BLITAR-Masjid Ar-Rahman di Jalan Ciliwung Nomor 2, Bendo, Kepanjen Kidul, Kota Blitar, menyimpan keistimewaan yang jarang dimiliki masjid lain di Indonesia. Selain arsitektur ala Masjid Nabawi Madinah, masjid ini memiliki kiswah asli dari Ka’bah yang dipasang di mihrab.
Kehadiran kiswah tersebut membuat suasana ibadah semakin khusyuk. Jamaah seolah salat langsung menghadap Ka’bah. Tidak heran, sejak diresmikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada 25 Desember 2019, masjid ini menjadi magnet religi baru di Blitar.
Dengan kiswah asli Ka’bah yang didatangkan dari Mekah tahun 2016, Masjid Ar-Rahman semakin menegaskan dirinya sebagai “Madinah kecil” di Blitar.
Peresmian Khofifah Indar Parawansa
Peresmian Masjid Ar-Rahman dilakukan langsung oleh Gubernur Khofifah. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya masjid sebagai pusat ibadah sekaligus sarana memperkuat persaudaraan umat.
“Masjid ini bukan sekadar bangunan megah, tapi juga simbol ketulusan dan pengabdian,” ucap Khofifah.
Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan prasasti. Sejak saat itu, Masjid Ar-Rahman resmi menjadi salah satu ikon religi di Jawa Timur.
Kiswah Asli Ka’bah, Pusat Perhatian Jamaah
Hal yang paling istimewa di Masjid Ar-Rahman adalah keberadaan kiswah asli Ka’bah. Kiswah berwarna hitam dengan sulaman emas itu pernah menutupi Ka’bah pada tahun 2016.
Kini, kain suci itu terpasang rapi di mihrab. Jamaah yang melihatnya mengaku merinding, seolah berada di Tanah Suci.
“Rasanya luar biasa bisa melihat kiswah asli. Seakan-akan kami langsung salat di depan Ka’bah,” ujar Zafran, salah satu pengunjung asal Malang.
Baca Juga: Meningkatkan Kesadaran Kesehatan, Masjid Ar Rahman Adakan Cek Kesehatan Gratis
Nuansa Nabawi di Blitar
Selain kiswah, Masjid Ar-Rahman juga menghadirkan nuansa Nabawi. Pilar melengkung hitam putih, ornamen tembaga berlapis emas, hingga sepuluh payung raksasa di halaman, semua dirancang mirip dengan Masjid Nabawi.
Suasana semakin lengkap dengan karpet Turki dan pengharum ruangan khas Madinah. Banyak jamaah yang mengaku betah berlama-lama.
“Kalau di sini, rasanya benar-benar seperti di Madinah. Ibadah jadi lebih khusyuk,” ungkap seorang jamaah asal Kediri.
Didirikan dari Dana Pribadi
Masjid ini berdiri berkat dana pribadi Abah Haryanto, seorang pengusaha asal Blitar. Inspirasi pembangunan muncul setelah dirinya menunaikan ibadah haji.
Terpesona dengan kenyamanan Masjid Nabawi, ia bertekad membangun masjid serupa di tanah kelahiran. Proses pembangunan dimulai pada 24 Desember 2018 dan rampung setahun kemudian.
Kini, masjid berkapasitas 1.000 jamaah ini menjadi kebanggaan masyarakat Blitar.
Fasilitas Lengkap untuk Jamaah
Tidak hanya indah, masjid juga memanjakan jamaah dengan fasilitas lengkap. Di koridor Hasan Husein tersedia loker sandal dan minuman gratis berupa teh, kopi, wedang jahe, hingga air putih.
Tempat wudu dibuat nyaman dengan keramik mirip Masjid Nabawi. Sementara toilet disediakan dalam jumlah banyak di lantai dua.
Semua detail ini memperlihatkan keseriusan pengelola dalam menghadirkan kenyamanan.
Baca Juga: Viral! Aksi Emak-emak Kendarai Motor Sampai Halaman Masjid Ar Rahman Blitar, Netizen Beri Reaksi Ini
Payung Raksasa Jadi Daya Tarik
Halaman Masjid Ar-Rahman juga jadi pusat perhatian. Sepuluh payung raksasa berdiri megah, berfungsi sebagai pelindung dari panas dan hujan sekaligus memperindah pemandangan.
Ketika sore, bayangan payung berpadu cahaya lampu, menciptakan suasana mirip pelataran Masjid Nabawi. Tidak heran, banyak pengunjung memanfaatkannya sebagai spot foto favorit.
Bagi wisatawan religi, momen berfoto di bawah payung menjadi kenangan tersendiri.
Dampak bagi Masyarakat Sekitar
Sejak diresmikan, Masjid Ar-Rahman tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal. Pedagang kecil dan UMKM di sekitar masjid merasakan berkah dari ramainya pengunjung.
Selain itu, masjid juga rutin menggelar kegiatan keagamaan, pengajian, hingga acara sosial. Hal ini membuat Masjid Ar-Rahman semakin dekat dengan masyarakat.
Ikon Religi Kota Blitar
Kini, Masjid Ar-Rahman berdiri sebagai ikon religi Kota Blitar. Kehadirannya melengkapi destinasi religi lain seperti Makam Bung Karno.
Banyak keluarga datang dari berbagai daerah, tidak hanya untuk salat, tapi juga untuk merasakan atmosfer Nabawi di Blitar.
Dengan adanya kiswah asli Ka’bah dan peresmian langsung oleh Gubernur Khofifah, Masjid Ar-Rahman semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi religi unggulan Jawa Timur.
Editor : Anggi Septian A.P.