Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mengenal Sekar Hayu Jagaddita, Jeng Blitar 2025 Berupaya Angkat Cerita Lokal di Eropa

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 18 Agustus 2025 | 04:30 WIB
SENYUM MANIS: Sekar Hayu Jagaddita, Jeng Blitar 2025, berpose dengan kostumnya.
SENYUM MANIS: Sekar Hayu Jagaddita, Jeng Blitar 2025, berpose dengan kostumnya.

BLITAR - Tidak mudah menyandang gelar Jeng Kabupaten Blitar, tentu harus memiliki pengetahuan wisata dan budaya Bumi Penataran.

Bahkan harus memiliki keterampilan public speaking yang baik untuk menyampaikan pesan.

Di balik itu, duta wisata juga harus memiliki advokasi yang unik untuk mempromosikan daerah.

Semua hal itu dimiliki oleh Sekar Hayu Jagaddita, warga Desa Soso, Kecamatan Gandusari.

Bahkan, dia memiliki advokasi progam untuk membuat cerita dongeng yang dikemas dengan ilustrasi sehingga menarik minat baca anak-anak.

Sekar, sapaan akrabnya, mengaku sudah lama ingin mengikuti ajang Gus Jeng ini, tapi baru tahun ini merasa waktunya tepat.

 “Saya memang suka kegiatan sosial sejak SMP, aktif di Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR), lalu lanjut ke Duta GenRe Kabupaten Blitar tahun 2021. Dari situ, saya belajar banyak tentang pengabdian. Nah, Gus Jeng ini menurut saya bukan hanya pagar ayu, tapi juga punya program nyata untuk pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Sekar.

Meski lahir di Kabupaten Blitar, Sekar menghabiskan masa kecil di berbagai kota, mulai Bandung, Palembang, hingga kembali lagi ke Blitar.

Pengalaman berpindah-pindah membuatnya semakin bangga dengan tanah kelahiran.

Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik (FISIP) Universitas Brawijaya ini berhasil menyisihkan puluhan finalis lain dan tampil meyakinkan sepanjang seleksi Gus Jeng.

Bagi Sekar, keikutsertaannya dalam ajang Duta Wisata Blitar ini bukan sekadar kompetisi kecantikan, melainkan wadah untuk mengembangkan potensi sekaligus memperkenalkan Kabupaten Blitar lebih luas.

 “Saya ingin lebih mengenal Kabupaten Blitar sekaligus memperkenalkan potensi yang dimiliki. Selama ini, Kabupaten Blitar lebih dikenal dengan Bung Karno, padahal masih banyak sejarah, legenda, hingga wisata yang bisa diangkat,” jelasnya.

Dalam sesi unjuk bakat, Sekar menampilkan kemampuan public speaking dan news presenter yang dia tekuni di UBTV Universitas Brawijaya.

Bermodal keterampilan itu, Sekar sukses tampil dalam seleksi Gus Jeng.

Tak hanya itu, Sekar juga mengusung advokasi bertajuk Wondera (Wong Blitar Ngerti Sejarah).

Dia ingin mengemas cerita sejarah dan legenda lokal dalam bentuk kreatif seperti ilustrasi dan dongeng anak.

Ke depan, Sekar berharap bisa merealisasikan program tersebut bersama ilustrator dan komunitas kreatif di Blitar.

Nantinya, Kabupaten Blitar punya warisan sejarah yang luar biasa.

“Harapannya, anak-anak bisa kenal sejarah sejak dini dengan cara yang menyenangkan. Tidak hanya lewat buku pelajaran, tapi juga lewat cerita yang mudah dipahami dengan gambar yang menarik. Kalau dikemas dengan cara modern, pasti bisa menarik perhatian generasi muda dan masyarakat luas,” pungkasnya. (jar/c1/ady)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#gandusari #blitar #sapi #Desa Soso