BLITAR - blitarkawentar.jawapos.com – Aroma wangi khas ayam lodho kini kembali menggoda lidah warganet setelah viral di TikTok. Masakan tradisional khas Jawa Timur ini jadi perbincangan hangat setelah beberapa konten kreator kuliner seperti Ririn Jaelani dan Terede Zelani mengunggah video resep ayam lodho lengkap dengan proses pembakaran ayam hingga penyajian akhir yang menggugah selera.
Dalam unggahan Ririn Jaelani, tampak ayam kampung yang dibakar hingga sedikit gosong, lalu dimasak perlahan dalam kuah santan yang kaya rempah. “Aromanya tuh sampai ke tetangga! Bener-bener bikin laper padahal baru lihat videonya,” tulis salah satu komentar warganet yang telah ditonton lebih dari 1,3 juta kali di TikTok. Sejak itulah, pencarian tentang resep ayam lodho melonjak di berbagai platform digital.
Ayam lodho dikenal sebagai hidangan khas Tulungagung dan Blitar yang memiliki cita rasa gurih, pedas, dan aroma smoky dari proses pemanggangan ayam sebelumnya. Perpaduan antara rempah, santan kental, dan daging ayam kampung yang empuk menjadi ciri khas tak tergantikan. Tak heran jika netizen menyebut ayam lodho sebagai comfort food lokal yang sedang naik daun kembali.
Baca Juga: Gas Melon Mulai Langka di Blitar, Disperindag-Pertamina Turun Lakukan Penelusuran
Resep Tradisional yang Mendadak Populer di Era Digital
Fenomena viralnya ayam lodho di TikTok menjadi bukti bagaimana resep-resep tradisional Indonesia bisa kembali mendapat sorotan berkat media sosial. Ririn Jaelani, kreator konten kuliner yang juga dikenal sebagai ibu rumah tangga kreatif, berhasil membawa nuansa dapur Jawa Timur ke layar jutaan penonton. Dengan penyampaian yang ramah dan penggunaan bahasa campuran formal dan logat daerah, Ririn memperkenalkan kembali masakan ayam lodho kepada generasi muda.
“Ayam lodho ini punya cita rasa yang unik. Proses awal dibakar dulu di atas teflon atau bara, lalu dimasak dengan bumbu halus dan santan. Teksturnya lembut banget karena dimasak 2 jam lebih, tapi worth it!” jelas Ririn dalam videonya. Ia juga menjelaskan bahwa "lodho" dalam bahasa Jawa berarti sangat empuk, yang jadi dasar penamaan hidangan ini.
Keunikan proses memasaknya—dimulai dari pembakaran ayam kampung, penggunaan santan cair dan santan kental secara bertahap, hingga rempah-rempah yang lengkap—menjadikan ayam lodho bukan sekadar masakan, tetapi sebuah karya rasa yang berakar dari budaya.
Baca Juga: Bukan Anak Kota, Ini Perjalanan Gus Iqdam dari Desa Karanggayam hingga Jadi Figur NU Muda
Komentar Netizen: “Ini Masakan Nenek Gue Banget!”
Respons warganet terhadap video ayam lodho sangat antusias. Banyak yang mengaitkan rasa dan aroma hidangan ini dengan memori masa kecil dan masakan ibu atau nenek di kampung halaman.
“Ini sih bukan cuma makanan, ini nostalgia,” tulis akun @dapurmbah, yang kemudian juga ikut membagikan versinya sendiri dengan sentuhan tambahan daun kemangi.
Tagar seperti #AyamLodho, #ResepJawa, dan #DapurIbu pun menjadi tren dalam kategori kuliner TikTok Indonesia. Banyak pengguna ikut mencoba resep ini di rumah, bahkan mengganti ayam kampung dengan ayam potong biasa untuk menghemat waktu memasak, meski mereka mengakui “beda jauh” dari versi aslinya.
Baca Juga: Pernah Malu Dipanggil Gus, Begini Cara Gus Iqdam Menebus Julukan Itu
Kuliner Lokal yang Layak Diangkat Nasional
Ayam lodho kini bukan hanya populer sebagai sajian keluarga di Jawa Timur, tetapi juga mulai muncul di berbagai restoran modern hingga menu katering premium. Viral di TikTok membuat masyarakat luar daerah pun penasaran dan mulai mencari tempat makan yang menyajikan ayam lodho otentik.
Beberapa pelaku UMKM di Blitar dan Tulungagung mengaku kebanjiran pesanan ayam lodho sejak tren ini muncul. “Biasanya cuma order untuk syukuran, sekarang ada yang pre-order buat makan keluarga setiap minggu,” ujar Bu Erna, pemilik warung ayam lodho di kawasan Wlingi, Blitar.
Pemerhati kuliner lokal, Dian Puspitasari, menyebut ini sebagai momentum penting untuk mengangkat kembali kuliner daerah ke panggung nasional. “Ketika masakan tradisional seperti ayam lodho bisa viral secara organik, itu pertanda masyarakat mulai kembali menghargai akar rasa Indonesia,” katanya.
Baca Juga: Pensiunan Guru di Blitar Ditangkap Pedagang usai Diduga Edarkan Upal di Pasar Tugu Rante
Ririn Jaelani: “Masak Itu Bukan Cuma Soal Resep, Tapi Cinta”
Sebagai penutup, Ririn menyampaikan harapannya agar generasi muda tak hanya bisa menikmati makanan jadi, tapi juga belajar dan memahami proses di baliknya. “Ayam lodho itu bukan cuma soal enak. Ada sejarahnya, ada cerita nenek kita di balik bumbu-bumbunya. Masak itu bukan cuma soal resep, tapi soal cinta,” ungkapnya dalam salah satu sesi live cooking-nya.
Kini, ayam lodho tidak lagi hanya tersaji di meja makan keluarga Jawa Timur saat hajatan atau syukuran. Berkat media sosial, ayam lodho menjelma jadi ikon kuliner yang menggoda lidah warganet di seluruh Indonesia. Dan mungkin, dalam waktu dekat, di dunia.
Editor : Anggi Septian A.P.