Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Setengah Karyawan Gen Z, Begini Cara Lizzie Parra Kelola Tim BLP Beauty Biar Tetap Produktif!

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Kamis, 11 September 2025 | 02:00 WIB
Setengah Karyawan Gen Z, Begini Cara Lizzie Parra Kelola Tim BLP Beauty Biar Tetap Produktif!
Setengah Karyawan Gen Z, Begini Cara Lizzie Parra Kelola Tim BLP Beauty Biar Tetap Produktif!

BLITAR - Mengelola karyawan lintas generasi punya tantangan unik. Hal itu dirasakan langsung oleh Lizzie Parra, founder BLP Beauty, yang kini memimpin lebih dari 120 orang dengan separuhnya berasal dari generasi Z.

Lizzie menyebut bekerja dengan Gen Z itu tricky. Namun, menurutnya, jika pemimpin memahami cara berkomunikasi dengan mereka, hasilnya bisa sangat positif. “Dealing with Gen Z itu menurut aku tricky. Tapi kalau kita mengerti cara bekerja dengan mereka, kita bisa mendapatkan sesuatu yang bagus banget,” kata Lizzie.

Salah satu hal sederhana yang ternyata berdampak besar adalah ucapan apresiasi. Sesimpel mengucapkan “thank you” atau “good job” mampu membuat karyawan muda merasa dihargai. “Kadang aku cuma bilang ‘wah good job ya’, dan ternyata itu buat mereka sangat membekas,” ungkap Lizzie.

Generasi Z sering kali dicap sebagai kutu loncat, manja, atau terlalu sensitif. Namun, Lizzie justru melihat sisi lain. Mereka cepat belajar, melek digital, dan sangat peduli dengan value perusahaan.

“Kalau mereka merasa align dengan purpose company, mereka bisa kasih kontribusi lebih besar dari yang kita bayangkan,” ujarnya.

Menurut Lizzie, tidak seperti milenial yang sudah banyak fokus pada kestabilan finansial dan keluarga, Gen Z lebih driven pada makna pekerjaan. Mereka bekerja bukan hanya demi gaji, tapi juga demi kesesuaian dengan hati nurani.

Lizzie mencontohkan bagaimana interaksi kecil bisa membuat Gen Z merasa sangat dihargai. Bahkan sekadar menyapa atau mengingat nama karyawan baru di hari pertama kerja, menurutnya, sudah bisa jadi momen berkesan.

Di BLP Beauty, apresiasi ini juga ditunjang lewat program BLP Experience, yaitu internship enam bulan bagi mahasiswa tingkat akhir atau fresh graduate. Program ini menjadi pintu masuk banyak Gen Z ke dunia kerja.

“Sesimpel hal-hal kecil seperti itu ternyata penting banget. Padahal buat kita mungkin biasa saja, tapi bagi mereka besar sekali impact-nya,” jelasnya.

Meski punya banyak keunggulan, Gen Z tetap datang dengan tantangan tersendiri. Menurut Lizzie, salah satunya adalah adaptasi terhadap perubahan cepat.

“Mereka agak kaget kalau ada perubahan mendadak. Jadi sebagai leader, aku harus pelan-pelan masukin perubahan itu,” katanya.

Selain itu, Gen Z cenderung butuh struktur yang jelas. Mereka ingin tahu scope pekerjaan, KPI, dan target yang harus dicapai. Jika ada tugas tambahan di luar lingkup, biasanya mereka akan bertanya, “Emang ini tugas aku ya, Kak?”

Bagi Lizzie, hal itu bukan masalah, asalkan pemimpin bisa menjelaskan dengan detail tujuan dan manfaat dari perubahan.

Di sisi lain, keunggulan Gen Z dalam hal teknologi jadi nilai tambah besar bagi BLP Beauty. Lizzie menyebut banyak sistem digital yang sekarang dipakai perusahaan justru berasal dari ide tim mudanya.

“Mereka ngenalin aku ke platform yang mempermudah operasional bisnis. Dan sampai sekarang masih dipakai karena memang memudahkan banget,” jelas Lizzie. Kemampuan digital ini membuat BLP Beauty lebih efisien dan relevan dengan perkembangan zaman.

Kisah Lizzie Parra mengelola karyawan Gen Z memberi gambaran jelas bahwa apresiasi kecil bisa membawa dampak besar. Ucapan sederhana “good job” bisa membuat karyawan muda merasa dihargai dan lebih termotivasi.

BLP Beauty membuktikan bahwa dengan komunikasi terbuka, struktur kerja yang jelas, serta budaya apresiasi, generasi Z bisa menjadi motor penggerak perusahaan.

Editor : Anggi Septian A.P.
#BLP Beauty #inspirasi karier anak muda #Lizzie Parra