Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Begini Kondisi Penangkaran Rusa Kesambi Tress Park di Blitar: Jadi Wisata Edukasi, Jumlah Satwa Capai 79 Ekor

Muhammad Daffa Qutro Nada • Jumat, 15 Agustus 2025 | 20:30 WIB

 

⁠Begini Kondisi Penangkaran Rusa Kesambi Tress Park di Blitar: Jadi Wisata Edukasi, Jumlah Satwa Capai 79 Ekor
⁠Begini Kondisi Penangkaran Rusa Kesambi Tress Park di Blitar: Jadi Wisata Edukasi, Jumlah Satwa Capai 79 Ekor

BLITAR - Dari berbagai destinasi wisata di Kabupaten Blitar, ada satu objek wisata yang cukup ramai. Yakni, penangkaran rusa Kesambi Trees Park di Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok. Salah satu destinasi wisata edukasi sekaligus konservasi satwa yang unik dengan luas 10 hektare.

Pohon-pohon kesambi yang tinggi membuat suasana semakin adem. Tampak seorang pria tengah memberikan sayur-mayur ke beberapa rusa yang tampak jinak. Dia adalah Hermanto, salah satu pekerja yang kami temui saat tengah merawat rusa di penangkaran tersebut.

Dia menuturkan bahwa penangkaran rusa ini berdiri sejak 1999. Pada awalnya rusa-rusa tersebut merupakan hasil relokasi dari Waduk Karang Kates.

Saat itu, di lokasi sebelumnya, banyak rusa yang mati karena kurang optimalnya pemeliharaan. Sebanyak 18 ekor rusa Timor (Cervus timorensis) kemudian dipindahkan ke Desa Jatilengger untuk dirawat.

“Pada 2017, penangkaran ini diresmikan oleh Rijanto selaku bupati pada saat itu, dan kemudian berganti nama menjadi Wana Wisata Kesambi Trees Park yang terinspirasi dari banyaknya pohon kesambi di area tersebut,” ungkap pria 44 tahun ini.

Untuk saat ini, jumlah populasi rusa telah berkembang signifikan. Dari jumlah belasan, kini terdata kurang lebih 79 ekor. Selain melihat rusa, pengunjung juga bisa memanfaatkan area perkemahan yang tersedia di dalam kawasan.

Untuk kegiatan ini, pengelola menerapkan sistem reservasi untuk menghindari bentrok jadwal. “Kehadiran penangkaran ini juga memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Warga memanfaatkan momen kunjungan wisatawan untuk berjualan makanan, minuman, hingga aksesori. Paling ramai adalah jualan pakan rusa,” ungkapnya.

Biaya tiket masuknya dipatok Rp 12 ribu per orang dengan biaya parkir Rp 3 ribu per motor. Pengunjung dapat menikmati suasana alam yang asri dengan beberapa wahana kayu yang tersedia, serta melihat riuhnya aktivitas kelompok rusa.

Karena berada di tengah hutan, destinasi wisata ini dapat diakses melalui dua jalur, yakni utara dan selatan. “Terdapat jalur aspal yang nyaman di jalur selatan, dan jalur tanah yang melintasi hutan jika melalui jalur utara,” terangnya ramah.

Meski fasilitas terus ditingkatkan setiap tahun, mulai dari pemasangan pagar besi, pembangunan kamar mandi umum, musala, hingga wahana-wahana kayu, jumlah pengunjung justru menurun.

Dari sekitar 2.300 orang per tahun pada tahun sebelumnya, kini hanya mencapai 1.500-an orang per hari ini. “Kendala utamanya adalah kurangnya pemasaran. Seluruh biaya operasional murni dari tiket masuk. Jadi, kami berharap jumlah pengunjung bisa kembali naik,” harapnya.

Hermanto mengaku ke depan Wana Wisata Kesambi Trees Park semakin dikenal luas sebagai tempat konservasi yang ramah pengunjung.

Dia juga ingin mengembangkan kegiatan edukasi sehingga masyarakat, khususnya anak-anak, bisa lebih mengenal satwa liar dan pentingnya menjaga habitat. “Rusa-rusa ini adalah bagian dari kekayaan alam kita. Kami ingin mereka tetap terjaga, sambil memberikan pengalaman yang berkesan bagi pengunjung,” tutupnya. (*/c1/ady) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#penangkaran rusa #kesambi trees park #destinasi wisata