BLITAR – Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar memiliki keindahan pantai tersembunyi yang jarang tersorot, yakni Pantai Jebring.
Untuk mencapainya, pengunjung harus melewati jalan berbatu yang biasa dilalui truk-truk tebu.
Aksesnya lumayan susah karena masih bebatuan, termasuk sepeda motor matic.
Akses yang sulit ini justru menjadi ‘pagar alami’ yang menjaga keaslian Pantai Jebring. Hamparan pasir hitam membentang luas, bersamaan dengan deretan pohon pinus yang berbaris rapi di tepi pantai.
Di sisi lain, sebuah sungai besar mengalir langsung ke laut, sementara tebing-tebing tinggi berdiri kokoh mengapit pesisir, menciptakan panorama yang jarang dijumpai di pantai lain di wilayah Kabupaten Blitar.
Dulu, Pantai Jebring sempat menjadi lokasi favorit untuk camping. Pengunjung bermalam di bawah langit penuh bintang, diiringi debur ombak dan semilir angin dari pepohonan pinus.
Beberapa warung sederhana pernah berdiri di tepi pantai, menjajakan minuman hangat dan makanan ringan.
Namun, seiring berkurangnya wisatawan, warung-warung itu tutup dan penjaga pantai pun tak lagi ada.
“Di sini dulu sempat dipake buat camping dan sempat ada yang jaga dan jualan juga, tapi sudah bubar karena sepi,” ungkap Sutrisno, petani tebu 46 tahun yang juga warga setempat.
Kini, meski sepi pengunjung, Pantai Jebring tetap menjadi surga tersembunyi.
Baca Juga: MAN 1 Blitar Latih Siswa dengan Paskibra untuk Tingkatkan Kedisiplinan
Perjalanan melewati jalan berbatu akan terbayar lunas oleh keindahan yang masih alami dan pemandangan yang jarang dijumpai di pantai lain.
Keindahan pantai ini menjadi salah satu potensi wisata yang ada di wilayah pesisir Kabupaten Blitar.
Akses menuju lokasi kini bisa melalui jalur lintas selatan (JLS) yang menghubungkan wilayah Kecamatan Wonotirto, dengan Kecamatan Panggungrejo. (mg4/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah