BLITAR-Kalau kamu sedang mencari sensasi makan yang berbeda dari restoran kekinian, Warung Makti adalah jawabannya. Warung ini menyajikan menu khas rumahan dengan sajian nasi jagung Blitar, lauk ikan sungai, dan beragam kuliner sayur lengkap ala desa yang kini makin jarang ditemui.
Terletak di tengah kota namun tetap mempertahankan suasana pedesaan, warung tradisional Blitar ini menyuguhkan pengalaman makan sepuasnya hanya dengan Rp15.000. Bukan hanya murah, tapi juga mengenyangkan dan membawa kenangan akan rasa masakan ibu di rumah.
Dalam tayangan video di Kang Mas Bogel Channel, tampak deretan panci besar berisi sayur lodeh, oseng kates, sambal tomat, serta nasi jagung yang mengepul hangat. Semua bisa diambil sendiri oleh pelanggan, menciptakan nuansa prasmanan sederhana yang penuh kehangatan.
Nasi Jagung: Simbol Ketahanan dan Tradisi
Salah satu menu yang membuat Warung Makti begitu ikonik adalah nasi jagung Blitar. Diolah dari jagung pipilan yang ditanak bersama sedikit beras putih, nasi jagung menjadi alternatif sehat yang kaya serat dan sudah lama menjadi bagian dari budaya makan masyarakat Jawa.
“Di sini tersedia dua jenis nasi: nasi putih dan nasi jagung. Bebas pilih, mau campur juga boleh,” ujar Bu Dupriyati, pemilik warung yang telah berdiri sejak tahun 2000. Ia mengaku banyak pelanggan tetap yang selalu memilih nasi jagung karena teksturnya pulen dan cocok dipadukan dengan lauk khas desa.
Kang Mas Bogel, dalam vlog-nya, mencicipi nasi jagung bersama sayur terancam dan ikan goreng. “Perpaduannya luar biasa. Rasa khas jagungnya tetap terasa, apalagi dipadukan dengan sambal tomat dan oseng kates. Ini benar-benar rasa kampung yang langka,” ucapnya.
Baca Juga: Warung Kuliner Bernuansa Alam di Blitar Ini Bisa Jadi Rekomendasi Makan Bersama Keluarga
Sayur Lengkap ala Dapur Desa
Tak hanya nasi, warung ini juga menawarkan kuliner sayur lengkap dengan gaya masak rumahan. Ada oseng pepaya muda, lodeh, terancam, urap, bahkan kadang tersedia daun singkong dan jantung pisang. Semua dimasak menggunakan pawon dan kayu bakar, menghasilkan aroma sedap yang membangkitkan selera.
Yang menarik, semua pengunjung bisa mengambil sendiri makanan yang disajikan di dapur terbuka. Konsep ini membuat pengalaman makan menjadi lebih personal dan membumi. Pengunjung bisa memilih sendiri lauk dan sayur sesuai selera dan porsi.
"Sayurnya ganti-ganti tiap hari. Tapi pasti selalu ada yang segar, tanpa MSG, masakan sendiri,” kata Bu Dupriyati. Warungnya buka setiap hari dari pagi hingga pukul 20.00 WIB, tanpa hari libur.
Suasana Sederhana yang Penuh Rasa
Salah satu daya tarik warung tradisional Blitar ini adalah atmosfernya. Dinding warung dari kayu, tungku masak berasap, dan suara obrolan dalam bahasa Jawa membuat pengunjung merasa seperti pulang ke rumah nenek di desa.
Tak hanya warga sekitar, Warung Makti kini juga ramai dikunjungi wisatawan kuliner dari luar kota. Banyak yang penasaran setelah menonton video dari Kang Mas Bogel atau konten lainnya di media sosial. Warung ini menjadi contoh nyata bahwa kuliner tradisional masih punya tempat di hati masyarakat.
“Tempat ini bukan cuma soal makan, tapi juga pengalaman. Dari cara ambil makanan sampai ngobrol sama Ibu pemilik warung, semua hangat dan akrab,” ujar salah satu pengunjung dalam video.
Baca Juga: Es Drop Cap Burung Betet Kuliner di Blitar yang Tetap Diminati Meski Banyak Minuman Modern
Rp15.000 Dapat Nasi, Sayur, Lauk dan Minum
Dengan harga hanya Rp15.000, pelanggan bisa menikmati satu porsi lengkap: nasi (putih atau jagung), lauk ikan goreng, berbagai pilihan sayur, dan minuman teh atau kopi. Konsep ‘ambil sepuasnya asal habis’ ini menjadi nilai lebih yang tak banyak ditawarkan tempat makan lain.
Warung Makti juga memperlihatkan bahwa keberlanjutan warung kecil sangat mungkin selama mengandalkan kualitas rasa dan pelayanan tulus. Tanpa dekorasi mewah, tanpa pendingin udara, namun pelanggan tetap berdatangan setiap hari.
Bagi kamu yang penasaran ingin mencicipi langsung nasi jagung Blitar dan sayur lengkap khas desa, kamu bisa cek alamat lengkapnya melalui video Kang Mas Bogel di YouTube. Link Google Maps disediakan di deskripsi video untuk memudahkan perjalananmu ke tempat makan istimewa ini.
Editor : Anggi Septian A.P.