Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Dosen Muda di Blitar Ini Punya Gairah Menulis Antologi: Saya Ingin Telurkan Novel yang Bisa Mengispirasi

Risky Febrya Alvi Sahrin • Senin, 15 September 2025 | 20:00 WIB
⁠Dosen Muda di Blitar Ini Punya Gairah Menulis Antologi: Saya Ingin Telurkan Novel yang Bisa Mengispirasi
⁠Dosen Muda di Blitar Ini Punya Gairah Menulis Antologi: Saya Ingin Telurkan Novel yang Bisa Mengispirasi

BLITAR - Konsisten menulis di tengah kesibukannya sebagai dosen sekaligus ibu rumah tangga bukanlah hal mudah. Namun, Ekka Zahra Puspita Dewi berhasil membuktikan sebaliknya, dengan menerbitkan sepuluh buku antologi dan dua buku solo sejak 2018.

Di tengah padatnya aktivitas kesibukan sebagai dosen sekaligus ibu rumah tangga (IRT), Ekka Zahra Puspita Dewi tetap konsisten menulis. Ketertarikan perempuan warga Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, ini terhadap buku sudah tampak sejak kecil.

Dia gemar mengoleksi buku, dari buku cerita hingga buku ensiklopedia. Namun, dia benar-benar mulai aktif untuk mengikuti komunitas menulis, Sahabat Pena Kita, baik dalam skala regional ataupun nasional saat menempuh pendidikan magisternya.

Sejak tahun 2018, Ekka telah menerbitkan setidaknya sepuluh buku antologi dan dua buku solo. Di antaranya berjudul Self Healing, Literasi Di Era Disrupsi, The Puzzle Of Life: Memiliki Hidup Bermakna Melalui Impian, dan Menikmati Keluh dan Peluh.

Perempuan 30 tahun ini mengungkapkan bahwasanya dia tertarik di dunia kepenulisan karena menulis berangkat dari nilai egaliter yang ada di dalamnya. “Menulis itu bukan tentang siapa yang paling pintar, melainkan siapa yang paling konsisten. Jadi, semua orang punya peluang untuk menjadi penulis,” ucapnya, saat ditemui di sela-sela kesibukannya.

Inspirasi terbesar Ekka datang dari salah satu dosennya saat menempuh pendidikan magister. Lewat buku berjudul The Power of Writing, dia sadar bahwa keterampilan menulis bisa diasah melalui praktik, bukan hanya sekadar teori.

Tantangan yang saat ini Ekka hadapi adalah manajemen waktu. “Sebagai dosen sekaligus ibu rumah tangga, saya harus pintar-pintar mencuri waktu untuk menulis. Biasanya saya menulis saat anak saya sudah tidur, atau di malam hari menjelang istirahat,” ungkap ibu satu anak ini.

Untuk menjaga staminanya saat menulis, Ekka menerapkan sistem 50:10, yakni menulis 50 menit dan 10 menit beristirahat.

Saat ini, Ekka memang masih fokus pada karirnya. Namun, dia juga masih menggarap antologi bersama kawan-kawannya, dosen dari seluruh Indonesia. Dengan judul Introduction to Functional Grammar, yang dalam waktu dekat akan rilis.

Ke depannya, Ekka berharap bisa menulis buku yang lebih berbobot. Seperti refleksi kitab-kitab klasik ataupun novel yang memerlukan riset mendalam. “Saya ingin karya saya tidak hanya bermanfaat secara akademik, tapi juga menjadi teman berpikir bagi siapa pun yang membacanya,” pungkasnya, lantas tersenyum.(*/c1/sub) (*)

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menghadirkan program “Terima Kasih Sahabat” untuk Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2025,
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menghadirkan program “Terima Kasih Sahabat” untuk Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2025,
Editor : M. Subchan Abdullah
#menulis #menerbitkan buku #ibu rumah tangga #menulis novel