BLITAR KAWENTAR - Bagi sebagian orang, hidup minimalis mungkin terkesan sulit. Namun, menurut Muil, seorang kreator konten yang mengadopsi gaya hidup berkesadaran, hidup minimalis justru lebih mudah dan tenang.
Konsep utamanya bukan tentang menambah, melainkan melepaskan berbagai kebiasaan yang tidak lagi selaras dengan diri kita.
Dalam sebuah video yang dibagikan oleh Muil, ia menjelaskan bahwa melepaskan kebiasaan-kebiasaan lama jauh lebih mudah daripada menciptakan kebiasaan baru.
Ia sendiri, yang cenderung mudah cemas dan overthinking, merasa bahwa mengurangi hal-hal yang tidak penting sangat memengaruhi suasana hati dan membantu hati serta pikiran menjadi lebih tenang.
Ia pun membagikan 20 hal yang telah ia lepaskan untuk mencapai kehidupan yang lebih sederhana.
Melepaskan Kebiasaan yang Membuang Waktu dan Energi
Muil menyoroti beberapa kebiasaan yang tanpa sadar banyak membuang waktu dan energi kita. Salah satunya adalah mengikuti tren secara berlebihan.
Ia tidak melarang sepenuhnya, tetapi menyarankan untuk selektif dan memprioritaskan tren yang selaras dengan nilai-nilai pribadi. Kebiasaan lain yang ia lepaskan adalah menyalakan notifikasi handphone.
Dengan menonaktifkan notifikasi dari media sosial dan hanya mengaktifkan untuk hal yang penting, ia merasa hidupnya jauh lebih tenang.
Selain itu, ia juga menghindari berbelanja dan window shopping tanpa rencana. Menurutnya, kebiasaan ini membuang banyak waktu yang bisa digunakan untuk hal lain. Kebiasaan menonton series berepisode juga ia tinggalkan.
Hal ini karena menonton series dapat membuat seseorang ketergantungan dan sering kali membuat pikirannya terus terbebani dengan jalan cerita.
Menerima Diri dan Menghindari Tekanan
Muil menekankan pentingnya melepaskan keharusan untuk selalu tampil sempurna. Ia kini lebih menerima dirinya apa adanya, termasuk dalam hal fisik setelah melahirkan.
Ia juga melepaskan kebiasaan selalu mencari kekurangan diri. Menurutnya, fokus pada kekurangan hanya akan membuat kita tidak bersyukur.
Di akhir video, Muil menyimpulkan bahwa kunci dari hidup yang tenang dan sederhana adalah melepaskan ambisi untuk selalu mencari "lebih". Ia memilih untuk bersyukur atas apa yang ada sekarang, tanpa terbebani dengan target dan tujuan yang terlalu banyak.
Ia juga menyebutkan pentingnya melepaskan kebiasaan overthinking. Solusinya adalah dengan berusaha, bersyukur, dan berserah. Dengan pola pikir seperti ini, seseorang akan merasa lebih tenang dan hidupnya menjadi cukup.
Pesan dari Muil sangat jelas: hidup yang lebih baik dan tenang tidak selalu membutuhkan sesuatu yang baru. Terkadang, yang kita butuhkan hanyalah keberanian untuk melepaskan hal-hal yang tidak lagi melayani kita, sehingga kita bisa fokus pada apa yang benar-benar penting. (*)
Editor : M. Subchan AbdullahSumber : Maurilla Sophianti Imron