Rahasia Ayam Lodho Terede Zelani: Wangi Bakarannya Bikin Tetangga Laper Duluan

Findika Pratama • Dipublikasikan Sabtu, 2 Agustus 2025 | 21:00 WIB

Rahasia Ayam Lodho Terede Zelani: Wangi Bakarannya Bikin Tetangga Laper Duluan
Rahasia Ayam Lodho Terede Zelani: Wangi Bakarannya Bikin Tetangga Laper Duluan

BLITAR - blitarkawentar.jawapos.com – Resep ayam lodho buatan Terede Zelani kembali mencuri perhatian publik setelah video masaknya viral di TikTok. Dengan gaya khas yang hangat dan penuh semangat, Terede membeberkan rahasia utama kelezatan ayam lodho miliknya: ayam kampung dibakar lebih dulu hingga aromanya bikin tetangga kelaparan.

Ayam lodho, masakan khas Jawa Timur yang berasal dari wilayah Blitar dan Tulungagung, dikenal dengan kelezatannya yang otentik: bumbu rempah yang meresap, kuah santan yang gurih, dan tentu saja daging ayam yang super empuk. Dalam videonya, Terede menunjukkan bagaimana proses membakar ayam sebelum dimasak membuat aromanya lebih menggoda dan rasa lebih dalam.

“Kalau ayam lodho nggak dibakar dulu, ya aromanya beda, Masyaallah. Ini yang bikin tetangga nanya masak apa!” kata Terede dalam salah satu cuplikan video yang kini telah ditonton lebih dari 2 juta kali. Rahasia dapur ini menjadi inspirasi banyak netizen untuk ikut mencoba membuat ayam lodho versi mereka sendiri di rumah.Baca Juga: Gas Melon Mulai Langka di Blitar, Disperindag-Pertamina Turun Lakukan Penelusuran

Proses Bakar yang Jadi Game Changer

Dalam tayangan berdurasi hampir 10 menit itu, Terede menjelaskan bahwa proses membakar ayam kampung sebelum dimasak menjadi kunci utama. Ayam dipotong, dibersihkan, lalu dipanggang sebentar di atas teflon atau bara api hingga kulitnya agak gosong. Tujuannya bukan cuma memberi tekstur, tapi juga memunculkan aroma smokey khas ayam lodho yang autentik.

“Ini bukan gosong, ini karakter,” seloroh Terede sambil membalik potongan ayam. Teknik sederhana ini justru menjadi pembeda utama antara ayam lodho dengan masakan santan lainnya. Setelah dibakar, ayam dimasak dengan bumbu halus dari bawang putih, bawang merah, kemiri, kunyit, jahe, ketumbar, dan cabai, lalu ditambahkan santan cair dan kental dalam dua tahap.

Tak hanya teknik memasak, Terede juga menekankan pentingnya pemilihan bahan. Ia selalu menggunakan ayam kampung yang agak tua agar daging tidak hancur saat dimasak lama. “Yang muda cepat empuk, tapi rasa ayam kampung tua itu beda. Apalagi kalau dimasak sampai 2 jam. Gurihnya dapet banget,” ujarnya.

Baca Juga: Bukan Anak Kota, Ini Perjalanan Gus Iqdam dari Desa Karanggayam hingga Jadi Figur NU Muda

Netizen: “Aromanya Keterlaluan, Belum Masak Saja Sudah Laper!”

Komentar lucu dan antusias dari netizen bermunculan di kolom komentar video Terede. Banyak yang merasa relate dengan sensasi aroma ayam bakar yang menguar ke mana-mana bahkan sebelum kuah santan dituang. “Ini sih kalau masaknya di kos-kosan, satu RT bisa ikut lapar,” tulis akun @dapurmamahsasa.

Ada juga yang ikut membagikan pengalaman saat mencoba resep ayam lodho Terede di rumah. “Ternyata teknik bakar itu nggak boleh dilewatkan. Wangi banget! Anak saya sampai nungguin di depan dapur,” tulis akun @ibunajwa.

Popularitas video ini juga ikut mendorong sejumlah konten kreator lain untuk mencoba tantangan "masak ayam lodho ala Terede". Hashtag #AyamLodho dan #MasakanJawa langsung meroket dalam kategori kuliner TikTok Indonesia selama sepekan terakhir.

Baca Juga: Kenapa Dipanggil Gus? Gus Iqdam Beberkan Rahasia Garis Keturunan Kiai Zubaidi

Dari Dapur Rumah ke Dapur Publik

Ririn Jaelani, rekan sesama food content creator yang kerap mengulas resep tradisional, menyebut gaya Terede sebagai kombinasi pas antara otentik dan menghibur.

“Bukan cuma masak, tapi juga storytelling. Terede bisa bikin kita ngerasa diajak ngobrol sambil masak bareng,” kata Ririn.

Menurutnya, keberhasilan video ini tak lepas dari pendekatan yang membumi. “Bilang ‘bikin tetangga laper duluan’ itu kan khas banget. Semua orang pernah ngalamin aroma masakan tetangga yang bikin lapar padahal belum makan,” ujarnya sambil tertawa.

Baca Juga: Pernah Malu Dipanggil Gus, Begini Cara Gus Iqdam Menebus Julukan Itu

Kuliner Blitar yang Layak Melesat Nasional

Ayam lodho sendiri bukan hidangan asing bagi warga Blitar. Biasanya disajikan saat hajatan, selamatan, atau hari besar. Namun berkat media sosial, sajian khas ini kini dikenal oleh lebih banyak orang di luar Jawa Timur. Warung-warung makan mulai menambahkan ayam lodho dalam menunya, bahkan di kota-kota besar seperti Surabaya, Yogyakarta, hingga Jakarta.

Pemerintah daerah Blitar diharapkan turut memanfaatkan momen viral ini untuk mempromosikan kuliner lokal.

“Ayam lodho adalah warisan rasa yang layak dijadikan identitas kuliner Blitar,” kata Ririn. Ia juga menyarankan adanya festival ayam lodho sebagai ajang promosi UMKM kuliner khas daerah.

Baca Juga: Joko Kandung, Pahlawan Lokal Blitar yang Terlupakan: Jejak Perjuangan Melawan VOC Bersama Aryo Blitar

“Masak Jangan Buru-buru, Nikmati Prosesnya”

Terede menutup videonya dengan pesan yang menyentuh: “Masak itu bukan lomba cepat-cepatan. Nikmati prosesnya, rasakan aromanya, dan kasih cinta di setiap adukan bumbu.” Pesan ini disambut hangat oleh banyak ibu rumah tangga dan generasi muda yang mulai mencoba memasak sendiri di rumah.

Kini ayam lodho bukan cuma soal makanan, tapi jadi simbol kehangatan dapur Indonesia. Dan berkat aroma bakarannya, masakan ini bisa menyatukan orang di satu meja—atau membuat tetangga mampir karena lapar.

Editor : Anggi Septian A.P.
Sumber : You Tube, Ririn jaelani
Ayam lodho kuliner blitar