Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kulit Sehat Bukan Sekadar Tren: Analisis Mitos Kecantikan Populer di Kalangan Netizen

Rahma Nur Anisa • Jumat, 12 September 2025 | 20:00 WIB

 

Perawatan kulit sering kali dibalut dengan berbagai mitos yang beredar di masyarakat.
Perawatan kulit sering kali dibalut dengan berbagai mitos yang beredar di masyarakat.

BLITAR KAWENTAR - Dunia kecantikan dipenuhi berbagai klaim cepat dan instan. Dari sabun dengan busa berlimpah, gorengan pemicu jerawat, hingga uap nasi yang diyakini bisa mempercantik wajah. Apakah semua itu terbukti ilmiah atau hanya sekadar ilusi pemasaran?

Video edukasi yang ramai dibicarakan di media sosial menyingkap realita di balik tren skincare. Narasumber melibatkan dermatologis untuk memberikan klarifikasi atas pertanyaan populer yang sering salah kaprah.

Salah satu isu adalah skincare berganti-ganti tanpa jeda. Praktik ini sebenarnya aman, kecuali muncul reaksi alergi. Artinya, kulit memiliki batas toleransi terhadap bahan aktif, dan setiap orang bisa berbeda responnya. Perubahan produk sebaiknya tetap dalam pengawasan tenaga ahli.

Baca Juga: Diterpa Isu Pengadaaan Buku Ilegal, Begini Respon Dispendik Kabupaten Blitar

“Enggak masalah selama enggak ada reaksi alergi. Tapi kalau tiba-tiba muncul bruntusan kecil, segera bawa ke tenaga kesehatan, ke dermatologist, Dokter Tirta memberi saran.

Isu berikutnya adalah produk pencerah kulit. Alih-alih mengejar kulit putih secara instan, masyarakat diimbau memahami bahwa faktor genetik berperan dominan.

Produk dengan klaim pemutihan justru berisiko jika mengandung bahan berbahaya. Yang lebih realistis adalah memilih agen pencerah sesuai dosis medis.

Lalu, mengenai pola makan dan jerawat, konsumsi gorengan memang berpengaruh bagi sebagian orang.

Baca Juga: Wisata Sirah Kencong Blitar Heboh, Glamping Rp500 Ribu Disamakan dengan Hotel Bintang Tiga

Dermatolog menegaskan bahwa minyak berlebih pada tubuh dapat memperparah kondisi kulit berminyak sehingga jerawat lebih mudah muncul. Namun, faktor lain seperti gaya hidup, polusi, dan hormon juga berperan besar.

Sementara itu, sabun berbusa banyak sering dipersepsikan lebih efektif membersihkan. Padahal, busa yang berlebihan berasal dari kandungan SLS yang berpotensi mengiritasi kulit.

Fakta ini menunjukkan pentingnya memahami kandungan, bukan sekadar sensasi saat mencuci wajah.

Yang tak kalah menarik, uap nasi untuk wajah terbukti bermanfaat bila digunakan dengan suhu tepat.

Efek hangatnya bisa membantu membuka pori-pori dan memperlancar peredaran darah, tetapi bukan berarti menjamin wajah glowing. Jika dilakukan berlebihan, justru berisiko menyebabkan kekeringan.

Baca Juga: “Dari Desa ke PTN Impian: Kisah Pelajar yang Terbantu KIP Kuliah 2025”

Mitos kecantikan sering lahir dari dorongan masyarakat mencari solusi cepat. Namun, edukasi medis menunjukkan bahwa kesehatan kulit membutuhkan kesabaran, disiplin, dan pendekatan ilmiah.

Menimbang fakta dan mitos secara kritis akan membantu masyarakat menjaga kesehatan kulit tanpa terjebak janji instan yang menyesatkan. (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#pemicu jerawat #Mitos #gorengan #skincare #Skincare alami #kecantikan #jerawat #Dr Tirta #fakta