Rahasia Tetap Bugar di Usia Senja: Jawabannya Ada di Masa Muda
Rahma Nur Anisa• Sabtu, 13 September 2025 | 20:00 WIB
Kunci kebugaran di masa tua ada pada kebiasaan yang dibangun sejak usia muda.
Banyak orang mengira kelemahan di usia tua adalah hal yang lumrah dan tak bisa dihindari. Namun menurut filsuf ternama, Cicero, pandangan itu keliru.
Cicero menegaskan bahwa kunci kebugaran di masa tua bukanlah terletak pada usia itu sendiri, melainkan pada kebiasaan yang dibangun sejak usia muda.
Masa muda yang dijalani dengan gaya hidup berlebihan dan tidak terkontrol menjadi penyebab utama menurunnya kekuatan fisik di usia lanjut.
Pandangan Cicero, yang disampaikan ulang oleh Dr. Fahruddin Faiz dalam sebuah kajian filsafat. Ia menyoroti bagaimana kebiasaan sembrono di usia muda, mulai dari pola makan yang buruk, kurangnya istirahat, hingga stres berlebihan, dapat mengakibatkan berbagai penyakit di usia 30-an, seperti asam urat, darah tinggi, dan masalah lambung.
Masalah-masalah ini bukan lagi penyakit orang tua, melainkan masalah gaya hidup yang sudah menjangkiti kaum muda.
Lebih lanjut, Cicero mengajarkan agar kita tidak menyalahkan usia tua, melainkan justru mengelola diri sejak masa muda. Ini termasuk menjaga kesehatan, mengatur pola makan, dan memastikan istirahat yang cukup. Dengan demikian, kelemahan yang dialami di masa tua bukanlah aib, melainkan hasil dari pilihan yang dibuat di masa muda.
Selain kekuatan fisik, Cicero juga membahas kenikmatan hidup di usia tua. Banyak yang mengeluh karena vitalitas dan nafsu hedonis menurun. Cicero justru melihat ini sebagai anugerah.
Dengan padamnya nafsu, seseorang bisa lebih fokus pada hal-hal yang lebih mulia, seperti kebijaksanaan, spiritualitas, dan kedekatan dengan Tuhan, tanpa terganggu oleh dorongan syahwat.
Kenikmatan fisik yang dirasakan kaum muda hanyalah kenikmatan kecil, sementara orang tua memiliki kesenangan lain yang lebih mendalam, seperti kehidupan yang santai dan dibaktikan untuk ilmu pengetahuan dan pembelajaran.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah penghargaan. Cicero menyatakan bahwa mahkota kemuliaan bagi orang tua adalah penghargaan. Namun, penghargaan ini tidak datang dengan sendirinya.
Penghormatan dan kekaguman hanya akan diperoleh jika seseorang menjalani masa mudanya dengan baik, penuh kontribusi dan prestasi. Dengan kata lain, tidak ada jalan pintas "muda foya-foya, tua bahagia".
Terakhir, artikel ini juga menyinggung tentang ketakutan akan kematian. Cicero menyebut, ketakutan ini hanya ada bagi mereka yang tidak belajar. Kematian bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, karena ada dua kemungkinan: jiwa musnah atau jiwa berpindah ke alam lain. Selain itu, kematian tidak hanya milik orang tua; orang muda juga rentan menghadapi kematian secara tak terduga.
Menjadi tua yang bugar dan bahagia bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari pengelolaan diri yang konsisten sejak muda. Oleh karena itu, bagi kaum muda, inilah saatnya untuk mulai membangun fondasi yang kuat, baik secara fisik, spiritual, maupun sosial. Dengan demikian, usia tua akan menjadi fase yang penuh kedamaian dan kehormatan. (*)