BLITAR - Resep nasi pecel buatan Yasanasan tengah ramai dibicarakan warganet, khususnya para ibu-ibu pengguna Facebook dan Instagram. Bukan karena plating mewah atau teknik masak modern, melainkan karena satu hal: sambal pecel yang dibuat dengan cara tradisional, cukup pakai cobek dan ulekan.
Dalam video berdurasi 10 menit yang diunggah Yasanasan, tampak proses lengkap pembuatan sambal pecel khas Blitar: mulai dari menggoreng kacang tanah dan bawang putih, hingga menggilingnya bersama kencur, daun jeruk purut, dan gula jawa di atas cobek batu. Tanpa blender. Tanpa alat elektronik. Hanya tangan, lesung, dan rasa cinta.
“Nonton ini rasanya kayak balik ke dapur nenek,” tulis salah satu komentar. “Cobeknya mirip yang aku simpan di lemari dapur, padahal udah nggak kepake bertahun-tahun,” sambung netizen lainnya. Tak heran, resep nasi pecel ini langsung viral karena menyentuh kerinduan akan suasana dapur masa lalu.
Baca Juga: Polisi Ungkap Pria Sebatang Kara Warga Kanigoro Blitar Membusuk di Kontrakan
Tradisi yang Bertahan di Tengah Tren Serba Cepat
Di era makanan instan dan blender elektrik, metode manual seperti yang dilakukan Yasanasan justru mencuri perhatian. Netizen merasa tersentuh melihat proses yang sabar dan penuh ketelitian. Dalam video, Yasanasan bahkan menunjukkan cara menggiling kencur dan garam terlebih dahulu sebelum mencampur bahan lain, seperti cabai rawit dan kacang goreng yang sudah diblender kasar.
“Kalau pakai cobek, bumbunya lebih keluar,” ucap Zasanah San, pemilik akun Yasanasan saat diwawancarai oleh Blitarkawentar. “Resep ini sebenarnya dari ibu saya, dan beliau dapat dari nenek saya. Dulu setiap Jumat atau hari pasar, pasti bikin sambal pecel pakai cobek seperti ini,” lanjutnya.
Dengan suara lesung yang khas dan aroma bumbu tradisional, sambal pecel buatan tangan ini kembali merebut hati publik, terutama yang selama ini terbiasa dengan bumbu instan kemasan.
Baca Juga: Silsilah Kiai Legendaris Blitar: Gus Iqdam dan Jejak Pondok Mamba’ul Hikam Mantenan
Sambal Pecel, Lebih dari Sekadar Bumbu
Dalam budaya Blitar dan sekitarnya, sambal pecel bukan sekadar pelengkap nasi. Ia adalah inti rasa, pengikat semua unsur dalam sepiring nasi pecel. Oleh karena itu, proses pembuatannya tak bisa asal-asalan. Dalam video Yasanasan, tiap langkah tampak dijaga detailnya: dari tekstur kacang goreng, jumlah cabai sesuai selera, hingga pencampuran asam jawa dan gula merah yang pas.
“Kalau sambalnya halus banget pakai blender, rasanya beda. Harus ada serat kacangnya yang masih kerasa, biar mantap,” ujar Rini, ibu rumah tangga asal Kanigoro, yang langsung mencoba resep itu di rumah.
Tak hanya menciptakan rasa yang khas, metode ulek manual ini juga memicu keinginan netizen untuk kembali menghidupkan peralatan dapur lama. Banyak yang mengunggah ulang cobek dan ulekan mereka ke media sosial, disertai caption bernada bangga: “Cobek warisan emak masih jalan!”
Baca Juga: Kenapa Dipanggil Gus? Gus Iqdam Beberkan Rahasia Garis Keturunan Kiai Zubaidi
Viral di Facebook, Banjir Komentar Ibu-ibu dan Pecinta Masakan Rumahan
Meski TikTok dikenal sebagai pemicu tren cepat, video nasi pecel ala Yasanasan justru menuai gelombang reaksi paling besar di Facebook dan Instagram. Mayoritas penontonnya adalah ibu rumah tangga, mantan perantau, hingga warga diaspora yang rindu masakan rumahan.
“Ini baru sambal pecel beneran, bukan yang dicampur instan segala,” tulis komentar di grup Facebook Masakan Rumahan Blitar. Beberapa pengguna bahkan meminta Yasanasan untuk membuat versi cetak resep agar bisa disimpan di buku masak.
Tak sedikit juga yang menjadikan video ini sebagai titik balik untuk mulai belajar masak dari nol. “Dulu saya takut ulek-ulek sendiri. Setelah nonton ini, malah nagih. Kayaknya dapur saya mulai hidup lagi,” kata Ayu, 32 tahun, yang mengaku langsung beli cobek baru di pasar.
Resep Lokal, Sentuhan Global
Apa yang dilakukan Yasanasan bukan semata mengunggah resep. Ia memperkenalkan kembali tradisi kuliner lokal kepada generasi digital. Resep nasi pecel sederhana itu menjadi jembatan antara kenangan dan masa kini, antara dapur nenek dan smartphone kita.
Zasanah San sendiri tak menyangka videonya akan viral. “Awalnya cuma ingin berbagi. Ternyata banyak yang suka, terutama karena proses ulek pakai cobek. Jadi bangga juga sama warisan keluarga ini,” ujarnya sambil tersenyum.
Di tengah arus konten cepat dan makanan siap saji, nasi pecel Blitar ala Yasanasan justru membuktikan bahwa keaslian, ketulusan, dan sedikit suara cobek bisa lebih mengena dari efek transisi dan filter digital.
Editor : Anggi Septian A.P.