Wisata Sirah Kencong Blitar Heboh, Glamping Rp500 Ribu Disamakan dengan Hotel Bintang Tiga

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Dipublikasikan Rabu, 10 September 2025 | 17:00 WIB
Wisata Sirah Kencong Blitar Heboh, Glamping Rp500 Ribu Disamakan dengan Hotel Bintang Tiga
Wisata Sirah Kencong Blitar Heboh, Glamping Rp500 Ribu Disamakan dengan Hotel Bintang Tiga

BLITAR - Wisata Sirah Kencong di Kabupaten Blitar kembali jadi sorotan. Bukan hanya karena keindahan kebun tehnya, melainkan tarif glamping yang mencapai Rp500 ribu per malam pada akhir pekan.

Perdebatan pun muncul di media sosial. Banyak netizen membandingkan harga glamping di Sirah Kencong dengan tarif hotel bintang tiga di kota besar yang tak jauh berbeda. “Rp500 ribu di Blitar bisa dapat kamar hotel nyaman dengan AC dan kolam renang. Kenapa glamping di kebun teh harganya segitu?” tulis salah satu komentar warganet yang ramai disukai.

Meski begitu, pihak pengelola menegaskan tarif tersebut sudah termasuk berbagai fasilitas. “Harga glamping Rp400 ribu di hari biasa dan Rp500 ribu di akhir pekan sudah termasuk sarapan untuk dua orang di Sky T Resto. Tenda kami juga dilengkapi kasur empuk, listrik, dan fasilitas layaknya hotel,” kata seorang pengelola Sirah Kencong ketika ditemui.

Surga Tersembunyi di Blitar

Sirah Kencong dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam paling populer di Blitar. Terletak di kaki Gunung Butak, tempat ini menawarkan panorama kebun teh yang luas dan udara sejuk.

Tiket masuknya justru terbilang murah, hanya Rp10 ribu per orang. Dengan harga tersebut, pengunjung sudah bisa menikmati suasana kebun teh, spot foto Instagramable, hingga jalur pendakian menuju Gunung Butak.

Selain itu, ada wahana unik bernama Keranjang Sultan, kursi gantung dari bambu yang dipasang di tengah kebun teh. Wahana ini jadi favorit wisatawan yang ingin berfoto dengan latar hamparan hijau.

Harga Tambahan Jadi Sorotan

Perdebatan soal harga glamping semakin ramai karena perbandingan dengan fasilitas lain di Sirah Kencong. Misalnya, biaya masuk Keranjang Sultan hanya Rp25 ribu, dan sewa camping reguler hanya Rp20 ribu per orang.

“Bedanya jauh sekali, padahal sama-sama tidur di alam. Kalau camping biasa Rp20 ribu, kok glamping bisa setara hotel?” komentar seorang pengunjung di forum wisata.

Namun, ada juga pengunjung yang membela. Menurut mereka, konsep glamping memang bukan sekadar berkemah. “Glamping itu glamour camping. Jadi wajar kalau lebih mahal, karena fasilitasnya lengkap dan kita tidak perlu ribet bawa peralatan sendiri,” jelas salah satu wisatawan asal Kediri.

Baca Juga: Jangan Salah Alur! Pendaftaran KIP Kuliah Bisa Gagal Kalau Lewat Sedikit Saja

Fasilitas Pendukung

Selain glamping, Sirah Kencong juga menyediakan restoran bernama Sky T Resto yang menawarkan pengalaman makan di ketinggian dengan pemandangan kebun teh. Menu yang disajikan beragam, mulai dari makanan khas Jawa hingga menu modern.

Ada pula fasilitas lengkap seperti musala, toilet, pujasera, kafe, gazebo, hingga area parkir luas dengan tarif Rp3 ribu untuk motor dan Rp5 ribu untuk mobil. Semua itu menambah kenyamanan pengunjung.

Dampak Sosial Ekonomi

Di balik kontroversi harga, kehadiran wisata Sirah Kencong terbukti membawa dampak positif bagi warga sekitar. Banyak UMKM lokal yang terbantu karena meningkatnya jumlah pengunjung.

Sejumlah pedagang makanan, penyedia jasa sewa camping, hingga ojek wisata mengaku pendapatannya naik sejak tempat ini populer. Hal ini membuat Sirah Kencong bukan hanya jadi destinasi wisata, tapi juga penggerak ekonomi masyarakat.

Debat Masih Berlanjut

Meski menuai pro kontra, popularitas Sirah Kencong justru semakin meningkat. Netizen yang awalnya hanya memperdebatkan harga glamping, akhirnya penasaran untuk datang dan membuktikan sendiri.

“Kalau belum coba, jangan dulu bilang kemahalan. Mungkin memang beda suasana dan pelayanannya,” ujar seorang wisatawan dalam ulasan di media sosial.

Dengan tiket masuk Rp10 ribu dan pilihan aktivitas beragam, Sirah Kencong tetap menjadi salah satu destinasi favorit di Blitar. Sementara tarif glamping Rp500 ribu masih akan terus jadi bahan perbincangan hangat di kalangan netizen.

Editor : Anggi Septian A.P.
Sumber : youtube, LH tech
wisata blitar sirah kencong glamping