BLITAR - Wisata Sirah Kencong di Kabupaten Blitar kian mencuri perhatian. Bukan hanya karena panorama kebun tehnya yang luas dan hijau, melainkan juga hadirnya wahana unik bernama Keranjang Sultan.
Wahana ini berupa kursi gantung berbentuk keranjang bambu yang ditempatkan di tengah hamparan kebun teh. Dengan latar belakang hijau segar dan udara sejuk, Keranjang Sultan langsung jadi buruan wisatawan yang ingin berswafoto.
“Kalau belum foto di Keranjang Sultan, rasanya belum sah datang ke Sirah Kencong,” ujar salah satu pengunjung asal Kediri sambil tertawa.
Spot Foto Instagramable
Tarif untuk mencoba wahana ini cukup terjangkau, yakni Rp25 ribu per orang. Harga tersebut sebanding dengan pengalaman unik duduk di keranjang bambu raksasa di tengah kebun teh.
Banyak wisatawan yang mengunggah foto mereka di media sosial. Hasilnya, Keranjang Sultan menjadi viral dan semakin mendongkrak popularitas Sirah Kencong.
Tak jarang, antrean panjang terjadi pada akhir pekan karena banyak pengunjung yang ingin mendapatkan momen terbaik di spot ini.
Ikon Baru Sirah Kencong
Keranjang Sultan kini dianggap sebagai ikon wisata Sirah Kencong. Hampir semua brosur, poster, dan konten promosi menampilkan wahana ini sebagai daya tarik utama.
Padahal, sebelumnya Sirah Kencong lebih dikenal karena keindahan kebun tehnya. Kehadiran Keranjang Sultan memberi sentuhan modern yang sesuai dengan tren wisata Instagramable.
“Konsepnya sederhana, tapi ternyata diminati banyak orang. Karena selain unik, juga memberikan sensasi berbeda saat duduk di tengah perkebunan teh,” jelas salah satu pengelola wisata.
Baca Juga: Jangan Salah Alur! Pendaftaran KIP Kuliah Bisa Gagal Kalau Lewat Sedikit Saja
Daya Tarik Lain yang Mendukung
Selain Keranjang Sultan, Sirah Kencong juga memiliki banyak spot foto lain. Ada rumah pohon, jembatan kayu, gazebo, hingga panorama alam yang memanjakan mata. Semua spot ini bisa diakses tanpa biaya tambahan, cukup dengan tiket masuk Rp10 ribu per orang.
Fasilitas di lokasi juga lengkap. Ada musala, toilet umum, area parkir luas, serta pujasera dan kafe yang menyediakan aneka makanan. Dengan begitu, pengunjung bisa berlama-lama menikmati suasana tanpa khawatir soal kenyamanan.
Mendukung Ekonomi Kreatif
Kehadiran Keranjang Sultan juga berdampak pada warga sekitar. Banyak pemuda lokal yang ikut mengelola spot foto, mulai dari membantu mengatur antrean hingga menawarkan jasa fotografi.
“Sekarang banyak anak muda di sini yang punya pekerjaan tambahan. Misalnya, jadi fotografer dadakan untuk pengunjung yang ingin hasil foto lebih bagus,” kata salah satu warga.
Selain itu, pedagang makanan dan minuman juga merasakan peningkatan penjualan. Setiap akhir pekan, kawasan wisata ini ramai dengan pengunjung dari Blitar, Kediri, hingga Malang.
Ramai di Media Sosial
Fenomena Keranjang Sultan tidak bisa lepas dari peran media sosial. Foto-foto yang diunggah wisatawan di Instagram, TikTok, dan Facebook membuat tempat ini semakin dikenal luas. Banyak konten kreator yang datang khusus untuk membuat video di spot ini. Hasilnya, Sirah Kencong makin sering muncul di beranda warganet.
“Awalnya tahu dari TikTok, ternyata pas datang langsung memang bagus banget. Spot fotonya nggak kalah sama wisata luar negeri,” ungkap seorang wisatawan asal Surabaya.
Wisata Kekinian yang Terjangkau
Dengan tiket masuk Rp10 ribu dan tambahan Rp25 ribu untuk mencoba Keranjang Sultan, wisata Sirah Kencong tetap tergolong ramah di kantong.
Bagi wisatawan, pengalaman menikmati alam sekaligus mendapatkan foto estetik menjadi kombinasi yang sulit ditolak. Itulah mengapa Sirah Kencong semakin digemari, terutama oleh generasi muda.
Kini, Keranjang Sultan bukan hanya sekadar wahana, melainkan juga simbol transformasi Sirah Kencong menjadi destinasi wisata modern yang terus berkembang.
Editor : Anggi Septian A.P.