, sirup, dan bola-bola tepung beras yang kenyal. Sementara waji keletik hadir dengan keunikan rasa manis alami dari gula kelapa dan balutan kulit jagung kering yang aromatik.

Keduanya kini banyak diulas para konten kreator kuliner di TikTok dan Instagram. Bahkan, sejumlah netizen menyebut es pleret dan waji keletik lebih unggul dari dessert kekinian seperti puding boba atau souffle pancake. “Lebih natural, lebih enak, dan ada cerita lokalnya,” komentar akun @cemilankuno yang viral beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Polisi Ungkap Pria Sebatang Kara Warga Kanigoro Blitar Membusuk di Kontrakan

Es Pleret: Segarnya Asli, Tanpa Gimik

Es pleret adalah minuman tradisional yang dibuat dari tepung beras yang dibentuk bulat kecil, lalu direbus dan disajikan dalam sirup santan yang manis dan gurih. Dihidangkan dengan es batu, rasa segarnya sangat cocok dinikmati saat siang hari di Blitar yang terkenal panas.

Minuman ini sangat populer di kalangan anak-anak era 90-an dan kini kembali naik daun karena tampilannya yang unik dan autentik. Bentuk bulat-bulat kecil dari tepung beras seringkali dikira boba oleh generasi muda, padahal ini versi lokal yang jauh lebih sehat karena tanpa pengawet dan pewarna buatan.

Di beberapa warung legendaris di Blitar, es pleret dijual dengan harga sangat terjangkau, mulai dari Rp3.000 hingga Rp5.000 saja per gelas. Tak heran jika banyak wisatawan berburu es pleret sebagai minuman pembuka sebelum wisata kuliner lainnya.

Baca Juga: Gas Melon Mulai Langka di Blitar, Disperindag-Pertamina Turun Lakukan Penelusuran

Waji Keletik: Legit, Harum, dan Bikin Nostalgia

Satu lagi kuliner khas Blitar yang tak kalah populer adalah waji keletik. Camilan ini terbuat dari beras ketan dan gula kelapa, kemudian dibungkus dengan kulit jagung kering. Aromanya harum, rasanya legit, dan teksturnya padat namun lembut—kombinasi yang membuat banyak orang ketagihan.

Waji keletik bukan hanya makanan, tapi juga simbol tradisi. Dahulu sering disajikan dalam acara adat dan kenduri. Kini, waji keletik justru digemari anak muda karena tampilannya yang “vintage” dan cocok dijadikan properti foto.

Di era di mana dessert modern kadang terlalu manis atau instan, waji keletik hadir sebagai alternatif lokal yang sehat, alami, dan penuh nilai budaya. Bahkan sejumlah UMKM Blitar mulai memasarkan waji keletik lewat e-commerce dan media sosial dengan kemasan kekinian.

Baca Juga: Silsilah Kiai Legendaris Blitar: Gus Iqdam dan Jejak Pondok Mamba’ul Hikam Mantenan

Konten Kreator Ramaikan Tren “Dessert Lokal Challenge”

Tren kuliner khas Blitar ini makin menggema sejak munculnya tantangan “Dessert Lokal Challenge” yang viral di TikTok. Banyak pengguna mengunggah video membandingkan dessert modern dengan makanan tradisional seperti es pleret dan waji keletik. Tak sedikit yang akhirnya lebih memilih jajanan Blitar karena rasanya lebih “real”.

Salah satu video yang viral adalah milik akun TikTok @lidyanonton yang mencoba waji keletik sambil menjelaskan proses pembuatannya. Dalam 3 hari, video itu ditonton lebih dari 600 ribu kali dan mendapatkan komentar positif seperti “Rindu jajanan ndeso” hingga “Akhirnya ada yang angkat makanan lokal”.

Peluang ini tentu bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM di Blitar untuk mendorong branding makanan khas daerah. Pemerintah daerah pun mulai menggandeng kreator lokal untuk memproduksi konten wisata kuliner berbasis budaya.

Baca Juga: Bukan Anak Kota, Ini Perjalanan Gus Iqdam dari Desa Karanggayam hingga Jadi Figur NU Muda

Kuliner Tradisional Bersaing di Era Digital

Di era digital ini, kekuatan visual dan cerita menjadi nilai tambah yang besar. Untungnya, kuliner khas Blitar seperti es pleret dan waji keletik punya dua-duanya. Tampilan yang unik, cita rasa yang khas, dan kisah budaya yang mendalam menjadi modal kuat untuk bersaing di tengah gempuran makanan modern dari luar negeri.

Bukan hanya nostalgia, kini makanan tradisional mulai dilihat sebagai gaya hidup baru: sehat, alami, dan ramah lingkungan. Kuliner seperti waji keletik misalnya, menggunakan bahan lokal dan bungkus ramah lingkungan dari kulit jagung—sesuatu yang sangat relevan dengan semangat hidup berkelanjutan.

Jadi, buat kamu yang sedang cari inspirasi dessert yang anti-mainstream, kenapa tidak mulai dari yang lokal? Es pleret dan waji keletik bisa jadi jawaban manis dan segar untuk lidah yang jenuh dengan makanan serba instan.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Ayam lodho #kuliner khas blitar #nasi pecel