BLITAR – Suasana Pantai Serang, Kecamatan Panggungrejo, dipenuhi ratusan peserta dari berbagai daerah dalam ajang Serang Kite Festival 2025, Minggu (17/8/2025).
Festival ini menghadirkan beberapa kategori layang-layang, di antaranya train 3 naga, gapangan arsir, gapangan karakter, dan gapangan berukuran besar. Masing-masing kategori menampilkan kreativitas dengan syarat memiliki filosofi yang mendalam dan mampu untuk diterbangkan.
Tim dewan juri menilai dengan tiga aspek utama, yakni kebudayaan, kesenian, dan kemampuan layangan untuk terbang dengan stabil dan tidak terjatuh.
Anang Tri Nugroho, pemenang kategori gapangan karakter, menampilkan karya gapangan karakter bertema Lembu Suro. Dalam karyanya, ia mengangkat kisah Lembu Suro dan Dewi Kilisuci dengan latar Gunung Kelud.
“Kami sengaja mengangkat kebudayaan lokal agar kebudayaan ini tetap lestari. Untungnya layangan ini bisa naik dengan baik dan membawa hasil terbaik,” ungkapnya.
Pria asal Selopuro ini mengaku, desain lukisan Lembu Suro dilakukan secara mandiri dengan waktu lebih dari sebulan. “Pengerjaannya lebih dari sebulan dari kerangka, desain, dan nempel plastiknya. Biaya sekali pembuatan ini bisa lebih dari Rp 2 juta,” ungkap pria 34 tahun ini.
Dalam festival ini, predikat juara umum diraih oleh tim Duri Devil Kite dari Srengat. Dengan persiapan hanya seminggu, mereka mengaku tak menyangka bisa mendapat hasil terbaik.
“Kami bahkan sempat tidak tidur demi menyelesaikan layangan. Tapi hasilnya sangat memuaskan,” ungkap Kris, salah satu anggota tim dengan bangga.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso, mengapresiasi festival ini sebagai momentum pengembangan wisata Kabupaten Blitar.
Harapannya wisata di Kabupaten Blitar bisa terus dikembangkan, terutama bagi sektor UMKM. “Kehadiran Bank Indonesia ini akan menjadi semangat baru supaya lebih solid dalam membawa nama baik daerah,” ujarnya.
Selain menghadirkan hiburan bagi wisatawan, festival ini juga membawa dampak nyata bagi pelaku usaha lokal di Pantai Serang. Warung makan dan pedagang kini sudah mulai terbiasa menggunakan QRIS sebagai sarana pembayaran.
Dengan cara ini, transaksi menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien. Digitalisasi melalui QRIS pun menjadi langkah penting bagi UMKM Pantai Serang untuk berkembang, menyesuaikan diri, dan menjangkau lebih banyak konsumen.
Acara ini merupakan bagian program QRISnival dari Bank Indonesia yang menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar untuk mendorong pemanfaatan QRIS di kalangan UMKM. (mg4/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah