BLITAR-Masjid Ar-Rahman di Jalan Ciliwung Nomor 2, Bendo, Kepanjen Kidul, Kota Blitar, menjadi salah satu masjid termegah di Blitar Raya. Keistimewaannya bukan hanya pada arsitektur mirip Masjid Nabawi Madinah, melainkan juga karena seluruh pembangunannya dibiayai pribadi oleh seorang pengusaha, Abah Haryanto.
Banyak yang menyebut, Masjid Ar-Rahman adalah wujud cinta Abah Haryanto terhadap tanah kelahiran. Dari niat yang sederhana, masjid itu kini menjelma menjadi ikon religi sekaligus destinasi wisata spiritual di Kota Patria.
Sejak diresmikan pada 25 Desember 2019 oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Masjid Ar-Rahman tidak pernah sepi jamaah. Ratusan hingga ribuan orang setiap hari datang untuk beribadah maupun sekadar menikmati suasana masjid.
Niat Tulus dari Perjalanan Haji
Inspirasi pembangunan Masjid Ar-Rahman berawal dari perjalanan haji Abah Haryanto. Ia begitu terkesan dengan suasana di Masjid Nabawi, Madinah. Kenyamanan dan kedamaian di dalamnya menancap dalam hati.
“Setiap detik berada di Nabawi membuat saya betah. Saya ingin orang-orang Blitar juga bisa merasakan hal yang sama,” ucapnya dalam sebuah kesempatan.
Dari sanalah muncul niat untuk membangun masjid dengan nuansa Nabawi di Blitar. Tak tanggung-tanggung, seluruh biaya pembangunan ditanggung sendiri, tanpa campur tangan anggaran pemerintah maupun donatur luar.
Pembangunan Kilat Satu Tahun
Peletakan batu pertama dilakukan pada 24 Desember 2018. Hanya dalam waktu setahun, bangunan megah itu berdiri kokoh. Proses cepat itu menunjukkan keseriusan dan tekad kuat dari sang pendiri.
Dengan kapasitas sekitar 1.000 jamaah, masjid ini mampu menampung kegiatan ibadah dalam skala besar. Lokasinya yang strategis, dekat Stadion Supriadi, membuat masjid mudah dijangkau masyarakat dari berbagai wilayah.
Kini, keberadaan Masjid Ar-Rahman menjadi kebanggaan baru Kota Blitar. Bukan hanya bagi umat Islam, tapi juga seluruh warga yang mengagumi nilai budaya dan estetikanya.
Baca Juga: Meningkatkan Kesadaran Kesehatan, Masjid Ar Rahman Adakan Cek Kesehatan Gratis
Detail Mewah ala Masjid Nabawi
Abah Haryanto benar-benar serius mewujudkan masjid dengan nuansa Nabawi. Pilar hitam putih ala Usmaniyah Mamluk, payung raksasa berjumlah sepuluh, hingga ornamen tembaga berlapis emas, semua dirancang agar mirip dengan suasana Madinah.
Tidak berhenti di situ, karpet masjid diimpor langsung dari Turki. Sedangkan pengharum ruangan dibawa dari Madinah, memberi aroma khas yang biasanya ditemui di Masjid Nabawi.
Mihrab atau tempat imam juga dibuat khusus. Di sana dipasang kiswah asli Ka’bah tahun 2016, menambah kekhusyukan jamaah yang beribadah. Kehadiran kiswah itu menjadi bukti kesungguhan sang pendiri menghadirkan atmosfer Tanah Suci di Kota Blitar.
Fasilitas Nyaman untuk Jamaah
Selain kemegahan, kenyamanan jamaah juga menjadi perhatian. Di koridor Hasan Husein untuk laki-laki, tersedia loker sandal serta minuman gratis mulai teh, kopi, wedang jahe, hingga air putih.
“Jamaah sering kehausan setelah perjalanan. Jadi kami sediakan minuman agar lebih nyaman,” ujar salah satu marbot.
Untuk jamaah perempuan, ada koridor khusus bernama Fatimah Az-Zahra. Tempat wudu dibuat nyaman dengan keramik khas Nabawi, sementara toilet berada di lantai dua dengan jumlah memadai. Semua detail ini memastikan ibadah bisa dilakukan dengan tenang.
Peresmian oleh Gubernur Khofifah
Masjid Ar-Rahman diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada 25 Desember 2019. Ia mengapresiasi dedikasi Abah Haryanto yang membangun masjid megah tanpa bantuan pihak lain.
“Ini bukti nyata bagaimana niat baik dan ketulusan bisa menghadirkan manfaat besar bagi masyarakat,” ujar Khofifah kala itu.
Peresmian tersebut menjadi tonggak baru. Masjid Ar-Rahman pun resmi menjadi pusat kegiatan ibadah sekaligus destinasi wisata religi baru di Jawa Timur.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Seiring ramainya jamaah dan wisatawan religi, lingkungan sekitar masjid ikut berkembang. Pedagang kecil dan UMKM lokal mendapat berkah dari kunjungan rutin masyarakat.
Masjid ini bukan hanya rumah ibadah, tapi juga pusat aktivitas sosial. Banyak kegiatan keagamaan, pengajian, hingga acara kebersamaan digelar di sini. Hal itu membuat Masjid Ar-Rahman kian melekat di hati warga Blitar.
Cerminan Keikhlasan
Bagi sebagian orang, membangun masjid dengan dana pribadi hingga menelan miliaran rupiah bukanlah perkara mudah. Namun, Abah Haryanto membuktikan bahwa dengan niat tulus, hal besar bisa terwujud.
Kini, Masjid Ar-Rahman berdiri sebagai bukti keikhlasan seorang anak bangsa. Tidak hanya megah, tetapi juga penuh makna spiritual. Jamaah yang datang pun bisa merasakan energi positif itu.
“Semoga niat baik pendiri menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” tutur salah satu jamaah seusai salat Magrib.
Ikon Religi Baru Kota Blitar
Keberadaan Masjid Ar-Rahman semakin menguatkan posisi Blitar sebagai kota dengan beragam destinasi wisata religi. Dari Makam Bung Karno hingga masjid megah ini, Blitar semakin menarik perhatian wisatawan.
Dengan segala keindahan dan fasilitasnya, Masjid Ar-Rahman bukan sekadar tempat ibadah. Ia adalah ikon baru yang merekatkan spiritualitas, sosial, dan budaya masyarakat Blitar.
Editor : Anggi Septian A.P.