Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Masyaallah Enaknya! Netizen Ramai Coba Resep Ayam Lodoh ala Terede Zelani

Findika Pratama • Minggu, 3 Agustus 2025 | 18:00 WIB

Masyaallah Enaknya! Netizen Ramai Coba Resep Ayam Lodoh ala Terede Zelani
Masyaallah Enaknya! Netizen Ramai Coba Resep Ayam Lodoh ala Terede Zelani

BLITAR - blitarkawentar.jawapos.com – Kalimat “Masyaallah, enaknya!” kini bukan hanya jadi ungkapan di meja makan, tapi juga simbol viralnya resep ayam lodho ala Terede Zelani yang ramai dibicarakan di TikTok dan YouTube. Resep tradisional khas Jawa Timur ini mencuri perhatian warganet karena kombinasi aroma, rasa, dan cara penyajian yang bikin perut lapar hanya dengan melihat videonya.

Food creator Ririn Jaelani mencatat bahwa sejak video masak ayam lodho buatan Terede viral, banyak netizen mulai mengunggah versi mereka sendiri. "Yang bikin seru bukan cuma hasil akhirnya yang menggoda, tapi juga ekspresi tulus kayak ‘Masyaallah enaknya’ dari para penonton yang relatable banget buat orang Indonesia," ujarnya dalam konten reaksi yang tayang di kanal YouTube-nya.

Ayam lodho sendiri merupakan masakan khas dari Blitar dan Tulungagung. Ciri khasnya adalah ayam kampung yang dibakar lebih dulu, lalu dimasak dalam kuah santan dan rempah selama berjam-jam hingga dagingnya super empuk. Resep ini menjadi viral berkat teknik sederhana namun aromanya menggoda dan hasilnya memuaskan. Tak heran jika netizen menyambutnya dengan ucapan khas penuh rasa: “Masyaallah, ini sih juara!”

Baca Juga: Gas Melon Mulai Langka di Blitar, Disperindag-Pertamina Turun Lakukan Penelusuran

Ungkapan Religius Jadi Reaksi Netizen Kuliner

Fenomena ekspresi religius dalam dunia kuliner digital sebenarnya bukan hal baru. Namun yang membuat ayam lodho ala Terede Zelani berbeda adalah keaslian respons para penikmat resepnya. Rata-rata video reaksi maupun komentar dipenuhi dengan ungkapan seperti “Ya Allah, itu aromanya pasti enak banget” atau “Masyaallah, liatnya aja udah kenyang”.

Menurut Ririn Jaelani, ekspresi semacam itu adalah bentuk pujian yang paling jujur dalam budaya makan masyarakat Indonesia.

“Di dapur kita, ‘Masyaallah’ itu bisa berarti semuanya: enak, wangi, hangat, bahkan bikin kangen rumah,” katanya. Ia menyebut bahwa kekuatan resep ini bukan hanya dari teknik memasaknya, tapi juga momen-momen yang ditangkap kamera secara natural.

Baca Juga: Bukan Anak Kota, Ini Perjalanan Gus Iqdam dari Desa Karanggayam hingga Jadi Figur NU Muda

Resep yang Dekat dan Mudah Ditiru

Terede Zelani sendiri dikenal sebagai kreator konten dengan gaya yang membumi. Ia menyampaikan resep dengan narasi santai, seperti sedang ngobrol dengan tetangga sendiri. Dalam videonya, ia menyebut bahwa ayam lodho bisa dimasak siapa saja, asal sabar dan ikuti langkahnya satu per satu.

Ia menjelaskan proses mulai dari membakar ayam di atas teflon atau bara, menyiapkan bumbu halus lengkap, hingga menambahkan santan encer dan kental secara bertahap. Tips dari Terede seperti penggunaan cabai rawit utuh untuk mereka yang suka pedas, serta pemilihan ayam kampung agak tua agar daging tetap kokoh saat dimasak lama, menjadi poin penting yang banyak dipraktikkan penonton.

“Ayam lodho itu bukan cuma tentang rasa, tapi juga proses. Harus sabar. Tapi saat disajikan, hasilnya luar biasa. Masyaallah banget,” ujar Terede dalam video yang kini telah ditonton lebih dari 3 juta kali.

Baca Juga: Pernah Malu Dipanggil Gus, Begini Cara Gus Iqdam Menebus Julukan Itu

#DapurNetizen dan #MasyaallahEnak Jadi Trending

Tak butuh waktu lama, tagar seperti #MasyaallahEnak, #AyamLodoh, dan #DapurNetizen bermunculan di media sosial. Berbagai versi ayam lodho buatan rumahan diunggah dalam bentuk video pendek, mulai dari ibu rumah tangga hingga anak kos.

Beberapa bahkan menambahkan sentuhan kreatif seperti daun kemangi, sambal terasi, hingga nasi liwet sebagai pendamping.

Unggahan-unggahan ini turut mendorong masakan ayam lodho jadi perbincangan hangat, tidak hanya di dunia kuliner tapi juga sebagai bagian dari ekspresi budaya digital yang unik. “Masyaallah enaknya” pun tak lagi sekadar ucapan, melainkan tagline tidak resmi untuk masakan rumahan yang jujur dan memikat.

Baca Juga: Pensiunan Guru di Blitar Ditangkap Pedagang usai Diduga Edarkan Upal di Pasar Tugu Rante

Viral yang Menyatukan Dapur Indonesia

Ririn Jaelani menilai bahwa viralnya ayam lodho membawa dampak positif terhadap pelestarian resep tradisional. “Momen viral seperti ini bisa menjadi ruang belajar, ruang ekspresi, sekaligus ajang nostalgia.

Orang-orang jadi tergerak memasak, mengenang masa kecil, atau mencoba hal baru yang lebih dekat dengan identitas lokal mereka,” ujarnya.

Fenomena ini juga mencerminkan bahwa dapur bukan hanya tempat memasak, tetapi juga ruang budaya dan ekspresi diri. Ketika satu resep bisa memicu reaksi jutaan orang dengan kalimat yang sama, itu berarti makanan bukan sekadar fisik—ia juga menyentuh emosi.

Baca Juga: Kerajaan Blitar: Warisan Leluhur Aryo Blitar yang Terlupakan oleh Sejarah Resmi

Ayam Lodho dan Harapan Baru untuk Kuliner Lokal

Kini, ayam lodho bukan hanya milik Blitar atau Tulungagung. Lewat tangan-tangan kreator seperti Terede Zelani dan reaksi netizen yang penuh cinta, masakan ini menjelma menjadi ikon kuliner yang menyatukan berbagai kalangan. “Masyaallah enaknya” telah menjadi pintu masuk yang unik untuk menjangkau generasi muda yang ingin belajar masak, mengenal tradisi, dan mencintai masakan Indonesia.

Dan yang lebih penting, ayam lodho mengajarkan bahwa resep yang sederhana, ketika dibagikan dengan hati, bisa membawa dampak luar biasa. Bahkan cukup besar untuk membuat jutaan orang berkata dalam satu suara: Masyaallah... enaknya!

Editor : Anggi Septian A.P.
#Ayam lodho #kuliner blitar