Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

“Apa Kabar Indonesia”, Bertegur Sapa Tentang Kondisi Indonesia Bersama Ahok

Prima Suci Maharani • Rabu, 6 Agustus 2025 | 16:00 WIB
Foto Ahok (Dikutip dari infobanknews.com)
Foto Ahok (Dikutip dari infobanknews.com)

BLITAR – "Apa kabar Indonesia, Pak?" sebuah pertanyaan sederhana namun terjawab sedikit menohok dari Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang langsung memantik kesadaran banyak orang.
“Kita sangat tidak baik dan berbahaya untuk orang yang waras paham akan situasi.”

Pernyataan ini bukan sekadar kritik dalam tong kosong. Di sebuah video diskusi Raymond Chin bersama Ahok, Ahok menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap situasi sistemik yang mengakar di Indonesia.

Ia menggambarkan bagaimana berbagai ketimpangan dari birokrasi yang tak efisien hingga ketidakpastian hukum menjadi ancaman bagi pertumbuhan negara, terutama bagi mereka yang berpikir logis dan rasional.

Ahok mengakui bahwa sebagai seorang pengusaha atau warga negara biasa, menghadapi realita politik dan birokrasi di Indonesia adalah seperti menghadapi tembok yang tinggi dan pekat. Namun, ia juga menolak sikap pasrah.

“Kalau pemerintah lagi buruk gimana? Seburuk-buruknya, lima tahun ada pemilu lagi, Bos.”

Kalimat ini seolah menegaskan bahwa harapan akan perubahan tetap harus dijaga.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyoroti bagaimana negara yang seharusnya menjadi pelindung rakyat justru sering kali membiarkan warga dan pengusaha berjuang sendiri.

Sistem yang tumpul dalam menegakkan keadilan dan cenderung berpihak pada kepentingan tertentu, menurutnya menjadikan Indonesia bukan tempat yang ramah bagi orang-orang yang ingin membangun negeri dengan jujur.

Ahok menekankan bahwa tantangan terbesar Indonesia bukan hanya di bidang ekonomi, melainkan pada sistem hukum dan integritas kepemimpinan.

Ketika hukum tidak bisa ditegakkan secara adil, maka kepercayaan publik akan runtuh. Ini juga berdampak langsung pada investasi dan keberlangsungan bisnis di dalam negeri.

Namun di balik semua kritikan tajam itu, Ahok tetap menyuarakan optimisme. Ia percaya bahwa perubahan masih mungkin terjadi dengan syarat rakyat sadar dan mau berpartisipasi aktif dalam memperbaiki sistem.

Menurutnya, “Jangan berkata ini bukan urusan saya. Kalau negara rusak, kita semua ikut hancur.”

Pernyataan-pernyataan Ahok ini menjadi pukulan keras untuk kita semua bahwa membangun Indonesia yang lebih baik dibutuhkan keberanian, kejujuran, dan kesadaran kolektif. Bukan hanya dari pemerintah, tapi dari seluruh elemen bangsa.(*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#birokrasi #diskusi #Basuki Tjahadja Purnama #efisiensi anggaran #bisnis #pemerintah indonesia #pengusaha indonesia #bertegur sapa #investor asing #investasi #ahok #kondisi indonesia #Kritikan Tajam