BLITAR - Pacitan dikenal sebagai daerah dengan jajaran pantai indah yang masih alami. Salah satunya adalah Pantai Pangasan, yang belakangan disebut sebagai Hidden Gem Pacitan oleh para pegiat wisata. Lokasinya berada di Desa Kalipelus, Kecamatan Kebonagung, Pacitan. Pantai ini menawarkan perpaduan pemandangan laut biru, hamparan sawah, serta latar Gunung Lanang yang menjulang gagah.
Keindahan tersebut menjadikan Pantai Pangasan sebagai destinasi yang mulai banyak dilirik wisatawan. Dalam salah satu unggahan video Lenda Channel di YouTube, perjalanan menuju pantai ini digambarkan penuh tantangan. Jalur menanjak, tikungan curam, hingga turunan ekstrem menjadi bagian dari perjalanan menuju lokasi. Justru inilah yang membuat Pantai Pangasan semakin spesial. Tidak hanya keindahannya yang menawan, tetapi juga petualangan menuju lokasi yang memacu adrenalin. Tak heran bila banyak yang menyebutnya Hidden Gem Pacitan.
Meski akses jalannya cukup sulit, wisatawan tetap antusias untuk datang. Bagi para petualang, rasa lelah di sepanjang perjalanan akan terbayar tuntas ketika melihat lanskap epik Pantai Pangasan. Kombinasi sawah hijau di tepi pantai dengan latar Samudra Hindia dan Gunung Lanang menjadi panorama unik yang jarang ditemui di pantai-pantai lain. Inilah alasan kenapa destinasi ini pantas disebut Hidden Gem Pacitan.
Baca Juga: Asal-usul Arca Totok Kerot di Kediri, Benarkah dari Putri Cantik yang Tersambar Petir?
Jalur Ekstrem Menuju Pantai Pangasan
Dalam video Lenda Channel, perjalanan dimulai dari jalur utama Jalan Raya Kebonagung. Wisatawan diarahkan untuk belok kiri dengan patokan jembatan layang. Dari titik ini, jalanan langsung menanjak tajam. Kendaraan, baik motor maupun mobil, harus dalam kondisi prima karena jalur menuju pantai dikenal sangat menantang.
“Pastikan rem dan ban sehat, jangan sampai bermasalah di tengah jalan,” ujar narator video. Beberapa ruas jalan memang sudah diaspal dan dibeton, tetapi tidak sedikit yang berlubang, menurun curam, atau licin ketika musim hujan. Bahkan ada titik yang hanya bisa dilalui kendaraan dengan kecepatan rendah, sambil ekstra waspada.
Sepanjang perjalanan, wisatawan disuguhi pemandangan khas pedesaan. Kebun pisang, pepaya, dan hamparan tanaman ketela menghiasi sisi kanan-kiri jalan. Meski terjal, jalur ini juga menawarkan keindahan perbukitan kapur yang sudah terbentuk sejak jutaan tahun lalu.
Baca Juga: Jayabaya vs Putri Lodaya: Cinta Bertepuk Sebelah Tangan yang Berujung Arca Raksasa Totok Kerot
Pesona Gunung Lanang dan Sawah di Tepi Laut
Sesampainya di kawasan Pantai Pangasan, wisatawan akan dibuat terpesona dengan panorama yang unik. Tidak hanya hamparan laut lepas, tetapi juga sawah hijau yang terbentang hingga mendekati bibir pantai. Pemandangan ini makin indah dengan latar Gunung Lanang, ikon Pantai Pangasan.
Lanskap ini sempat viral di media sosial karena dianggap menyerupai suasana film Jurassic World. Tebing kapur yang tinggi, pepohonan kelapa, dan persawahan di tepi laut menciptakan atmosfer alami yang jarang ditemui di destinasi wisata lain.
Menurut cerita warga sekitar, nama "Pangasan" berasal dari kata "pangasan" atau tempat mengasah alat pertanian. Dahulu, masyarakat setempat sering memanfaatkan batu datar di sekitar pantai untuk mengasah parang maupun sabit. Hingga kini, keaslian dan tradisi itu masih bisa dirasakan oleh pengunjung.
Baca Juga: Keajaiban Stalaktit Hidup di Gua Embultuk: Misteri di Perut Bumi Blitar
Fasilitas dan Aktivitas Wisata
Meski masih tergolong tersembunyi, Pantai Pangasan kini memiliki beberapa fasilitas dasar yang cukup memadai. Tersedia area parkir, musala, toilet, hingga warung-warung sederhana milik warga. Hal ini memudahkan wisatawan yang ingin beristirahat sebelum atau sesudah turun ke pantai.
Banyak pengunjung memilih untuk bersantai di gazebo, berfoto di spot-spot alami, atau menikmati suasana sambil mencicipi jajanan lokal. Tidak sedikit juga yang datang untuk berkemah. Area persawahan dekat pantai sering dijadikan tempat camping karena suasananya tenang dan udaranya sejuk.
Bagi pengunjung yang ingin bermain air, Pantai Pangasan juga menawarkan area pasir serta kolam alami yang aman untuk anak-anak. Meski demikian, wisatawan tetap diimbau berhati-hati mengingat ombak di selatan Jawa dikenal cukup besar.
Harapan Warga untuk Tetap Menjaga Alam
Sebelum viral, Pantai Pangasan dikenal sangat bersih dan alami. Kini, dengan meningkatnya jumlah pengunjung, warga berharap para wisatawan bisa tetap menjaga kebersihan lingkungan. Beberapa spanduk peringatan pun dipasang, seperti larangan mengambil kelapa sembarangan dan imbauan untuk membuang sampah pada tempatnya.
“Harapan kami, meski sudah ramai, pantai ini tetap terjaga keasrian dan kebersihannya,” kata salah satu warga yang ditemui di sekitar lokasi.
Keindahan Pantai Pangasan memang sudah diakui banyak wisatawan. Namun daya tarik sebenarnya bukan hanya pada panoramanya, melainkan juga pengalaman menyusuri jalur ekstrem menuju lokasi. Sensasi inilah yang membuat perjalanan terasa lebih berkesan.
Baca Juga: Dari Srengat ke Blitar: Jejak Bupati Anti-Belanda yang Diasingkan Hingga Diburu Penjajah
Rekomendasi Bagi Wisatawan
Bagi yang berencana berkunjung ke Pantai Pangasan, ada beberapa tips yang bisa diperhatikan:
-
Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, terutama rem dan ban.
-
Sebaiknya berangkat pagi hari agar tidak terlalu ramai dan cuaca lebih sejuk.
-
Gunakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin, terutama jika ingin turun ke area batuan.
-
Bawa bekal secukupnya, meski sudah ada warung, namun pilihannya masih terbatas.
-
Selalu jaga kebersihan dan patuhi aturan setempat.
Dengan pesonanya yang unik dan jalur yang menantang, Pantai Pangasan menjadi destinasi yang layak dikunjungi, terutama bagi pecinta petualangan. Tidak berlebihan jika tempat ini disebut sebagai Hidden Gem Pacitan yang siap memanjakan wisatawan dengan keindahan sekaligus tantangan perjalanan menuju ke sana.
Editor : Anggi Septian A.P.