Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mengenal Sosok Penari Muda Asal Blitar yang Getol Kenalkan dan Ajak Belajar Tari kepada Generasi Muda

Alzena Beuty Metya • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 18:05 WIB
LESTARIKAN BUDAYA: M. Rafli Wisnu Triwijaya saat mementaskan salah satu tarian daerah.
LESTARIKAN BUDAYA: M. Rafli Wisnu Triwijaya saat mementaskan salah satu tarian daerah.

BLITAR - Kegemaran akan seni yang terus diasah membawa anak muda asal Blitar ini meraih prestasi hingga tingkat nasional. Mochamad Rafli Wisnu Triwijaya adalah salah satu anak muda yang berkecimpung dalam seni tari dan tarik suara.

Bakat dalam diri Rafli mampu menyuarakan kesetaraan gender lewat seni tari ciptaanya. 

Kesenian sudah menjadi ciri khas keluarga besar anak muda 21 tahun ini. Tak heran darah seni juga merasuki Rafli sejak masih belia.

"Saya itu suka seni dari TK, cuman kala itu saya lebih tertarik nembang. Keahlian ini bisa mengantarkan saya berkompetisi hingga luar kota. Saat SMP itu lebih fokus ke seni tari, karena memang saya sudah di sanggar sejak kecil, jadi saya mulai menekuni tarian tradisional," ujarnya.

Suara yang indah, kelenturan dalam menari, dan ekspresi yang serasi, mampu menghadirkan kesan memukau pada setiap penampilan Rafli.

Melalui seni tari yang ditekuni ini bisa memberikan kesempatan baginya untuk tampil pada acara Peringatan Seni Tari Ke-13 pada 2019 silam di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

"Saya itu senang bisa ikut melestarikan seni tari. Bagi saya, tari itu bagian dari hidup. Karena berkat seni tari, saya bisa meraih kejuaraan tingkat nasional, dan dipercaya untuk mengajar di salah satu sanggar," jelas pemuda asal Kelurahan/Kecamatan Sananwetan ini.

Beberapa kejuaraan yang diperoleh tak menjadikan Rafli berhenti berkarya. Dia justru terus melestarikan kesenian daerah, bahkan melalui program Ngrabuk Beksa yang dibawanya pada ajang Duta Wisata Gus dan Jeng Kabupaten Blitar.

"Mendaftarkan diri sebagai Duta Wisata Gus dan Jeng Kabupaten Blitar ini sebenarnya salah satu cara untuk mengenalkan seni tari tradisional ke masyarakat, khususnya tarian khas Blitar sendiri. Waktu itu saya juga menampilkan tarian ciptaan saya sendiri dalam tes minat bakat," ucap mahasiswa Universitas Negeri Surabaya tersebut.

Ketelatenan dan semangat dalam diri pria ini mampu mencetuskan ide sebuah tarian yang membawa pesan kesetaraan gender. Tarian ciptaan Rafli ini bernama "Tari Siogo Senatriyo" yang berarti prajurit yang bersiaga.

Menggambarkan tokoh wayang Arjuna dan Dewi Srikandi yang melambangkan tidak adanya batasan untuk laki-laki dan perempuan.

Melalui penampilannya ini, Rafli meraih penghargaan sebagai Duta Wisata Gus dan Jeng Berbakat 2025. (mg4/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#generasi muda #Institut Seni Indonesia #nasional #blitar #prestasi #ISI Surakarta #belajar #tari #Sosok #seni #penari