BLITAR – Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali menggemparkan publik dengan pernyataan lugasnya mengenai dunia bisnis di Indonesia.
Dalam sebuah video diskusi bersama Raymond Chin, ia menyampaikan realita pahit bahwa berbisnis di Indonesia sangat sulit, namun bukan alasan untuk menyerah.
"Negara ini tidak ramah untuk pengusaha, tapi kita harus bertahan," ujar Ahok.
Pernyataan ini mencerminkan keresahan banyak pelaku usaha yang merasa semakin sulit beroperasi secara sehat.
Birokrasi yang berbelit, infrastruktur yang tidak mendukung, pajak yang menekan, dan seringkali tekanan dari oknum atau preman menjadi kendala nyata.
Bahkan, Ahok menceritakan pengalamannya sendiri saat mendirikan pabrik yang akhirnya harus tutup karena tekanan dari berbagai pihak, termasuk aparat.
Lebih jauh, Ahok menyoroti bagaimana sistem yang buruk mendorong sebagian pengusaha untuk “bermain nakal”.
Mulai dari menghindari pajak, menggunakan jalan pintas untuk izin, hingga terjebak dalam praktik-praktik suap.
Namun, ia dengan tegas memperingatkan, “Kalau Anda ladenin orang-orang seperti itu, Anda cuma jadi korban. Lama-lama bangkrut juga.”
Menurut Ahok, tantangan tersebut seharusnya tidak membuat pengusaha frustrasi atau berhenti.
Ia mendorong agar pelaku bisnis tetap mencari celah usaha yang legal dan beretika.
Salah satu contoh adalah dengan menjalankan usaha-usaha kecil dan menengah yang tidak terlalu mencolok namun tetap memberi kontribusi bagi ekonomi lokal.
"Main kecil-kecil aja. Supaya enggak disorot, tapi tetap bisa buka lapangan kerja dan bayar pajak," katanya.
Ahok pun menegaskan bahwa menjadi pengusaha adalah panggilan untuk memberi dampak sosial, bukan semata mencari keuntungan pribadi.
Ia menolak pandangan sinis terhadap bisnis dan percaya bahwa sektor swasta tetap menjadi pilar penting pembangunan nasional, meskipun harus berjalan di atas jalan berlubang.
“Kita gak ingin negara ini hancur. Kalau negara hancur, ya kita juga ikut hancur, Bos,” ungkapnya dengan tegas.
Ahok juga mengajak generasi muda untuk tetap idealis dalam membangun negeri.
Ia percaya, selama masih ada orang baik yang mau berjuang, harapan akan tetap ada. Kuncinya adalah konsistensi, integritas, dan keberanian untuk tetap berdiri meskipun sistem tidak memihak.
Editor : M. Subchan Abdullah