BLITAR - Resep nasi pecel khas Blitar kembali naik daun, kali ini bukan karena viralnya video challenge atau tantangan pedas, melainkan karena kualitas rasa yang dinilai “kaya karakter” oleh para food vlogger lokal maupun nasional. Salah satu kuncinya? Ada pada tiga bahan yang tampak sederhana tapi krusial: bayam, kol, dan kencur.
Food vlogger @kulinerndeso dalam unggahan terbarunya menyebut nasi pecel Blitar sebagai salah satu sajian “paling jujur” yang pernah ia coba. “Gurih kacangnya pas, wangi kencurnya muncul, sayurnya segar. Favorit saya bayam dan kolnya, bikin tekstur nggak monoton,” ujarnya di caption video yang sudah ditonton lebih dari 1,2 juta kali di Instagram.
Dalam video tersebut, ia mereview sepiring nasi pecel buatan Yasanasan—akun masak rumahan dari Blitar yang akhir-akhir ini konsisten membagikan resep berbasis bahan lokal. Ternyata, kombinasi antara racikan sambal kacang dan pilihan sayur rebus inilah yang diam-diam jadi kunci kelezatan nasi pecel khas Blitar.
Baca Juga: Gas Melon Mulai Langka di Blitar, Disperindag-Pertamina Turun Lakukan Penelusuran
Sayur Lokal, Rasa Maksimal
Tak seperti pecel daerah lain yang kerap menggunakan bayam dan kangkung sebagai bahan utama, pecel ala Blitar memiliki varian sayur yang cukup beragam: bayam, kol, kecambah, kacang panjang, dan wortel. Kombinasi ini memberikan pengalaman tekstur yang menarik, mulai dari renyah hingga empuk, dari segar hingga manis alami.
“Kol dan bayam itu bukan sembarang isian. Bayam bikin rasa earthy-nya keluar, sedangkan kol yang direbus sebentar punya efek menyegarkan di mulut,” kata Zasanah San, pemilik akun Yasanasan, saat diwawancarai Blitarkawentar. “Apalagi kalau kolnya lokal dari pasar tradisional, beda banget rasanya dibanding supermarket.”
Sementara itu, kencur menjadi rempah kunci yang menciptakan aroma sambal pecel Blitar yang khas. Tanpa kencur, sambal pecel akan terasa seperti saus kacang biasa. Begitu kencur masuk, aromanya berubah menjadi kompleks, wangi, dan membuat ketagihan.
Baca Juga: Silsilah Kiai Legendaris Blitar: Gus Iqdam dan Jejak Pondok Mamba’ul Hikam Mantenan
Kencur: Rempah Pendek Tapi Panjang Pengaruhnya
Meski hanya sebesar ruas jari, kencur memiliki daya pukau besar dalam membentuk karakter rasa sambal pecel. Di tangan Yasanasan, kencur ditumbuk bersama garam dan daun jeruk di atas cobek sebelum dicampur kacang goreng dan gula jawa. Proses ini membuat kencur mengeluarkan aroma terbaiknya.
“Kencur bukan cuma bumbu tambahan, tapi inti dari sambal pecel Blitar. Kalau nggak ada, rasanya hambar dan kurang menggigit,” ujar Zasanah San. Ia menambahkan bahwa banyak followers-nya yang mengaku baru menyadari pentingnya kencur setelah mencoba resepnya.
Beberapa food vlogger bahkan menyebut sambal pecel ini cocok dipadukan dengan berbagai lauk, dari tempe bacem hingga ayam goreng. Namun tetap, nasi putih, sayur rebus, dan sambal kacang yang medok tetap jadi trio utama yang tak bisa diganggu gugat.
Baca Juga: Kenapa Dipanggil Gus? Gus Iqdam Beberkan Rahasia Garis Keturunan Kiai Zubaidi
Ramah Lidah, Ramah Perut
Keunikan lain dari nasi pecel Blitar terletak pada sifatnya yang sehat dan ramah perut. Dengan dominasi sayur rebus dan sambal berbasis kacang, sajian ini cocok dikonsumsi siapa pun, termasuk mereka yang sedang diet atau menghindari minyak berlebih.
“Yang saya suka, selain rasanya, adalah karena ini makanan yang bikin kenyang tanpa bikin begah,” ujar @kulinertumbas, reviewer makanan yang juga seorang pelari maraton. “Setelah lari pagi di Alun-Alun Blitar, makan pecel ini rasanya pas banget.”
Komposisi sayur lokal membuat pecel Blitar bisa dengan mudah diadaptasi di rumah, apalagi bahan-bahannya tersedia di pasar tradisional. Bahkan, beberapa pengguna medsos menyebut mulai mengganti sarapan mereka dengan pecel karena lebih ringan dan tetap lezat.
Baca Juga: Pensiunan Guru di Blitar Ditangkap Pedagang usai Diduga Edarkan Upal di Pasar Tugu Rante
Dari Blitar untuk Nusantara: Kuliner Berbasis Bahan Daerah
Fenomena nasi pecel Blitar yang disukai banyak food vlogger menunjukkan pentingnya bahan lokal dalam mempertahankan kekuatan kuliner tradisional. Tak melulu soal presentasi, rasa otentik yang dihasilkan dari bahan-bahan seperti kol, bayam, dan kencur ternyata justru lebih tahan lama di ingatan penikmatnya.
Zasanah San sendiri mengaku tak menyangka videonya bisa menjadi referensi banyak content creator. “Saya cuma masak seperti biasa. Tapi ternyata banyak yang tertarik karena saya tekankan bahan-bahan segar dari pasar Blitar,” ucapnya.
Di tengah derasnya arus kuliner modern dan makanan cepat saji, nasi pecel Blitar membuktikan bahwa rasa tak selalu datang dari kompleksitas teknik, melainkan dari kualitas bahan dan kesabaran dalam meraciknya.
Editor : Anggi Septian A.P.