BLITAR – Pantai Tambakrejo di Dusun Krajan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar bukan hanya memanjakan mata dengan panorama alamnya yang indah, tetapi juga menggoda lidah dengan kuliner yang jarang ditemukan di tempat lain, yakni ikan asap.
Diolah dari ikan segar tangkapan nelayan setempat dengan proses pengasapan tradisional, hidangan ini menyajikan perpaduan rasa gurih dan aroma asap yang memikat, hingga membuat wisatawan rela memesan dari luar kota.
Aneka kuliner ikan asap di Pantai Tambakrejo mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.
Tak hanya disantap di lokasi, pesanan juga pernah dikirim hingga Surabaya.
Diperkirakan pelanggan ikan asap itu pernah mengunjungi Pantai Tambakrejo dan merasakan kelezatan ikan asap ini.
“Alhamdulillah, tiap hari ada yang beli, atau kadang garap pesanan juga untuk dikirim,” ujar Puji Agus Setiani, salah satu karyawan kios ikan asap.
Perempuan 48 tahun ini menjelaskan, setiap hari ada pesanan tetapi fluktuatif. Kadang stok ikan bisa habis dalam sehari, tetapi kadang juga gak habis.
Ketika stok tidak habis, ikan akan diletakkan di freezer agar bisa bertahan lebih dari 2 bulan.
“Jualan gak selalu habis, ikannya nanti disimpan di freezer. Disimpan dan dijual untuk esok hari. Ikan yang digunakan adalah ikan fresh jadi hanya bisa tahan 2-3 hari, tetapi kalo ditaruh di freezer bisa bertahan 2-3 bulan lebih,” ungkap Puji.
Puji menyebutkan, harga ikan asap yang dijual sudah disesuaikan agar lebih terjangkau. Harga ikan asap dimulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 25 ribu.
“Tuna Rp 5 ribu, salmon Rp 5 ribu, kakap Rp 7 ribu atau beli 3 Rp 20 ribu, tenggiri Rp 10 ribu, tuna utuh Rp 10 ribu atau beli 3 Rp 25 ribu, cumi ada yang Rp 10 ribu ada yang Rp 15 ribu,” jelasnya.
Ikan yang dijual diambil langsung dari nelayan Tambakrejo, sehingga kesegarannya terjamin.
Setelah dibersihkan, ikan dipotong-potong lalu dicapit menggunakan bambu sebelum melalui proses pengasapan.
Proses pengasapan dilakukan secara tradisional dengan arang yang menghasilkan bara api, sehingga aroma asapnya meresap sempurna ke dalam daging ikan.
Pembeli bisa memilih ingin dimasak matang atau hanya sekedar diasapi dan dimasak sendiri.
“Kadang ada pembeli yang minta untuk dimatangkan, kadang juga beli yang hanya diasapi ini untuk dibawa pulang,” ungkap Puji.
Hasilnya, ikan asap memiliki cita rasa yang khas, mirip dengan ikan bakar, namun dengan sentuhan aroma asap yang lebih kuat.
Tekstur dagingnya lembut, gurih, dan terasa semakin nikmat saat disantap hangat-hangat.
Perpaduan rasa asin alami dari ikan segar dengan asap menciptakan sensasi yang sulit dilupakan. (mg4/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah