BLITAR – Di antara banyaknya kuliner di kawasan wisata Makam Bung Karno (MBK), ada satu inovasi bakso unik dan menarik untuk dicicipi yang sudah hadir sejak 1988.
Ada bakso unik Cak Ni, perpaduan antara bakso yang penuh cita rasa disajikan bersama kuah soto yang nikmat, menjadi daya pikat bagi para penikmat kuliner.
Selain menyajikan wisata sejarah dan edukasi, MBK juga menghadirkan ragam wisata kuliner yang menggugah selera yang berada di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan.
Kuliner ini menawarkan varian bakso unik yang tidak akan ditemui di tempat lain.
Bakso ini dikenal karena perpaduan yang unik antara lezatnya bakso dan gurihnya kuah soto yang kaya akan rempah.
Hidangan ini bukan hanya inovatif, melainkan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat kuliner yang datang dari berbagai daerah.
“Ga nyangka, bakso dan kuah soto digabung rasanya enak. Baru di sini nemu kuliner yang kayak gini” ucap Ata, saat pertama kali mencoba bakso unik ini.
Sajian bakso soto terdiri dari pentol daging, siomay, tahu kukus, tahu goreng, lontong, mie serta dilengkapi dengan tauge segar dan taburan daun kucai, disiram dengan kuah soto yang memadukan 21 rempah, berhasil menghadirkan sensasi nikmat yang menggoyang lidah.
Menariknya, meskipun disajikan dengan porsi melimpah, bakso ini hanya dibanderol dengan harga Rp 10 ribu per porsi.
Suparman, 79, adalah sosok di balik eksistensi dan inovasi bakso soto ini.
Meskipun usianya tak lagi muda, namun semangatnya dalam meracik dan mempertahankan cita rasa khas bakso soto miliknya tak pernah luntur.
Menariknya, nama “Cak Ni” bukan berasal dari nama Suparman itu sendiri, melainkan nama rekan bisnis lamanya yang diabadikan sebagai bentuk penghargaan dan identitas dagangnya yang saat ini dikenal luas
Setiap harinya warung ini selalu ramai pengunjung, terutama saat akhir pekan dan hari libur ketika wisatawan memadati area MBK.
Selain itu, kuliner legendaris ini juga telah memiliki banyak pelanggan tetap dari berbagai kota seperti dari Jombang, Malang, Sidoarjo hingga Surabaya.
Suparman juga berencana mewariskan bakso soto kepada anaknya supaya kuliner ini bisa dikenal lebih luas dan dinikmati oleh penggemar kuliner lainnya. (mg5/ynu) (*)
Editor : M. Subchan Abdullah