BLITAR - Ketika membicarakan masa depan anak, banyak orang tua langsung berpikir soal sekolah terbaik, kursus tambahan, atau tabungan pendidikan.
Namun, Gita Wirjawan menegaskan bahwa semua itu belum tanpa peran penting dari imajinasi orang tua.
Dalam diskusi inspiratifnya, Syauqi Robbani bersama Gita Wirjawan menggarisbawahi bahwa orang tua harus berani membayangkan masa depan anak-anak mereka dengan cara yang lebih visioner dan jangka panjang.
Imajinasi bukan berarti khayalan kosong, melainkan keberanian untuk membayangkan dunia yang belum ada, kemudian mempersiapkan anak-anak untuk bisa hidup dan berkontribusi di dalamnya.
Baca Juga: Vicky Tak Hadir di Sidang, Acha Septriasa Ajukan Cerai Diam-Diam?
“Kalau kita tidak bisa membayangkan masa depan seperti apa yang akan anak kita hadapi 20-30 tahun ke depan, bagaimana mungkin kita bisa menyiapkan mereka secara utuh?” ungkap Gita.
Ia mencontohkan bahwa perubahan dunia kerja, teknologi, hingga krisis iklim menuntut anak-anak generasi sekarang untuk memiliki keterampilan yang sangat berbeda dari masa lalu.
Namun, banyak orang tua masih terjebak dalam pola pikir jangka pendek. Anak-anak didorong untuk mengejar nilai akademis semata, tanpa cukup ruang untuk mengembangkan empati, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, atau bahkan kegagalan.
Baca Juga: Dari Hotel Mewah ke Pengadilan Agama: Jejak Pernikahan Acha Septriasa dan Vicky Harisma
Lebih dari sekadar membiayai sekolah mahal, Gita menekankan bahwa investasi paling penting adalah waktu, perhatian, dan keterlibatan aktif orang tua dalam proses pendidikan anak.
Hal ini menciptakan koneksi emosional yang kuat dan memberi rasa aman bagi anak untuk mengeksplorasi minat dan potensinya.
Dalam konteks ini, orang tua perlu mengembangkan mindset pembelajar mereka harus terbuka, terus belajar, dan siap beradaptasi.
Baca Juga: Acha Septriasa Gugat Cerai: Tren Seleb Perempuan Ajukan Gugatan Cerai Meningkat?
“Kalau kita ingin anak-anak kita menjadi pembelajar seumur hidup, kita sebagai orang tua harus mencontohkannya terlebih dahulu,” ujarnya.
Imajinasi yang dimiliki orang tua hari ini bisa jadi fondasi masa depan anak yang lebih cerah, tangguh, dan relevan di tengah dunia yang terus berubah.
Editor : M. Subchan AbdullahSumber : YOUTUBE SYAUQI ROBBANI