BLITAR - Pantai Serang di Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, menawarkan akses yang mudah, hamparan pasir yang luas, kuliner yang lezat, dan panorama laut yang memukau.
Keberadaan jalur lintas selatan (JLS), pantai ini menjadi pilihan tepat bagi wisatawan untuk menikmati keindahan matahari terbenam atau sunset yang memanjakan mata.
Salah satu pengunjung Pantai Serang, Juni mengatakan, waktu terbaik untuk berkunjung ke Pantai Serang adalah sore hari.
Panorama matahari terbenam di Pantai Serang menjadi daya tarik yang sayang untuk dilewatkan, apalagi ketika langit mulai berwarna jingga keemasan dan memantul di permukaan laut.
“Kalau ke sini bagusnya itu sore buat nyari sunset, soalnya di sini bagus banget kalau cuacanya lagi cerah,” ujarnya.
Dari segi biaya, pengunjung dikenakan tarif masuk sebesar hanya Rp 10 ribu per orang di portal depan.
Namun, bagi pengunjung yang datang lewat dari jam 16.00 WIB, tarif tersebut terkadang sudah tidak diberlakukan.
Parkir kendaraan dikenakan biaya Rp 5 ribu untuk motor dan Rp 10 ribu untuk mobil. Biaya yang relatif terjangkau ini sebanding dengan pengalaman yang didapat.
Selain panorama alamnya, kuliner di Pantai Serang juga memikat.
“Makanan di sini enak-enak banget, bahan lautnya fresh, cita rasanya mantap, gurihnya dapet, enak lah pokoknya,” ucap Juni dengan antusias.
Menu favorit Juni adalah ikan bakar yang disandingkan dengan segarnya kelapa muda utuh dan dinikmati di tepi pantai. “Kalau udah makan ikan bakar ditambah minum kelapa utuh, vibes-nya jadi dapet banget, Mas,” imbuhnya.
Meski demikian, Juni menilai masih ada kekurangan dari segi kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan.
Dia mengaku masih menemukan sampah plastik di area pantai.
“Petugas sudah menyediakan tempat sampah dan memberi imbauan, tetapi kita sebagai pengunjung juga harus menaati itu. Jangan karena sudah bayar, lalu buang sampah seenaknya. Itu kurang etis,” tegasnya. Hal ini diharapkan dapat menjadi evaluasi bagi pengunjung Pantai Serang. (mg4/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah