Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dokter Muda Curhat Horor 6 Bulan Jaga IGD: “Setiap Hari Dapat Pasien Serangan Jantung!”

Axsha Zazhika • Minggu, 14 September 2025 | 01:00 WIB

 

Dokter Muda Curhat Horor 6 Bulan Jaga IGD: “Setiap Hari Dapat Pasien Serangan Jantung!”
Dokter Muda Curhat Horor 6 Bulan Jaga IGD: “Setiap Hari Dapat Pasien Serangan Jantung!”

BLITAR – Menjadi dokter muda bukan pekerjaan yang ringan. Hal itu dibuktikan oleh dr. Ikhsanuddin Koti, yang membagikan pengalaman menegangkan selama enam bulan bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit.

Ikhsan, sapaan akrabnya, tengah menjalani program internship yang menjadi syarat wajib setelah lulus pendidikan profesi dokter. Selama setengah tahun ia harus berjaga di IGD sebelum dipindah ke puskesmas.

“Setiap kali jaga, rasanya selalu ada kejutan. Hampir setiap hari saya dapat pasien serangan jantung. Pernah dalam satu hari sampai empat orang,” ungkapnya.

Cerita ini ia bagikan dalam sebuah wawancara santai yang kemudian viral di media sosial. Menurutnya, pengalaman pertama kali menangani pasien serangan jantung menjadi momen paling mendebarkan.

“Saya masih bingung waktu itu. Baru pertama kali jaga, langsung dapat pasien dengan serangan jantung. Dalam hati cuma bisa istighfar, tapi saya harus tetap tenang karena yang pegang pasien pertama kali itu ya saya,” kata Ikhsan.

Menurutnya, kasus serangan jantung di IGD memang tergolong tinggi. Hal itu dipengaruhi oleh pola hidup masyarakat yang kurang sehat, seperti kebiasaan makan tinggi gula, kolesterol, dan kurang aktivitas fisik.

Rata-rata pasien yang datang berusia 40 tahun ke atas, tetapi ada juga yang masih berusia 20–30 tahun. “Bahkan pernah ada pasien berumur 25 tahun dengan obesitas yang mengalami serangan jantung. Itu bikin saya sadar, penyakit ini bisa menyerang siapa saja,” ujarnya.

Ikhsan menjelaskan bahwa gejala serangan jantung sering disalahartikan sebagai masuk angin. Padahal, gejala khasnya adalah nyeri dada seperti ditekan benda berat, menjalar ke punggung, rahang, atau lengan kiri.

“Kalau merasakan gejala seperti itu, segera ke IGD. Jangan tunggu di rumah. Karena penanganan yang cepat bisa menyelamatkan nyawa,” tegasnya.

Selain kasus serangan jantung, Ikhsan juga harus menghadapi pasien stroke, trauma kecelakaan, hingga pasien yang diduga kesurupan. Menurutnya, bekerja di IGD mengajarkan banyak hal, mulai dari manajemen emosi hingga pengambilan keputusan cepat.

“Pernah ada pasien yang tiba-tiba tidak sadarkan diri, tapi semua hasil pemeriksaan normal. Saya dan tim sampai curiga itu masalah psikologis. Tidak lama kemudian pasien tiba-tiba bangun dan berteriak-teriak. Keluarganya bahkan minta saya merukiah, padahal saya dokter, bukan ustaz,” cerita Ikhsan sambil tertawa.

Pengalaman-pengalaman itu membuatnya semakin matang menghadapi dunia medis. Meski hanya enam bulan, ia mengaku banyak belajar tentang ketangguhan mental.

“Buat saya, enam bulan di IGD itu terasa lama. Rambut sampai rontok karena stres. Tapi itu juga jadi momen berharga yang bikin saya semakin yakin di jalan ini,” tutupnya.

Ikhsan kini bertugas di puskesmas sambil tetap membuat konten edukasi kesehatan di media sosial. Kisahnya menjadi inspirasi banyak calon dokter muda dan masyarakat untuk lebih peduli pada kesehatan jantung.

 

Foto Polaroid Bareng Idol Korea Jungkook Pakai Google Gemini AI
Foto Polaroid Bareng Idol Korea Jungkook Pakai Google Gemini AI
Editor : Anggi Septian A.P.
#dokter muda #IGD Rumah Sakit #serangan jantung