Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Rekomendasi Kuliner Tradisional Warung Gedek di Desa Mronjo Blitar, Pertahankan Resep Masakan Rumahan

Ilma Maulida Zam Zami • Senin, 15 September 2025 | 19:39 WIB

 

Rekomendasi Kuliner Tradisional Warung Gedek di Desa Mronjo Blitar, Pertahankan Resep Masakan Rumahan
Rekomendasi Kuliner Tradisional Warung Gedek di Desa Mronjo Blitar, Pertahankan Resep Masakan Rumahan

BLITAR - Di Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, sebuah lahan kosong yang dulunya tak terpakai kini berubah menjadi warung makan sederhana. Warung Gedek Erna berdiri sejak 2015 dengan konsep tradisional, menghadirkan menu bercita rasa khas rumahan yang tetap diminati hingga sekarang.

Erna sebelumnya menetap dan bekerja di Sidoarjo. Dia pernah bekerja di klinik, sementara suaminya di PDAM Surabaya sekaligus menjadi konsultan asing di bidang air bersih. Namun, masa krisis ekonomi pasca turunnya Presiden Soeharto dan bencana lumpur Lapindo membuat banyak investor asing menarik modal. PHK massal pun tak terhindarkan, hingga akhirnya suaminya ikut terdampak.

Situasi itu mendorong Erna dan keluarga pulang ke Blitar daerah asal ibunya. Di tanah kosong milik keluarga, ia berinisiatif membangun warung sederhana dengan tembok gedek. Nama “Gedhek” sendiri diambil dari bangunannya yang dari geshek. “Daripada masak di rumah saja, lebih baik sekalian buka warung,” ujar perempuan 57 tahun ini.

Pada awal perjalanan warungnya tidak banyak orang yang mampir karena masih belum banyak dikenal orang. Sampai pada akhirnya ada salah satu rombongan travel mampir untuk beristirahat dan makan di warungnya.

Tak disangka penumpang travel tersebut menyukai masakannya. Dari satu travel tersebut menjadikan warungnya sering di kunjungi banyak travel untuk memesan catering dan ada juga yang makan di tempat.

Pembeli warung ini beragam. Ibu-ibu sekitar desa kerap datang pagi hari untuk membeli sayur, karena praktis dan membantu kebutuhan rumah tangga. Sementara itu, menu ayam bakar, ayam lodho, dan gurami bakar menjadi pilihan favorit rombongan travel yang singgah dalam perjalanan menuju destinasi wisata seperti Kampung Coklat.

Sistem prasmanan membuat pengunjung bebas memilih menu sesuai selera. Awalnya, warung ini sempat ramai karena banyak travel dari Solo hingga Malang yang mampir. Kini, meski tak seramai dulu, Warung Gedek Erna tetap bertahan berkat pelanggan setia.

Meski sempat tutup saat pandemi, warung ini kembali beroperasi setiap hari dari pagi hingga sore. Keberadaan warung ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan kosong bisa mendatangkan manfaat, tidak hanya bagi keluarga Erna, tetapi juga masyarakat sekitar.(mg5/sub) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#warung tradisional #Warung Makan Sederhana #kuliner blitar #kuliner rumahan