Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mengenal Istilah Wewaroh Pitu, Pedoman Hidup Bagi Kepercayaan Sapta Dharma

Prima Suci Maharani • Senin, 4 Agustus 2025 | 00:00 WIB
Mengenal Istilah Wewaroh Pitu, Pedoman Hidup Bagi Kepercayaan Sapta Dharma
Mengenal Istilah Wewaroh Pitu, Pedoman Hidup Bagi Kepercayaan Sapta Dharma

BLITAR – Ajaran Sapta Dharma mendirikan fondasi pedoman kehidupan yang melibatkan ketenangan batin untuk para pengikutnya, yakni Wewaroh Pitu.

Dalam bahasa Jawa, "wewaroh" berarti petunjuk atau wahyu, dan "pitu" berarti tujuh.

Maka Wewaroh Pitu adalah tujuh petunjuk suci yang diyakini sebagai wahyu dari Tuhan kepada pendiri Sapta Dharma, Harjosopuro.

Tidak seperti ajaran agama formal yang menyebar melalui kitab suci atau dakwah, Sapta Dharma tumbuh dari pengalaman spiritual secara persona.

Harjosopuro tidak pernah mengklaim dirinya sebagai nabi, rasul, atau orang suci.

Ia hanyalah orang biasa dari Kediri, Jawa Timur, yang menerima pengalaman rohani luar biasa salah satunya adalah pewahyuan Wewaroh Pitu.

Tujuh wahyu ini tidak diterima sekaligus, melainkan satu per satu dalam kurun waktu tertentu. Dalam prosesnya, Harjosopuro berada dalam keadaan antara sadar dan tidak, seperti meditasi yang mendalam.

Dalam kondisi hening itulah, petunjuk demi petunjuk datang menghampiri. Ia pun mencatat dan menyampaikannya secara lisan kepada orang-orang yang mulai mengikuti ajarannya.

Secara garis besar, tujuh wahyu itu berisi ajaran tentang sujud kepada Tuhan, kesadaran akan roh suci manusia, pentingnya hening, cinta kasih kepada sesama, serta menjaga keselarasan dengan alam.

Dalam Sapta Dharma, ajaran bukan untuk dihafal melainkan untuk dijalani.

Uniknya, para penghayat Sapta Dharma tidak menjadikan wahyu ini sebagai dogma. Tidak ada pemaksaan keyakinan, tidak ada ancaman surga-neraka. Yang ada hanyalah ajakan untuk menjalani hidup yang lebih sadar, lebih dalam, dan lebih damai.

Karena itu, Wewaroh Pitu bukan sekadar tuntunan spiritual, tapi juga filosofi hidup yang membumi dan sederhana.

Meski tidak banyak dikenal oleh masyarakat luas, Wewaroh Pitu terus menjadi cahaya bagi ribuan penghayat Sapta Dharma yang tersebar di berbagai daerah, terutama di Jawa Timur.

Sayangnya, ajaran ini sering kali disalahpahami, bahkan dicurigai sebagai ajaran sesat karena berbeda dari arus utama agama. Wewaroh Pitu adalah warisan kebijaksanaan lokal yang patut dihargai, bukan ditakuti.

Editor : M. Subchan Abdullah
#Jejak Sejarah #budaya #sejarah #Pedoman Hidup #sapta #kearifan lokal #agama #tradisi #Dharma #Kepercayaan Lokal