BLITAR - Nasi pecel Blitar kembali mencuri perhatian warganet, setelah resep klasiknya viral di TikTok dan Instagram. Lewat video unggahan akun kuliner Yasanasan, sajian legendaris berbumbu kacang ini mendadak jadi topik pembicaraan, bahkan disebut-sebut sebagai “resep warisan yang bikin kangen kampung halaman.”
Dengan gaya penyampaian yang sederhana, Yasanasan memperkenalkan cara membuat nasi pecel yang autentik: dari menggoreng kacang tanah, meracik sambal kacang dengan kencur dan daun jeruk, hingga menyajikannya bersama bayam, kol, kecambah, serta tahu-tempe bacem. Tanpa gimmick, tanpa narasi berlebihan—yang ditonjolkan justru kelezatan murni dari resep yang diwariskan turun-temurun.
“Masyaallah enaknya,” tulis salah satu komentar netizen di kolom komentar TikTok. “Saya jadi ingat ibu saya dulu suka bikin nasi pecel kayak gini tiap Jumat pagi,” tambah netizen lainnya. Dari nostalgia hingga selera, nasi pecel Blitar menyentuh dua sisi yang membuatnya viral: rasa dan kenangan.
Baca Juga: Polisi Ungkap Pria Sebatang Kara Warga Kanigoro Blitar Membusuk di Kontrakan
Dari Dapur Emak ke FYP TikTok
Resep nasi pecel bukan barang baru di Blitar. Hampir semua keluarga di kota ini menyimpan versi masing-masing, biasanya diwariskan dari generasi ke generasi. Namun, yang membuat video Yasanasan meledak adalah sentuhan tradisional yang kini terasa langka di tengah tren makanan instan dan kemasan.
Dalam video berdurasi sekitar 10 menit itu, terlihat tangan telaten Yasanasan menggiling bumbu di atas cobek batu, tanpa blender elektrik. Suara ulekan berpadu dengan aroma kacang dan kencur, menyulap dapur menjadi ruang nostalgia. Musik latar sederhana dipilih untuk menjaga kesan hangat dan membumi.
“Di rumah saya biasa bikin nasi pecel sendiri. Tapi setelah lihat video ini, saya jadi lebih semangat karena merasa seperti masak bareng ibu di dapur,” ujar Ayu, warga Kecamatan Sananwetan yang mengaku menemukan video itu saat iseng scroll TikTok tengah malam.
Baca Juga: Silsilah Kiai Legendaris Blitar: Gus Iqdam dan Jejak Pondok Mamba’ul Hikam Mantenan
Kuliner Tradisional di Era Digital
Fenomena viralnya nasi pecel Blitar bukan hanya soal makanan, melainkan bagaimana warisan budaya bisa hadir kembali lewat medium digital. TikTok yang selama ini dikenal sebagai platform hiburan cepat ternyata juga punya ruang untuk menyampaikan nilai-nilai lokal, termasuk kuliner tradisional seperti nasi pecel.
Menurut pengamat media sosial dari Universitas Negeri Malang, Dr. Laila Nur Azizah, resep-resep tradisional punya daya tarik kuat karena menyentuh dua lapisan emosi: kelezatan dan nostalgia. “Saat seseorang melihat nasi pecel yang disajikan seperti dulu, itu bukan sekadar makanan, tapi ingatan masa kecil yang ikut hadir,” ujarnya.
Apalagi nasi pecel sangat representatif terhadap identitas kuliner Blitar. Cita rasa sambal kacangnya yang medok dengan aroma daun jeruk dan kencur, ditambah ragam sayuran rebus dan tempe bacem, menjadikan menu ini bukan hanya mengenyangkan, tapi juga penuh cerita.
Baca Juga: Kenapa Dipanggil Gus? Gus Iqdam Beberkan Rahasia Garis Keturunan Kiai Zubaidi
Potensi UMKM dan Bisnis Rumahan
Tak sedikit pula netizen yang mulai menjadikan resep ini sebagai peluang usaha. Beberapa komentar di TikTok menyebutkan bahwa mereka mencoba menjual nasi pecel di warung kecil atau via pesan antar. Salah satu UMKM di Blitar bahkan mengaku langsung mendapatkan lonjakan pesanan setelah mengadopsi resep ala Yasanasan.
“Awalnya saya hanya jual 10 bungkus sehari. Setelah video itu viral, saya coba pakai resepnya, dan sekarang bisa sampai 40 bungkus tiap pagi,” ungkap Siti, penjual nasi pecel di Pasar Templek, Blitar.
Dengan bahan-bahan yang relatif murah dan proses pembuatan yang bisa disesuaikan, nasi pecel memang cocok untuk dijadikan produk kuliner rumahan. Apalagi kini masyarakat semakin mencari makanan sehat, sayuran rebus dan sambal kacang menjadi opsi yang lebih bersih dan alami.
Baca Juga: Mengaku Hanya Orang Biasa, Gus Iqdam Ungkap Alasan Mau Memantaskan Diri
Dari Blitar untuk Nusantara
Popularitas nasi pecel Blitar yang menanjak lewat video TikTok ini jadi bukti bahwa resep lokal tak pernah mati. Justru, di tengah gempuran tren makanan kekinian, masyarakat mulai kembali mencari rasa yang dikenal baik oleh lidah dan hati.
Nasi pecel bukan sekadar menu sarapan. Ia adalah identitas, cerita keluarga, dan rasa cinta yang dihidangkan dalam piring sederhana. Lewat tangan-tangan kreatif seperti Yasanasan, warisan kuliner Blitar terbukti masih punya tempat di hati generasi muda.
Dan yang paling penting, semua itu bermula dari dapur kecil yang penuh rasa.
Baca Juga: Kerajaan Blitar: Warisan Leluhur Aryo Blitar yang Terlupakan oleh Sejarah Resmi
Editor : Anggi Septian A.P.