Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Seni Tari Jadi Wadah Ekspresikan Jiwa dan Keindahan Gerak Siswa

Yanu Aribowo • Kamis, 4 September 2025 | 21:00 WIB

KOMPAK: Anggota ekskul seni tari sedang menjalani latihan rutin di lingkungan sekolah.
KOMPAK: Anggota ekskul seni tari sedang menjalani latihan rutin di lingkungan sekolah.

BLITAR – Banyak manfaat yang dirasakan ketika siswa bergabung dalam ekstrakurikuler (ekskul) seni tari.

Ekskul ini bukan sekadar tempat bergerak dan menari, melainkan bisa juga menjadi ruang bagi siswa untuk tumbuh, mengenal diri, dan saling terhubung.

Mereka bisa belajar mengekspresikan perasaan, mengasah kreativitas, hingga diberikan ruang berimajinasi lewat berbagai jenis tari, mulai dari tradisional hingga modern, serta siswa diajak mengenali kekayaan budaya lokal maupun luar.

Ekskul di sekolah yang dipimpin Kepala UPT SMP Negeri 1 Nglegok, Gatot Sutrisno SPd MM, memiliki nama Sanggar Lasya Mandira, yang berasal dari bahasa Sanskerta.

Yakni, Lasya berarti tari lembut dan anggun, Mandira berarti rumah.

“Jadi, jika digabungkan bisa berarti rumah bagi keindahan tari atau wadah ekspresi jiwa untuk keindahan gerak,” jelas Novia Tri Ningsih SSn, selaku guru seni budaya sekaligus pembina dan pelatih ekskul tari.

Ekskul ini sudah lama berdiri yakni sejak 1999 karena ada pengajar seni budaya yang berfokus pada seni tari.

Setiap Jumat pada pukul 13.30-15.00 WIB, mereka menjalani latihan rutin dengan berbagai materi. Misalnya, tari tradisional, tari kreasi, hingga tari modern.

Tak hanya itu, kadang pelatih juga membuat tari baru dan meminta para anggota ekskul ikut terlibat membuat gerakan bersama.

Hal itu untuk mengasah daya imajinasi siswa dalam membuat sebuah gerakan, serta para siswa menjadi lebih bersemangat karena turut andil dalam membuat tari baru.

Anggota ekskul ini berasal dari kelas VII hingga kelas IX. Mereka mendapatkan pengalaman menarik, salah satunya ketika bersama-sama membuat gerakan untuk lomba Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N).

Selain itu, mereka pernah tampil bersama dalam acara Dayu Specta Carnival, dan para anggota ekskul menjadi contoh untuk gerakan bersama siswa dan guru SMP Negeri 1 Nglegok.

Ekskul ini juga baru saja menorehkan prestasi, yakni Juara Harapan III Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2025 Juli lalu. Tak pelak ekskul ini mendapatkan respons positif dari para anggotanya.

Sekolah yang berada di Desa Dayu, Kecamatan Nglegok, ini memiliki 16 ekskul untuk menampung bakat dan minat para siswanya.

Mulai atletik, bola voli, English club, hadrah, karate, musik tradisi, paduan suara, paskibraka, pencak silat, PMR, pramuka, poster digital, SBQ, seni lukis, sepak bola, hingga seni tari. (apr/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Ekspresikan #siswa #jiwa #keindahan #seni tari #Gerak