BLITAR - Kabar mengejutkan datang dari dunia olahraga dan hiburan tanah air. Pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan gugat cerai Azizah Salsa di Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang.
Perceraian ini terbilang cepat, hanya dua kali sidang hingga resmi putus. Keputusan itu membuat publik kaget, sebab keduanya kerap tampil mesra di media sosial.
Kontras antara citra harmonis di depan publik dan kenyataan pahit di pengadilan pun menimbulkan tanda tanya besar. Apa sebenarnya yang membuat rumah tangga mereka kandas?
Perkara perceraian ini tercatat dengan nomor 4274/Pdt.G/2025/PA.Tgrs. Sidang pertama digelar pada 1 Agustus 2025, dilanjutkan sidang kedua pada 11 Agustus.
Di sidang kedua itu, majelis hakim mengabulkan gugatan cerai yang diajukan kuasa hukum Arhan. Baik Arhan maupun Azizah tak hadir langsung, hanya diwakilkan pengacara. Informasi ini dikonfirmasi dalam laporan Intens Investigasi yang mengikuti jalannya persidangan.
Padahal, sejak menikah pada 2023, pasangan ini kerap banjir doa dan pujian. Foto-foto kebersamaan mereka menghiasi Instagram, memperlihatkan kehidupan rumah tangga yang tampak ideal.
Azizah kerap membagikan potret saat mendukung Arhan bermain bola, sementara Arhan juga tak segan menunjukkan kasih sayang di depan publik.
Namun, di balik kemesraan yang dipamerkan, rupanya ada masalah yang tak mampu mereka selesaikan hingga berakhir dengan perceraian.
Kuasa hukum Arhan, Singgih Tumiya, menyebut kliennya tak bisa hadir karena berada di luar negeri. Arhan masih terikat kontrak dengan klub sepak bola yang dibelanya.
Hal serupa berlaku untuk Azizah Salsa. Ia juga tak pernah menghadiri persidangan, dan memilih menyerahkan seluruh proses hukum kepada pengacaranya.
“Prinsipal tidak pernah hadir. Semua agenda sidang hanya diwakili kuasa hukum,” jelas perwakilan kuasa hukum.
Publik pun bertanya-tanya, mengapa pasangan yang semula terlihat begitu harmonis justru absen total dari proses sidang perceraian?
Humas Pengadilan Agama Tigaraksa menjelaskan bahwa proses hukum tetap sah, meski prinsipal tidak hadir. Namun, alasan detail perceraian tidak bisa dibuka ke publik.
Pernyataan itu justru membuat misteri semakin dalam. Netizen menduga ada persoalan serius yang tidak pernah ditampilkan ke ruang publik.
Nama Pratama Arhan gugat cerai Azizah Salsa pun langsung trending di media sosial. Netizen ramai membicarakan ironi rumah tangga pasangan muda ini.
Ada yang merasa kecewa karena pasangan idola mereka ternyata tak bisa bertahan lama. Ada pula yang menganggap pernikahan penuh kemesraan di sosmed hanya sekadar “panggung” semu.
“Dulu tiap hari pamer foto mesra, sekarang ternyata sudah cerai. Bikin shock,” tulis salah satu komentar warganet.
Sejumlah pengamat media sosial menilai fenomena ini mencerminkan sisi rapuh hubungan selebritas. Kehidupan di dunia maya kerap dibangun seindah mungkin, namun tidak selalu sama dengan realita.
Arhan dan Azizah menjadi contoh nyata. Dari sorotan lampu pernikahan megah, unggahan mesra di Instagram, hingga akhirnya berakhir di ruang sidang tanpa kehadiran pribadi.
Cerita mereka seolah mengingatkan bahwa kehidupan rumah tangga tak bisa diukur dari unggahan media sosial.
Meski sudah resmi bercerai, baik Arhan maupun Azizah belum memberikan pernyataan terbuka di hadapan publik. Keduanya memilih diam, setidaknya hingga kabar ini ramai diberitakan.
Di tengah polemik rumah tangganya, Arhan tetap fokus menjalani karier profesional di luar negeri. Azizah sendiri melanjutkan aktivitasnya sebagai selebgram.
Bagi netizen, kisah mereka mungkin jadi drama singkat. Namun bagi keduanya, ini adalah babak baru dalam perjalanan hidup masing-masing.
Perceraian cepat ini memperlihatkan betapa rapuhnya hubungan yang tampak sempurna di permukaan. Dari kemesraan di media sosial, akhirnya semua berakhir dengan gugatan cerai.
Kini publik hanya bisa berspekulasi tentang misteri retaknya rumah tangga tersebut. Apapun alasannya, perceraian ini menegaskan bahwa kebahagiaan sejati tak bisa diukur dari unggahan sosmed.
Cerita Pratama Arhan gugat cerai Azizah Salsa pun dipastikan akan terus jadi sorotan publik dalam beberapa waktu ke depan.
Editor : Anggi Septian A.P.