Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pantai Pangasan, Hidden Gem Pacitan: Sebelum Viral Bersih, Setelah Viral Harap Tetap Terjaga

Axsha Zazhika • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 13:00 WIB
Pantai Pangasan, Hidden Gem Pacitan: Sebelum Viral Bersih, Setelah Viral Harap Tetap Terjaga
Pantai Pangasan, Hidden Gem Pacitan: Sebelum Viral Bersih, Setelah Viral Harap Tetap Terjaga

BLITAR - Pacitan dikenal sebagai kota seribu satu goa dengan deretan pantai cantiknya. Dari sekian banyak, Pantai Pangasan belakangan populer sebagai Hidden Gem Pacitan yang menawarkan panorama unik. Sawah hijau di tepi laut, Gunung Lanang yang gagah, dan deburan Samudra Hindia menjadi daya tarik wisatawan.

Dalam salah satu tayangan Lenda Channel, pesona Pantai Pangasan disebut berbeda dari pantai lain. Keindahan alami ini membuatnya viral di media sosial. Namun, di balik popularitas tersebut, ada pesan penting dari masyarakat setempat: jangan sampai keindahan Pantai Pangasan pudar karena sampah wisatawan. Hidden Gem Pacitan ini harus tetap terjaga.

Warga sekitar menuturkan, sebelum viral Pantai Pangasan selalu bersih dan asri. Namun setelah semakin ramai, mulai muncul kekhawatiran soal sampah plastik dan perilaku wisatawan yang kurang peduli lingkungan. Mereka berharap kesadaran bersama bisa tumbuh agar Hidden Gem Pacitan ini tetap lestari.

Baca Juga: Kesetiaan Warga Sanankulon Blitar Pada Salawat Membuat Usaha Rebana Eksis hingga Puluhan Tahun

Sebelum Viral, Pantai Masih Perawan

Pantai Pangasan dulunya hanya dikenal masyarakat sekitar Desa Kalipelus, Kecamatan Kebonagung. Jalannya yang ekstrem dan lokasi tersembunyi membuat tidak banyak orang datang. Justru karena itu, kebersihan dan keasrian pantai selalu terjaga.

Air lautnya jernih, pasir putih bercampur batuan kecil terlihat bersih, dan persawahan di tepi pantai tampak subur tanpa gangguan. Bahkan, wisatawan yang datang sebelum viral mengaku merasa seperti menemukan “pantai pribadi” karena suasananya begitu tenang.

“Dulu kalau ke sini sepi sekali, tapi justru enak. Bersih dan alami,” kata salah seorang warga dalam penuturan kepada Lenda Channel.

Baca Juga: Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Antar Undangan HUT ke-80 RI untuk Wapres ke-13 K.H. Ma’ruf Amin

Setelah Viral, Ramai Wisatawan

Popularitas media sosial mengubah segalanya. Sejak video Pantai Pangasan viral di YouTube dan TikTok, jumlah wisatawan meningkat tajam. Jalur ekstrem yang sebelumnya sepi, kini ramai dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Meski membawa dampak ekonomi bagi warga sekitar, meningkatnya kunjungan juga menimbulkan tantangan. Salah satunya soal kebersihan. Beberapa pengunjung kedapatan meninggalkan sampah plastik di area sawah maupun bibir pantai.

“Kalau terus dibiarkan, pantai ini bisa kehilangan pesonanya. Sayang sekali kalau keindahan yang sudah jadi Hidden Gem Pacitan ini rusak karena sampah,” ujar seorang tokoh pemuda desa.

Baca Juga: Serapan APBD 2025 Kabupaten Blitar Masih 48 Persen, Ini Faktor Penyebabnya

Warga Bergerak Jaga Kebersihan

Menyadari ancaman tersebut, warga bersama komunitas lokal mulai bergerak. Mereka rutin melakukan kegiatan bersih pantai, terutama setelah akhir pekan ketika jumlah pengunjung melonjak.

Selain itu, beberapa warung di sekitar pantai juga mulai menyediakan tempat sampah sederhana dari drum bekas. Meski terbatas, upaya ini menjadi bukti keseriusan warga menjaga kelestarian alam.

“Kami ingin Pantai Pangasan tetap asri meski sudah dikenal banyak orang. Karena kalau rusak, yang rugi bukan hanya warga sini, tapi juga wisatawan,” kata seorang pedagang lokal.

Baca Juga: Keguyuban Warga Desa Gadungan Blitar Sambut Momen Hari Kemerdekaan Indonesia

Pesan untuk Wisatawan

Warga berharap wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati keindahan, tetapi juga ikut menjaga kebersihan. Mereka berpesan agar setiap pengunjung membawa kantong sampah sendiri, tidak merusak sawah atau tanaman warga, serta menjaga sopan santun terhadap masyarakat setempat.

“Wisata ini milik bersama. Kalau semua ikut menjaga, Pantai Pangasan akan tetap jadi Hidden Gem Pacitan yang membanggakan,” ucap seorang penggiat wisata desa.

Peran Media Sosial

Menariknya, media sosial yang membuat Pantai Pangasan viral juga bisa menjadi alat untuk mengkampanyekan kebersihan. Banyak influencer lokal dan content creator mulai menyisipkan pesan #JagaPantai #PacitanBersih dalam konten mereka.

Langkah ini diharapkan bisa menyadarkan wisatawan, terutama generasi muda, bahwa menjaga alam sama pentingnya dengan mengabadikan momen.

Keindahan yang Tak Tergantikan

Pantai Pangasan memang memiliki daya tarik alami yang sulit ditemukan di tempat lain. Sawah di tepi pantai, Gunung Lanang, dan tebing-tebing kapur menciptakan panorama khas yang tak tergantikan. Karena itu, menjaga kebersihan menjadi kunci agar keindahan ini tidak memudar.

Wisatawan yang pernah datang mengaku jatuh cinta dengan suasana alami Pantai Pangasan. “Rasanya seperti melihat lukisan hidup. Sayang banget kalau rusak karena sampah,” ujar seorang pengunjung dalam tayangan Lenda Channel.

Baca Juga: Legenda Tragis Putri Lodaya: Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Berujung Jadi Arca Raksasa Totok Kerot

Hidden Gem Pacitan untuk Generasi Mendatang

Jika dijaga dengan baik, Pantai Pangasan bisa menjadi destinasi unggulan Pacitan yang terus dinikmati hingga generasi mendatang. Sebaliknya, jika dibiarkan kotor dan rusak, keindahan yang sekarang viral bisa hilang dalam sekejap.

Sebagai Hidden Gem Pacitan, Pantai Pangasan bukan hanya sekadar destinasi wisata, tapi juga warisan alam yang perlu dirawat bersama. Warga telah berkomitmen, kini saatnya wisatawan ikut serta.

Pantai Pangasan mengajarkan bahwa viral bukan sekadar ramai pengunjung, tetapi juga tanggung jawab menjaga kelestarian. Dari warga untuk wisatawan, pesan itu jelas: sebelum viral bersih dan asri, setelah viral harap tetap terjaga.

Editor : Anggi Septian A.P.
#pacitan #hiddem gem #wisata