BLITAR - Perjalanan BLP Beauty dari Brand Lokal yang Diremehkan Jadi Favorit Generasi Muda. Siapa sangka, brand kosmetik lokal yang dulu sempat diremehkan kini menjelma menjadi andalan anak muda Indonesia. BLP Beauty, karya Lizzie Parra, lahir dari kegelisahan pribadi terhadap pandangan masyarakat yang merendahkan kualitas produk dalam negeri.
Lizzie Parra mengaku sering mengalami dilema ketika menjadi makeup artist. Banyak klien yang tidak percaya pada produk lokal. Bahkan, ia kerap menyembunyikan kemasan asli agar klien tidak menolak dipulas dengan kosmetik Indonesia.
“Padahal produknya bagus, cuma waktu itu orang enggak percaya kalau brand lokal bisa setara dengan produk luar negeri,” kenang Lizzie.
Dari pengalaman itu, ia justru melihat peluang besar. Jika konsumen belum percaya, maka harus ada brand lokal yang mampu mengubah stigma tersebut.
Pada 2016, Lizzie mendirikan BLP Beauty dengan modal keyakinan dan pengalaman panjang di dunia kecantikan. Ia meluncurkan produk pertama berupa lipstik, sesuai dengan reputasinya sebagai beauty blogger dan YouTuber yang sering mengulas lipstik.
Produk itu mendapat sambutan positif, terutama dari pengikut setianya di media sosial. Dari sana, BLP Beauty terus berkembang dengan menambah lini produk, mulai dari makeup hingga skincare.
Lizzie sadar membangun kepercayaan terhadap brand lokal bukan perkara instan. Karena itu, BLP Beauty fokus pada kualitas, desain produk yang modern, serta pendekatan komunikasi yang dekat dengan konsumen muda.
Selain itu, brand ini mengedepankan inklusivitas. Produk BLP dirancang sesuai kebutuhan beragam warna kulit masyarakat Indonesia. Hal ini membuat anak muda merasa lebih terwakili dan percaya diri menggunakan produk lokal.
“Sejak awal, aku ingin bikin brand yang bisa dipercaya. Bukan sekadar tren, tapi benar-benar jadi bagian dari keseharian mereka,” tegas Lizzie.
Hasilnya terlihat nyata. Dari yang awalnya diremehkan, kini BLP Beauty menjadi salah satu brand kosmetik lokal paling populer. Produk-produknya laris manis di marketplace, banyak direview positif oleh beauty influencer, dan hadir di berbagai kota lewat offline store.
Generasi muda pun mulai bangga menggunakan produk dalam negeri. Bahkan, BLP Beauty dianggap sebagai simbol kebangkitan kosmetik lokal di Indonesia.
Kisah BLP Beauty memberi inspirasi bahwa keraguan orang lain bisa menjadi titik awal lahirnya inovasi. Lizzie Parra yang dulu hanya ingin membuktikan bahwa produk lokal bisa bersaing, kini sukses memimpin perusahaan dengan lebih dari 120 karyawan.
“Awalnya aku cuma ingin orang percaya sama produk lokal. Enggak pernah kepikiran BLP bisa sebesar sekarang,” katanya.
Perjalanan BLP Beauty dari brand yang diremehkan hingga jadi kebanggaan generasi muda membuktikan satu hal: kualitas dan visi yang jelas mampu mengubah pandangan pasar.
Kini, BLP Beauty bukan sekadar produk kecantikan. Ia sudah menjadi representasi kepercayaan diri anak muda Indonesia terhadap karya lokal.
Editor : Anggi Septian A.P.